Ibu ini berhasil pompa ASI hingga 5 lemari es, apa rahasianya?

Ibu ini berhasil pompa ASI hingga 5 lemari es, apa rahasianya?

Mengumpulkan ASIP yang memadain untuk si buah hati kerap menjadi persoalan bagi ibu yang bekerja. Namun tidak bagi ibu yang satu.

Mengunggah foto stok ASIP adalah hal yang cukup biasa dilakukan para ibu yang rajin pompa ASI. Namun postingan Lysa Octaviani, dalam akun Facebook-nya beberapa hari lalu termasuk luar biasa, karena ia berhasil mengumpulkan ASIP hingga 5 lemari es lebih. Lalu, apa rahasianya ya, Bun?

Ibu ini berhasil pompa ASI hingga 5 lemari es

Menurut Lysa, ASIP tersebut ia kumpulkan sejak anaknya berusia 1 minggu, hingga sekarang si kecil sudah 9 bulan.

“Semua ASIP beku itu gak ada yang diminum anakku, jadi semuanya didonorkan,” kata Lysa kepada theAsianparent.

Satu kali pompa ASI bisa memperoleh hingga 600 ml lebih.

Satu kali pompa ASI bisa memperoleh hingga 600 ml lebih.

Atas permintaan kami, Lysa pun berbagi pengalamannya hingga bisa mengumpulkan begitu banyak stok ASIP, sekaligus tetap memberikan ASI secara langsung kepada anaknya. Berikut tips dari Lysa Octaviani.

Tips sukses pompa ASI dari Lysa Octaviani

tips sukses pompa asi

tips sukses pompa asi

Pada dasarnya, sudah banyak yang tahu kalau prinsip ASI itu adalah supply by demand (semakin sering disusui/dipompa, produksinya akan semakin meningkat). Namun banyak ibu yang tidak mengoptimalkan demand-nya ini.

Cara utama mengoptimalkan demand ASI adalah dengan menyusui bayi secara langsung tanpa bantuan susu lain atau cairan apapun. Yang kedua, selalu kosongkan payudara dengan cara memompanya, terutama bagi ibu yang bekerja di luar rumah.

Artikel terkait: 9 Cara memperbanyak ASI yang bisa Bunda tiru di rumah

Ibu yang di rumah juga disarankan tetap memompa, untuk berjaga-jaga jika suatu saat harus berpisah sementara dengan bayinya. Dengan memompa juga bisa menghindari busui dari mastitis.

Berikut Tips singkat agar sukses pompa ASI:

  1. Rutin dan disiplin dengan jadwal memompa, saya sejak usia bayi seminggu udah mulai pompa ASI, 3-4 jam sekali, di manapun dan dalam kondisi apapun.
  2. Usahakan tetap memompa segera setelah menyusui langsung, minimal 5 menit, untuk menstimulasi payudara bahwa masih ada demand yg harus dipenuhi. Intinya selalu kosongkan payudara.
  3. Gunakan pompa yang cocok, saran saya investasi untuk alat pompa elektrik yang double pump, selisih waktu dan jumlah ASIP yang didapatkan bisa jauh berbeda.
  4. Sebaiknya anak tidak dikenalkan dengan dot. Jangan ambil resiko. Awalnya anak saya pakai sendok, sekarang sudah pakai sedotan.
  5. Makan dan minum yang disukai. Kalau mau konsumsi booster ASI, silahkan aja, yang penting sugestinya positif.
  6. Jangan lupa bahagia. Minta dukungan orang rumah, terutama suami.
  7. Harus selalu yakin dan pede kalau ASI kita dicukupkan untuk kebutuhan anak sendiri.
  8. Bergabung dengan grup-grup supporting dunia seputar ibu dan anak, banyak info dan sharing pengalaman yang sangat bermanfaat.

Cara mengoptimalkan produksi ASI menurut dokter

pompa asi

dr. Fransiska Farah, Sp. A, M.Kes, dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah Bintaro Jaya menyampaikan tentang cara untuk mengoptimalkan produksi ASI.

“Ibu menyusui itu harus selalu memiliki pemikiran dan afirmasi yang positif, harus selalu bahagia. Kebahagiaan itu akan memicu keluarnya hormon oksitosin yang melancarkan ASI. Kondisi Anda yang tenang, relaks, dan sabar, sangat disukai bayi saat ia ingin menyusu. Jadi, inilah kunci utama menyusui,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa bayi bisa merasakan perasaan sang ibu.

“Asal tahu saja, bayi bisa merasakan hal ini, lho. Jadi, hilangkan segala rasa khawatir, panik, serta pikiran-pikiran negatif selama menyusui,” tambahnya.

Sejalan dengan Lysa Octaviani, dr. Fransiska juga menyebutkan bahwa konsep ASI adalah supply and demand. Begitu ‘wadahnya’ kosong, ASI akan segera mengisinya lagi. Oleh sebab itu, penting memastikan pengosongan payudara dilakukan sesering mungkin.

Semakin sering disusui, maka ASI akan semakin terus diproduksi. Sebaliknya, semakin jarang dan semakin panjang interval waktu jeda menyusui ke menyusui berikutnya, maka akan menyebabkan waktu pengisian ASI akan semakin lambat dan volume ASI berkurang.

Berikut ini teknik mengosongkan payudara agar produksi ASI semakin optimal menurut Farah:

  • Selalu upayakan payudara terasa kosong sebelum Anda memberikan ASI dari payudara di sisi lainnya.
  • Habiskan waktu setidaknya 10 menit sebelum berpindah memberikan ASI dari payudara di sisi lainnya.
  • Pastikan bayi menyusui di kedua payudara setiap waktu menyusu, agar produksi ASI di kedua payudara seimbang.
  • Bila bayi terlihat kenyang sebelum payudara terasa kosong, sebaiknya Anda lanjutkan dengan memompa payudara setelah selesai menyusui.

Semoga tips di atas dapat bermanfaat, Bunda!

Baca juga:

Bunda, Ini 3 Penyebab Bayi Menolak Minum ASI Perah!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner