TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pengalamanku Tambal Gigi Anak 2 Tahun di Masa Pandemi

Bacaan 4 menit
Pengalamanku Tambal Gigi Anak 2 Tahun di Masa Pandemi

Seperti apa drama tambal gigi anak 2 tahun? Inilah pengalaman pribadi saya membawa anak saya yang berusia 2 tahun 4 bulan tambal gigi di masa pandemi.

Tambal gigi anak 2 tahun saya lakukan karena saya melihat keponakan saya yang berusia 5 tahun mengalami sakit gigi. Giginya berlubang dan ia sering kesakitan, dampaknya ia tak bisa makan dan berat badannya pun menurun. Hal ini tentu sangat berpengaruh mengingat masa anak adalah masa pertumbuhan.

Pengalaman Tambal Gigi Anak 2 Tahun yang Membuka Mata Saya

Pengalamanku Tambal Gigi Anak 2 Tahun di Masa Pandemi

Anak saya sendiri giginya belum tumbuh lengkap, namun saya lihat sudah ada potensi gigi yang berlubang. Menjaga gigi anak balita memang penuh tantangan. Terkadang mereka maunya sikat gigi sendiri sehingga kurang bersih, terkadang lupa, terkadang ketiduran sebelum sempat sikat gigi, dan berbagai hal lainnya terjadi.

Selain itu anak saya juga masih ASI sehingga beberapa giginya mengalami karies dan saran dokter memang harus ditambal. Anak bisa mendapatkan tindakan dokter ketika usianya 2 tahun ke atas. Saya sendiri sudah melihat gejala white spot di giginya sejak anak saya berusia 21 bulan.

Saya melakukan berbagai pencegahan dengan sikat gigi namun karies disebabkan ASI memang sulit dihindari jika anak belum disapih. Setelah usianya 2 tahun 4 bulan saya ke klinik untuk periksa gigi. Sampai di klinik dokternya merujuk ke RS besar agar ditangani oleh dokter spesialis.

Anak Menangis saat Bertemu Dokter

Pengalamanku Tambal Gigi Anak 2 Tahun di Masa Pandemi

Akhirnya saya pergi ke RS dan bertemu dokter spesialis. Di masa covid ini semua dokter memakai APD dan anak saya menangis keras. Dokter lantas merujuk lagi ke dokter gigi spesialis anak. Saya pun pindah ke dokter spesialis gigi anak. Dokter dan perawatnya memang piawai menghadapi anak.

Rata-rata anak menangis karena takut melihat APD dan alatnya, padahal belum merasakan apa-apa. Saya meminta dokter memeriksa dan ternyata memang harus ditambal. Pertemuan pertama anak saya menangis keras, ditambah saya yang baru saja operasi gigi juga tidak fokus karena kesakitan.

Oya di sini perawatnya juga sudah menyiapkan mainan dan berbagai hal untuk menghibur anak-anak. Namun karena anak saya menangis terus, dokter memberikan surat rujuk untuk datang di pekan selanjutnya. Pekan depannya saya kembali lagi ke sana dan meminta tindakan untuk anak saya.

Akhirnya Gigi Anak Saya Ditambal

Pengalamanku Tambal Gigi Anak 2 Tahun di Masa Pandemi

Setelah dicek ternyata gigi geraham yang berlubang tidak perlu dibor. Jadi kalau lubangnya masih kecil dan bersih ternyata tidak perlu dibor. Gigi langsung ditambal begitu saja, namun perlu waktu beberapa lama untuk menunggu tambalannya mengeras.

Nah dalam kondisi ini anak saya sudah menangis keras ketika tambalan diletakkan dan giginya ditekan menggunakan jari dokter. Perlu waktu sekitar satu menit, dan selama itulah anak saya menangis. Beberapa orang menyarankan sebaiknya jangan ditambal jika ia menangis karena bisa menjadi pengalaman traumatis.

Tapi sebenarnya tambal ini tidak sakit dan tidak menakutkan, sehingga saya tetap lanjutkan prosesnya. Saya memangku anak di kursi tindakan, lalu suami saya memegangi anak, sedang dokter menambal giginya. Setelah satu menit, akhirnya proses tambal selesai, si kecil diberi mainan oleh perawat dan dia bisa tertawa lagi.

Karena yang berpotensi berlubang ada lebih dari satu serta ada karies juga, maka dokter menyarankan untuk tambal dan memberikan surat kontrol. Setelah tambal belum boleh makan apa pun hingga 2 jam.

Jadi setelah tambal kami jalan-jalan dulu hingga 2 jam dan akhirnya makan. Saya tanya pada si kecil apakah tadi proses tambalnya sakit, katanya tidak sakit. Ketika saya mengajaknya untuk ke dokter lagi pekan depan ia pun menyetujui. Berarti pengalaman tadi tidak menimbulkan trauma.

Namun entah pekan depan apakah dia mau atau tidak, semoga saja dia tetap mau. Dan untuk parents sebaiknya jika menemukan gigi yang berlubang segera dibawa ke dokter. Karena jika sudah sakit akan lebih sulit penanganannya. Anak saya belum sakit namun saya sudah melihat lubangnya, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan. Selain itu penambalan pada gigi yang belum bermaslah dan belum dalam tidak perlu bor dan tentunya tidak menakuti anak.

 

Baca juga: 

Rahasia di Balik Senyum Lebar Anak-anakku

Berikut Daftar Biaya Tambal Gigi di Klinik dan Rumah Sakit di Jakarta dan Sekitarnya

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Mahdiya Az Zahra

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Pengalamanku Tambal Gigi Anak 2 Tahun di Masa Pandemi
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti