TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Istrinya Menolak Berhubungan, Pria Ini Tega Bunuh Bayi 40 Hari

Bacaan 4 menit
Istrinya Menolak Berhubungan, Pria Ini Tega Bunuh Bayi 40 Hari

Bayi malang itu tewas setelah dipukul berulang kali oleh ayah kandungnya sendiri.

Seorang suami seharusnya bisa menjadi sosok pelindung bagi istri dan anak-anaknya. Namun, hal ini tak berhasil didapatkan pada diri Kus Wanda karena ia justru menjadi sosok pelaku suami bunuh bayi.

Pemuda asal Talang Neki, Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung itu membunuh bayinya karena kesal permintaannya untuk berhubungan badan dengan sang istri ditolak.

Padahal, saat itu istrinya yang bernama Emilia Safitri masih dalam masa nifas pasca melahirkan.

Kronologi Suami Bunuh Bayi karena Kesal Ditolak Istri

suami bunuh bayi 3

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu  (9/8/2020) malam. Pria berusia 20 tahun itu nekat menghabisi nyawa anaknya yang tertidur lelap lantaran hasratnya tak berhasil dipenuhi.

Mulanya, sang istri yang sedang membersihkan ikan di dapur menegur suaminya karena kedapatan merokok di dekat bayi mereka. Perempuan berusia 20 tahun itu mengingatkan Kus Wanda agar jangan merokok di dekat anaknya.

Namun, Kus Wanda bergeming. Safitri pun tak ada pikiran macam-macam.

Berselang satu jam kemudian, Safitri yang masih sibuk di dapur tiba-tiba mendengar suara bayinya menangis. Ia berlari menuju kamar dan kaget bukan main ketika melihat suaminya mencekik leher bayi mereka.

Melihat hal ini, ia pun langsung mengambil buah hatinya dan menyusuinya agar kembali tenang.

Tetapi, Kus Wanda mendadak meminta berhubungan badan. Permintaan itu sontak ditolak oleh Safitri karena ia masih dalam masa nifas. Bayi mereka pun masih berusia 40 hari.

Baca juga: Miris, Anak Diberi Alkohol dan Diajak Dugem! Warganet Beri Kecaman

Suami Bunuh Bayi dengan Cara Dipukul Bagian Kepala

suami bunuh bayi 4

Merasa kesal karena keinginannya ditolak, Kus Wanda marah dan keduanya terlibat adu mulut.

Tak lama kemudian, pemuda itu langsung gelap mata dan memukuli istri beserta bayinya dengan membabi buta. Ia memukul keduanya dari belakang.

Safitri sempat berhasil keluar rumah namun tak mampu melawan karena tenaganya yang lemah. Ia dan bayinya kembali diseret oleh Kus Wanda dan dipukuli hingga babak belur.

Nahasnya, sang bayi berhasil jatuh ke cengkraman Kus Wanda. Pria itu menarik kaki bayinya yang mungil dan memukulinya tanpa ampun.

Istri Sempat Teriak Minta Tolong Saat Suami Bunuh Bayi

Istrinya Menolak Berhubungan, Pria Ini Tega Bunuh Bayi 40 Hari

Melihat suaminya gelap mata, Safitri masih sempat berteriak meminta tolong tapi nahas, tak ada yang mendengarnya. Sekuat tenaga ia menarik suaminya tapi usaha itu sia-sia.

Bayi mereka menangis histeris karena dipukuli oleh ayahnya sendiri, namun setelah beberapa saat, napasnya mulai tersengal dan badannya tak lagi bergerak.

Menyadari hal ini, Safitri segera berlari lewat pintu belakang, mencari pertolongan. Ia kemudian melapor ke Polres Way Kanan.

Kasat Reskrim Polres Way Kanan AKP Devi Sujana mengatakan, saat ini bayi malang itu telah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) untuk dilakukan visum.

“Korban kemudian berlari keluar rumah lewat pintu belakang, dan melaporkan kejadian yang dialami ke Polres Way Kanan. Saat ini jenazah bayi malang itu sudah di bawa ke RSUD ZA Blambangan Umpu untuk dilakukan visum,” ujarnya.

Baca juga: Sungguh pilu! BAB di celana sebabkan bocah 3 tahun dibunuh ayah tirinya

Pelaku Kabur Tapi Berhasil Ditangkap di Rumah Orang Tuanya

Istrinya Menolak Berhubungan, Pria Ini Tega Bunuh Bayi 40 Hari

Usai mendapat laporan dari Safitri, polisi bergegas memburu pelaku yang telah kabur. Namun, ia berhasil ditangkap di kediaman orangtuanya yang berada di kawasan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Lampung pada hari Ssenin (10/8/2020).

Polisi juga dibantu oleh masyarakat setempat yang geram dengan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Kus Wanda.

“Berkat bantuan masyarakat, Tim Tekad berhasil mengamankan tersangka inisial KW diduga melakukan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya hingga meninggal dunia di Talang Neki Kampung Karang Umpu Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan,” katanya.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Pelaku Terancam Hukuman Penjara Maksimal 15 Tahun

suami bunuh bayi

Kus Wanda kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Way Kanan. Polisi juga sudah membuat gelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah pelaku. Pihak berwajib menghadirkan Safitri sebagai saksi untuk melakukan reka adegan.

Atas perbuatannya, Kus Wanda dijerat Pasal  76c Juncto Pasal 80 Ayat 3 dan 4 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Terkadang, kalau seseorang sudah dikuasai amarah, hal apapun memang bisa terjadi. Semoga pelaku suami bunuh bayi dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku ya, Parents. Jangan sampai peristiwa yang dialami oleh Safitri menimpa yang lainnya.

Sumber: Sinar Lampung, Sindonews

Baca juga:

Keji! Puaskan Fetish Suami, Pengasuh Tega Cabuli Bayi Majikan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Istrinya Menolak Berhubungan, Pria Ini Tega Bunuh Bayi 40 Hari
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti