Merasa terganggu saat bermain game, suami pukul istri yang sedang hamil

Merasa terganggu saat bermain game, suami pukul istri yang sedang hamil

Kekerasan itu dilakukan saat ada 2 anak berusia 3 tahun dan 20 bulan.

Orang gampang lupa waktu ketika sedang berkonsetrasi naik level saat memainkan Candy Crush Saga. Tapi lain hal kalau kecanduan game membuat seseorang menjadi kasar kepada siapa pun yang dianggap mengganggu konsentrasi bermain. Seorang suami kecanduan game di Sydney, Australia adalah contoh terburuknya. Ia sampai memukul istrinya saat sedang live streaming game online.

Suami kecanduan game memukul istri saat live streaming game online

Merasa terganggu saat bermain game, suami pukul istri yang sedang hamil

Suami kecanduan game tersebut masih berusia 26 tahun. Saat peristiwa nahas itu terjadi, 9 Desember kemarin, ia sedang memainkan game secara live video di platform Twitch miliki Amazon. Pemirsanya tak menyangka apa yang kemudian ia lakukan di depan kamera.

Saat pria itu sedang asyik dengan permainan onlinenya, terdengar suara perempuan yang berulang kali memintanya berhenti bermain agar bisa makan malam bersama. Laki-laki itu kemudian menjawab beberapa kali dengan perkataan, “Aku akan keluar sebentar lagi, tunggu dulu.”

Setelah berkali-kali dipanggil untuk berhenti bermain, laki-laki itu lalu membalas, “Bisa diam? Aku sudah bilang akan keluar sebentar lagi.” Ia kemudian benar-benar berdiri dari kursinya dan menjauh dari kamera komputer.

Lalu terdengar suara perempuan lagi. “Stop komputer. Aku muak dengan semua ini.”

Setelah kata-kata itu diucapkan, terdengar suara tamparan yang diikuti tangisan perempuan. Laki-laki itu kemudian kembali ke kursinya dan melanjutkan main game online.

Lalu terdengar suara teriakan perempuan lagi. “Kau memang orang sialan pembenci perempuan. Kalian semua di sana dengar? Dia baru saja memukul mukaku.”

Perempuan itu lalu berteriak untuk bicara kepada penonton online bahwa ia memasak satu jam lalu dan semua anggota keluarga sudah menunggu untuk makan malam bersama.

Laki-laki itu membalas perkataan si perempuan dan mereka berdebat. Tak lama kemudian, si laki-laki berdiri dan memukul sesuatu lagi. Terdengar kembali suara ratapan perempuan dan anak kecil yang mulai menangis. Laki-laki itu juga terdengar berkata, “Anjing kamu. Bukan kamu yang bayar internetnya.”

Perempuan itu lalu berteriak lagi kepada penonton online, “Kalian semua harus tahu kalau aku sedang hamil dan dia baru saja memukulku.”

Adegan terakhir yang terekam adalah si lelaki kembali berdiri dari kursinya, disusul ratapan perempuan, dan jeritan anak kecil, “Ayah! Ayah!”

Polisi negara bagian New Sout Wales menangkap lelaki itu pada pukul 23.30 malam itu pula. Ia ditangkap dengan tuduhan melakukan kekerasan. Saat ia ditangkap, ada dua anak perempuan berusia 3 tahun dan 20 bulan di rumah itu.

Suami kecanduan game bisa berujung petaka rumah tangga

Merasa terganggu saat bermain game, suami pukul istri yang sedang hamil

Ketika sudah punya anak, memiliki waktu luang bersantai memang penting agar pikiran tetap sehat. Namun, penelitian menunjukkan, lebih banyak orang dewasa yang kecanduan game dibanding di masa lalu.

Kecenderungan manusia kecanduan game punya pola mirip dengan kecanduan judi. Manusia membentuk kebiasaan untuk terus memenuhi kecanduannya itu. Menurut WebMD, berusaha menghentikan seseorang dari kecanduan game bisa membuat mereka kesal dan marah.

Bagi para ibu, menghadapi suami kecanduan game adalah tantangan berat. Khusus dalam hal ini, suami seakan menjelma anak kecil lagi.

Ketika Bunda menyadari bahwa suami kecanduan game karena mereka stres dengan urusan anak, Bunda bisa mencoba sejumlah tips ini agar situasi tak memburuk.

  • Membicarakan hobi bermain game suami saat suami sedang tidak bermain.
  • Sampaikan bahwa Bunda menyayangi suami, tetapi suami terlalu banyak menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri dan mulai melupakan keluarga.
  • Tekankan bahwa penting untuk Bunda dan suami bekerja sama demi menghilanghkan kebiasaan buruknya.
  • Isi waktu yang biasanya digunakan untuk bermain game dengan melakukan kegiatan menyenangkan antara suami dan istri.
  • Pertimbangkan untuk berkonsultasi ke psikolog atau konsultan perkawinan.

Artikel ini disadur dari tulisan Vinnie Wong, theAsianParent Singapura.

Baca juga:

Wajib simpan! Kontak darurat pertolongan KDRT dan kekerasan seksual di seluruh Indonesia!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner