Disebut sebagai generasi stres, 3 kecemasan ini sering dialami bunda milenial

Disebut sebagai generasi stres, 3 kecemasan ini sering dialami bunda milenial

"Saat ini generasi milenial sering dibilang sebagai generasi stres," ujar Saskhya Aulia Prima, M.Psi.

Kemajuan teknologi dan informasi dapat memberikan kemudahan sekaligus tantangan bagi para ibu milenial.Psikolog anak Saskhya Aulia Prima, M.Psi, mengatakan setidaknya ada tiga tantangan menjadi ibu milenial. Apa sajakah itu?

Tantangan menjadi ibu milenial

Kemudahan mendapatkan banyak informasi di era digital lewat berbagai sumber memicu kebingungan di antara para ibu milenial. Ada kecenderungan, para ibu membandingkan satu sama lain. Mulai dari status keuangan, pola pengasuhan, termasuk cara mengukur kebahagiaan dengan ibu lainnya.

Alih-alih mendapatkan informasi yang tepat dan dibutuhkan, mereka justru ragu apakah upaya yang telah mereka lakukan sudah tepat. Terbukti sebanyak 44% ibu mengaku cemas atau cemburu melihat kehidupan ibu lainnya di media sosial.

Lebih lanjut, Saskhya menjelaskan ada beberapa hal yang kerap menjadi sumber keraguan dan kecemasan para ibu milenial, yaitu mom-shaming, paradox of choices, dan keinginan untuk menjadi sempurna. 

Mom-shaming adalah tindakan yang mengkritik secara berlebihan pada seorang ibu tanpa mengetahui background ibu tersebut seperti apa. Misalnya, ‘Kok anaknya makannya gitu sih?’, ‘Kok baju mbak gini?’,” jelas Saskhya dalam acara Konferensi Pers #MYBABYMomversity, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Tantangan menjadi ibu milenial

Bila zaman dahulu omongan dan tekanan seperti itu hanya datang dari orangtua, mertua, atau suami. Namun saat ini para ibu milenial justru bisa mendapatkan hal itu dari teman atau bahkan orang tidak dikenal melalui media sosial.

“Karena itu, saat ini generasi milenial sering dibilang sebagai generasi stres. Nggak dapat likes di Instagram stres, lihat anak orang makannya lebih banyak juga stres. Padahal otak kita tidak dibuat untuk terus-terusan merasa tertekan atau stres. Akibatnya mereka jadi gampang marah dan baper,” ujar Saskhya.

Artikel terkait: 5 Gaya parenting khas generasi milenial

Selain itu, karakter ibu milenial yang cenderung memiliki banyak informasi dari berbagai sumber juga menjadi salah satu sumber kecemasan mereka. Ini menimbulkan fenomena Paradox of choice atau kebingungan pengambilan keputusan akibat terlalu banyak ketersediaan informasi.

“Anggapannya bila memiliki banyak informasi, ibu-ibu ini akan merasa tenang. Namun faktanya, ini justru bisa membuat mereka bingung,” ungkap Saskhya.

“Misalnya, para ibu ini baru mencoba satu cara pengasuhan tertentu terus menyesal dan akhirnya mengganti pola pengasuhan yang lainnya. Ini bisa membuat anak bingung dan membuat perkembangannya tidak optimal,” tambahnya.

Untuk mengatasi hal itu, Saskhya pun menyarankan ibu milenial untuk menggunakan prinsip less is more untuk membatasi opsi dalam mencari jawaban. Sebab, belum tentu pengalaman ibu lain dengan ibu lainnya sama. 

Terakhir, kemajuan teknologi dan sosial media membuat para orangtua milenial cenderung terjebak memiliki ekspektasi untuk menjadi sempurna. 

Misalnya tidak mau meminta bantuan orang lain karena takut dianggap tidak mampu. Tidak mau marah dan harus selalu sabar padahal sebenarnya itu adalah emosi yang wajar,” tegas Saskhya.

Saskhya menyarankan ibu milenial sekarang tidak hanya berolahraga tetapi juga berolahrasa. Dengan begitu, para ibu milenial dapat menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. Baik itu dirinya maupun cara pengasuhannya. 

Adapun tiga macam masalah kecemasan yang kerap dialami oleh ibu milenial menurut Saskhya ialah:

  1. Masalah keuangannya (Pendapatan, cicilan, biaya pendidikan)
  2. Gaya pengasuhannya (Kedekatan emosional dan komunikasi dengan anak, manajemen waktu antara bekerja dan mengasuh anak)
  3. Kesehatan keluarganya (Fisik, mental, nutrisi)

#MYBABYMomversity ajak para ibu milenial mengatasi kecemasannya

Tantangan menjadi ibu milenial

(ki-ka) Prita Ghozie, Independent Financial Planner & CEO ZAP Finance; Adianti Reksoprodjo, Pre-natal & Post-natal Certified Trainer – Founder Fit Mum & Bub; Selva Marsentiani, Senior Head of Brand Communications & Content MY BABY; Tiur Hutagalung, IAIM International Trainer; Saskhya Aulia Prima M. Psi, Psychologist berfoto bersama setelah press conference MY BABY Momversity 2019, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019)

Menyadari akan banyaknya kecemasan yang mungkin dialami oleh para ibu milenial, MY BABY pun menghadirkan #MYBABYMomversity.

“#MYBABYMomversity merupakan wadah edukasi untuk para ibu milenial mendapatkan informasi yang sesuai dengan kecemasan yang kerap mereka hadapi. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen MY BABY sebagai pemimpin pasar di beberapa kategori produk perawatan bayi dan anak agar para ibu dalam menjalani perannya dengan baik,” ujar Selva Marsentiani, Senior Head of Brand Communications & Content MY BABY.

Dalam acara ini, MY BABY menghadirkan kelas-kelas parenting yang inspiratif dan menyenangkan seperti Money Talks for Mom oleh Prita Ghozie selaku Financial Planner, kelas Fun & Fit oleh Adianti Reksoprodjo seorang Prenatal & Postnatal Certified Trainer, dan kelas MY BABY Lovely Spa oleh Tiur Hutagalung selaku IAIM International Trainer.

Baca juga

Orangtua milenial harus paham tentang hubungan anak dan gadget ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner