Viral! Video biarawati Katolik ikut nyanyi qasidah, tunjukkan indahnya toleransi

lead image

Menonton video ini membuat hati terasa adem, ya, Parents!

Hidup di negara yang beraneka ragam suku dan agama membuat toleransi antar umat beragama bukan lagi hal yang aneh. Indahnya keberagaman dan hidup rukun antar sesama pemeluk agama ditunjukkan dalam sebuah video yang sedang hangat diperbincangkan warganet.

Bagaimana tidak, video singkat tersebut mampu membuat banyak mata yang memandang merasa haru dan tersentuh.

Dalam video berdurasi tiga menit yang diunggah akun Twitter @mememekanlirik itu, menunjukkan biarawati Katolik bernyanyi bersama grup qasidah (musik pop islami). Video ini bahkan viral di media sosial dan mendapat banyak pujian dari warganet.

Menurut situs resmi KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), Sr. Yunita, CB sebelumnya sudah berlatih bersama dengan grup qasidah Miftahul Jannah. Ketika menyanyikan lagu qasidah yang berjudul “Jilbab Putih”, suster Yunita sudah nampak lihai diiringi dengan suster lainnya yang menjadi penari latar.

Video biarawati bernyanyi qasidah

 

Pentingnya mengajarkan toleransi antar umat beragama pada anak

Viral! Video biarawati Katolik ikut nyanyi qasidah, tunjukkan indahnya toleransi

Melihat keindahan toleransi antar umat beragama ini semakin membuat kita tersadar akan pentingnya pendidikan toleransi. Sebagai orangtua, Anda harus mengajarkannya pada anak.

Sudahkah Parents memberikan edukasi yang cukup mengenai toleransi beragama pada anak? Bagaimana seharusnya kita mengajarkan makna toleransi pada anak-anak?

Ada banyak alasan mengapa Parents perlu mengajarkan makna toleransi pada anak. Tak lain karena semakin tumbuh dewasa, nantinya ia akan dihadapkan pada berbagai macam perbedaan.

Misalnya agama ras, dan suku yang berbeda, bahkan mengenai perbedaan ide atau kreativitas seseorang. Dengan mengenalkan toleransi pada anak akan membuat ia lebih menghargai orang lain juga hidup dengan harmonis.

Cara mengajarkan toleransi antar umat beragama pada anak

Viral! Video biarawati Katolik ikut nyanyi qasidah, tunjukkan indahnya toleransi

Mengajarkan toleransi antar umat beragama #1: Tanamkan pemahaman mengenai keyakinan sendiri

Dalam hal ini, Parents perlu mengenalkan kepercayaan yang dianut oleh keluarga atau tradisi. Namun, beritahu pula alasan atau apa tujuan untuk memeluk keyakinan tersebut.

Penting untuk anak memahami latar belakang keyakinan sendiri terlebih dahulu, sebelum ia dapat menghargai bagaimana orang lain memiliki latar belakang yang berbeda.

Mengajarkan toleransi antar umat beragama #2: Mengedukasi tentang keyakinan orang lain

Sebelum mengenalkan bagaimana seseorang menganut kepercayaannya, penting untuk menguatkan pemahaman anak mengenai kepercayaannya sendiri.

Artinya, saat Parents memberitahukan bagaimana kepercayaan orang lain, misalnya bagaimana cara beribadah agama lain, Parents sudah menanamkan bagaimana cara beribadah menurut kepercayaan sendiri.

Parents bisa mencari informasi yang akurat dengan mengunjungi situs web resmi atau dengan menerima brosur informasi dari institusi lokal di daerah Anda.

Dengan cara ini, Anda akan dapat memberi anak Anda ide yang baik dan representasi akurat dari kebiasaan dan kepercayaan orang lain di sekitarnya, daripada informasi yang salah yang mungkin ada di dunia luar juga.

Mengajarkan toleransi antar umat beragama #3: Berpartisipasi dalam acara antar agama

Untuk memberi anak Anda kesempatan mempelajari berbagai keyakinan dan hal yang berbeda ini, biarkan ia mengalaminya sendiri. Pelajari tentang perayaan keagaamaan atau lainnya, di wilayah Anda dengan menghadiri acara-acara yang terbuka untuk umum.

Beri mereka banyak kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan belajar sendiri mengenai agama dan keyakinan lain. Cara lainnya adalah dengan mengikuti wisata rumah ibadah yang banyak digagas oleh komunitas-komunitas kebhinekaan.

Mengajarkan toleransi antar umat beragama #4: Mencegah intoleransi

Penting bagi Parents untuk memberikan contoh yang baik bagi anak Anda dalam hal menunjukkan toleransi beragama. Jangan mengatakan apa pun yang dapat ditafsirkan sebagai tidak toleran, menyakitkan atau salah informasi tentang kelompok agama lain atau sekelompok orang.

Jika mereka membuat pernyataan seperti itu, jelaskan kepadanya akibat bila mengatakan hal itu. Pastikan ia mengerti bahwa Anda tidak akan menerima pernyataan yang merendahkan orang lain yang berbeda keyakinan.

Apakah Parents punya cara lain untuk mengajarkan toleransi antar umat beragama pada anak? Share di kolom komentar ini yuk!

 

Referensi: Asia One, WAHM

Baca juga: 

Kata Pakar: Ini cara mudah ajarkan toleransi pada anak sejak dini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner