TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Suami memukul istri di halte bus, pantaskah dilakukan?

Bacaan 4 menit
Suami memukul istri di halte bus, pantaskah dilakukan?

Sebuah video suami memukul istri di halte bis menjadi viral di Singapura, apa yang harus dilakukan jika Anda menjadi saksi kasus KDRT seperti ini?

Sebuah video yang menunjukkan seorang suami memukul istri menjadi viral di Singapura. Diketahui bahwa pasangan tersebut sedang menjalani proses perceraian ketika mereka berselisih dan akhirnya insiden pemukulan itu terjadi.

Suami memukul istri di halte bus

suami memukul istri

Peristiwa ini terjadi di sebuah halte bus di Singapura, tepatnya di Block 408 Jurong West Street 42. Pada hari Minggu, 11 November 2018, keduanya tak sengaja bertemu di dalam bus sekitar pukul 4 sore.

Menurut laporan media setempat, wanita itu mengatakan sesuatu yang membuat suaminya marah dan memukulnya. Tampaknya, pria itu mendorong istrinya keluar dari bus hingga jatuh ke halte.

Seorang penumpang bus yang melihat kejadian itu, merekam saat suami memukul istrinya di bagian wajah sementara sang istri berusaha lepas dari cengkeraman suaminya.

Perempuan itu menderita luka-luka di bagian kepala dan tangan, dia dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara suaminya yang melakukan kekerasan sedang dalam pemeriksaan kepolisian.

Artikel terkait: Wajib Simpan! Kontak darurat pertolongan KDRT dan kekerasan seksual di seluruh Indonesia

Kasus suami memukul istri termasuk KDRT, apa yang harus dilakukan korban?

KDRT bisa terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan seksual, atau kekerasan psikologis. Dan KDRT ini tidak hanya bisa terjadi di dalam rumah di area pribadi, tapi juga di luar rumah. Kasus di atas adalah buktinya.

Artikel terkait: Wajib Simpan! Kontak darurat pertolongan KDRT dan kekerasan seksual di seluruh Indonesia

 

Selain korban, saksi juga bisa ikut melaporkan kasus KDRT agar tidak berlangsung terus menerus dan pelaku bisa segera dihukum.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan untuk menolong korban KDRT:

  • Melapor ke polisi, dan minta korban melakukan visum untuk dijadikan sebagai bukti guna menjerat pelaku KDRT
  • Bukti yang cukup bisa menjadikan pelaku sebagai tersangka, dan dijerat pasal UU penghapusan KDRT
  • Minta perlindungan Komnas Perempuan

***

Bila Anda mengetahui orang yang dekat dengan Anda menjadi korban KDRT, jangan diam saja, bantu korban dengan melaporkan pelaku ke polisi.

 

Sumber:  theAsianparent Singapura, Kantor Pengacara

Baca juga:

Suami tega menyiksa istri di depan anak, apa dampaknya bagi si kecil?

Kasus kekerasan dalam rumah tangga sudah tidak asing di telinga masyarakat. Hal itu ternyata terjadi di berbagai negara. Banyak orang yang melakukan kekerasan pada pasangannya karena suatu hal, padahal masalahnya pun terkadang sepele. Kekerasan dapat berupa apa saja, seperti fisik, mental, hingga ucapan. Salah satu kasus yang dibicarakan adalah suami memukul istri di sebuah halte bus di Singapura. Yuk simak kisahnya di sini secara detail!

Kronologi Pemukulan di Halte Bus

Pasangan suami istri yang diduga sedang dalam proses perceraian, tidak disangka bertemu di salah satu bus pada 11 November 2018 lalu. Kejadian bermula karena keduanya terlibat dalam sebuah pertengkaran, wanita tersebut mengatakan sesuatu hal yang membuat pria itu marah. Lalu wanita malang itu didorong hingga keluar dari bus dan jatuh ke halte di Block 408 Jurong West.

ini di halte bus suami memukul istri cara membujuk istri untuk pulang ke rumah setelah dipukul suami

Kekerasan selanjutnya adalah laki laki memukul wajah sang istri dengan sangat keras. Meskipun wanita itu berusaha melepaskan diri, tampaknya usaha yang dilakukannya tidak membuahkan hasil. Ia menerima berbagai pukulan di bagian kepala dan tangan, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Sang suami harus menjalani pemeriksaan di kantor polisi setempat.

Kejadian tersebut sempat direkam oleh seorang penumpang bus, sehingga dapat dijadikan barang bukti yang konkret. Selain itu, banyak saksi mata yang melihat pertengkaran keduanya mulai dari di dalam bus hingga terjadinya pemukulan. Dengan begitu, kejadian tersebut dapat diproses oleh pihak kepolisian dengan jerata hukum tentang kekerasan dalam rumah tangga.

ini KDRT di halte bus suami memukul istri

Cara Menolong Korban KDRT

Kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi di mana saja. Seperti kasus yang telah dipaparkan sebelumnya, kekerasan terjadi di sebuah halte bus. Peristiwa itu terjadi di tempat umum dan disaksikan oleh orang banyak. Pemicunya pun cukup sepele, yaitu ucapan sang istri yang cukup membuat marah sang suami. Kekerasan dalam rumah tangga pun terdiri atas tiga jenis, yaitu kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan kekerasan psikologis.

ini dia di halte bus suami memukul istri

Beberapa hal dapat dilakukan untuk menolong para korban KDRT yang Anda ketahui dan ada di sekitar Anda. Pertama laporkan kepada polisi dan lakukam visum jika KDRT yang diterima berupa kekerasan fisik untuk dijadikan bukti. Kedua bukti yang cukup dapat menjadikan pelaku sebagai tersangak dan diperkarakan dengan jeratan UU penghapusan KDRT. Terakhir jika kasus suami memukul istri, mintalah perlindungan kepada Komnas Perempuan.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Kasus kekerasan dalam rumah tangga memiliki beberapa jenis, seperti fisik, seksual, dan psikologis. Tiga jenis tersebut dapat diperkarakan dengan menunjukan beberapa cukup bukti yang konkret. Dengan begitu para korban kekerasan dalam rumah tangga tidak terus menerus mendapat perlakuan yang tidak tepat. kekerasan yang diterima dapat merusak psikologi korban sehingga menimbulkan trauma. Hal itu dapat dicegah dengan tiga cara yang telah disebutkan.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Suami memukul istri di halte bus, pantaskah dilakukan?
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti