Tahap Perkembangan Anak Usia 33 - 36 Bulan

Tahap Perkembangan Anak Usia 33 - 36 Bulan

Apa saja tahap perkembangan anak di usia ini? Baca selengkapnya di sini, yuk, Parents!

Sebagai orangtua, kita perlu mengetahui tahap perkembangan anak. Menjelang ulang tahun mereka yang ke-3, batita Anda mulai tertarik untuk memahami lingkungan sosial dan mencoba memahami motivasi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Mereka juga mulai memiliki kesadaran terhadap suasana hati orang lain dengan melalui peningkatan kesadaran emosi mereka. Mereka mungkin akan bertanya jika melihat Ayahnya seakan marah dan kurang berkenan atas apa yang dia lakukan atau mungkin akan bertanya kenapa temannya menangis, dan semacamnya.

Berikut ini beberapa tahap perkembangan anak usia 33-34 tahun yang perlu Anda ketahui!

Tahap Perkembangan Anak Usia 33 – 34 bulan

tahap perkembangan anak 2

Perkembangan fisik

Setiap anak memiliki tahap perkembangannya masing-masing. Namun umumnya, pada usia 33-34 bulan, anak-anak Anda akan memiliki tinggi dan berat badan rata-rata seperti:

a. Anak laki-laki

  • Tinggi: 93,4 cm
  • Berat: 13,8 kg
  • Lingkar kepala: 49,2 cm

b. Anak perempuan

  • Tinggi: 93,4 cm
  • Berat: 13,8 kg
  • Lingkar kepala: 49,2 cm

Perkembangan sosial emosional

Pada usia ini, batita Anda di usia ini juga sudah mulai tertarik untuk bersosialisasi. Mungkin saja mereka akan bermain ke rumah tetangga yang ada anak seusianya atau mengundang teman-temannya untuk bermain bersamanya.

Mereka juga sudah mulai paham bahwa berbagi mainan atau makanan merupakan bagian dari kemudahan mereka untuk bisa bersosialisasi.

Saat ini tumbuh kembang anak sudah mulai terlihat lebih intens untuk mulai mengobrol dengan teman seusianya atau berusaha berkomunikasi menggunakan susunan kata yang lebih kompleks. Perkataannya sudah bisa dipahami lebih jelas. Mereka juga sudah bisa mengungkapkan berbagai ekspresi emosi seperti senang, sedih, marah, dsb.

Perkembangan motorik halus

tahap perkembangan anak 1

Kemampuannya menggambar dalam perkembangan anak tahap ini juga sudah lebih sempurna, mereka mungkin sudah bisa mencoba menggambar bentuk wajah meskipun hanya lingkaran di sertai titik-titik dan coretan di dalamnya.

Saya ingat suatu saat saya tanya anak pertama saya yang waktu itu seusia tersebut. Ini gambar apa ya? Dia bilang lagi gambar Hantu. Lucu juga ya imajinasi dunia anak-anak.

Mereka juga sudah bisa menyelesaikan teka-teki sederhana, seperti membangin menara dengan sekitar delapan blok bangunan. Tangan-tangan kecil mereka akan terlihat lebih cekatan untuk menyusun benda-benda kecil.

Perkembangan motorik kasar

Pada usia ini, anak-anak juga sangat menikmati permainan fisik. Dia akan sangat aktif meminta Anda untuk menemaninya bermain di taman bermain.

Dia akan sangat menyukai bermain ayunan atau perosotan bersama teman-temannya. Dia juga mungkin akan mencoba memanjat semua permainan yang ada di dalam taman bermain.

Kadangkala, anak-anak pada usia ini akan suka berlari dan berhenti tiba-tiba. Dia mungkin akan tersandung atau terjatuh karena hal ini. Namun Bunda tidak perlu terlalu khawatir, hal ini merupakan salah satu bagian umum dari tahap perkembangannya.

Perkembangan kognitif

tahap perkembangan anak 4

Pada usia ini otak anak telah bertumbuh dengan pesat. Sekarang dia mungkin sudah memiliki banyak kemampuan seperti memakai kaos kaki dan sepatunya sendiri tanpa bantuan.

Dia bahkan juga sudah bisa mencoba menyiapkan sarapannya sendiri dengan memasukkan oatmeal ke dalam mangkuk.  Beberapa dari gerakan dasar sudah menjadi kebiasan mereka sehingga mereka bisa melakukan hal-hal tersebut tanpa fokus.

Di usia ini Bunda jangan hanya membacakan buku cerita padanya. Namun juga libatkan dia lebih jauh dengan cara menunjuk ke gambar-gambar, menjelaskan apa yang terjadi, atau mengajukan pertanyaan padanya.

Sekali-kali, Bunda bisa meminta anak untuk bergantian membacakan buku cerita. Biarkan dia menceritakan apapun yang dia ingat dan mengembangkan imajinasinya.

Kesehatan dan nutrisi anak

Dalam hal makanan, anak pada usia ini cenderung memiliki selera makan yang berubah-ubah. Kadang-kadang mereka akan memakan semua makanan yang ada di dalam piringnya. Namun tak jarang pula mereka hanya akan memilih beberapa makanan saja.

Selain itu, beberapa anak juga mungkin akan lebih menyukai camilan dibandingkan makanan utamanya. Bunda tidak perlu panik atau terlalu memaksa dia untuk makan setiap kali sesi makan.

Bersabarlah dan terus tawarkan makanan setiap kali ada kesempatan. Bunda juga bisa membuat bentuk makanan menjadi lebih menarik untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Yang terpenting ialah biasakan untuk memberikan anak dengan makanan yang sehat dan bergizi. Pada usia ini, setiap anak membutuhkan 1,148,2 Kkal/hari untuk anak laki-laki dan 1,120,61 Kkal untuk anak perempuan.

Artikel ini dilansir dari tulisan Vince Sales dalam theAsianparent Singapore

Baca juga

Pentingnya Kelengkapan Nutrisi untuk Perkembangan Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Tyas

app info
get app banner