TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Tak Bisa Berhenti atau Mengontrol Hasrat Belanja? Hati-Hati Shopaholic!

Bacaan 5 menit
Tak Bisa Berhenti atau Mengontrol Hasrat Belanja? Hati-Hati Shopaholic!

Kecanduan berbelanja itu nyata dan bisa sangat merugikan diri sendiri.

Jika Parents merasa sering berbelanja dan menyebut diri sebagai seorang shopaholic, sebaiknya jangan asal menyebut istilah ini. Mengapa? Karena ini sebenarnya adalah sebuah penyakit mental dan gejalanya bukan hanya sering berbelanja.

Dilansir dari PsychGuides.com, shopaholic atau pecandu belanja adalah seseorang yang berbelanja secara kompulsif dan mungkin merasa tidak memiliki kendali atas perilakunya.

Artikel terkait: 6 Zodiak Paling Boros dan Doyan Belanja, Anda Salah Satunya?

Jenis-Jenis Shopaholic

shopaholic

Menurut Shopaholic Anonymous, ada beberapa jenis shopaholic, sebagai berikut:

  • Shopaholic kompulsif: berbelanja ketika mereka merasa tertekan secara emosional
  • Shopaholic piala: selalu berbelanja barang yang sempurna
  • Shopaholic citra: ingin image sebagai tukang belanja dan menyukai barang-barang mencolok
  • Shopaholic pencari barang murah: membeli barang yang tidak mereka butuhkan karena sedang obral
  • Shopaholic bulimia: terjebak dalam lingkaran setan pembelian dan pengembalian
  • Shopaholic kolektor: tidak merasa lengkap kecuali memiliki satu item di setiap warna atau setiap bagian dari satu set

Penyebab Shopaholic

shopaholic

Menurut Ruth Engs dari Indiana University, beberapa orang mengembangkan kondisi ini karena pada dasarnya mereka kecanduan dengan apa yang otak mereka rasakan saat berbelanja. Saat berbelanja, otak akan melepaskan endorfin dan dopamin, yang seiring waktu bisa membuat perasaan tersebut menjadi adiktif.

Profesor dalam ilmu kesehatan terapan ini mengklaim bahwa 10-15 persen populasi manusia mungkin memiliki kecenderungan terhadap perasaan ini. Tak heran jika orang yang kecanduan belanja banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Gejala Fisik dan Emosional Seorang Shopaholic

shopaholic

Meskipun sebagian besar kecanduan memiliki gejala fisik yang terkait, tetapi kecanduan berbelanja sepertinya tidak. Dalam kebanyakan kasus, gejala dialami karena kecanduan belanja bersifat emosional. Bukti fisik salah satunya adalah situasi keuangan yang menurun.

Sementara gejala emosional yang sering dialami oleh shopaholic adalah mencoba untuk menyembunyikan apa yang mereka belanjakan. Jika Parents selalu menyembunyikan tagihan kartu kredit, tas belanja, atau kuitansi dari pasangan, Anda mungkin seorang shopaholic.

Panduan Perencanaan Keuangan Perempuan

Beberapa gejala emosional lain yang mungkin dilakukan seorang pecandu belanja adalah:

  • Menghabiskan lebih dari yang dimampu
  • Belanja sebagai reaksi terhadap perasaan marah atau depresi
  • Belanja sebagai cara untuk mengurangi rasa bersalah tentang belanja sebelumnya
  • Merusak hubungan karena belanja atau belanja terlalu banyak
  • Kehilangan kendali atas perilaku belanja

Artikel terkait: Anti Kalap, Simak 5 Kiat Cerdas dan Hemat Belanja Kebutuhan Bayi

Pola Pikir Seorang Shopaholic

Dilansir dari HelloSehat, Mark Banschick M.D., mengatakan seorang shopaholic merasa memiliki keharusan untuk berbelanja. Inilah yang membuat mereka disebut sebagai gangguan mental yang dapat merusak. Menurut verywell.com, inilah beberapa pola pikir seorang yang kecanduan berbelanja.

Tak Bisa Berhenti atau Mengontrol Hasrat Belanja? Hati-Hati Shopaholic!

1. Terus berusaha disukai orang lain

Menurut penelitian, seorang shopaholic biasanya memiliki kepribadian yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan orang tidak kecanduan belanja. Artinya, mereka baik hati, simpatik, dan tidak kasar kepada orang lain.

Banyak orang kecanduan belanja yang merasa kesepian dan terisolasi, menjadikan pengalaman berbelanja dan berinteraksi secara positif dengan penjual menjadi cara untuk meningkatkan hubungan dengan orang lain.

2. Harga Diri Rendah

relasi setara dalam pernikahan

Sumber: freepik

Ini adalah karakteristik paling umum yang ditemukan dalam studi mengenai kepribadian pecandu belanja. Menurut para pecandu belanja, berbelanja adalah cara untuk meningkatkan harga diri. Terutama jika objek yang dibeli terkait dengan citra yang ingin mereka miliki.

Namun, harga diri rendah juga dapat menjadi konsekuensi dari shopaholic. Terutama jika dengan banyaknya utang yang dimiliki. Hal itu dapat meningkatkan perasaan tidak mampu dan tidak berharga.

3. Memiliki Masalah Emosional

jenis depresi

Shopaholic cenderung tidak  memiliki ketidakstabilan emosional atau perubahan suasana hati. Penelitian menemukan, mereka sering menderita kecemasan dan depresi. Nah, belanja sering dijadikan alat untuk memperbaiki mood, meskipun hanya sementara.

4. Sulit Mengontrol Perilaku Impulsif

Sebenarnya, perilaku impulsif adalah hal alami yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu secara tiba-tiba. Namun, perilaku ini harus dikontrol sehingga tidak kebablasan. Pada shopaholic, mereka memiliki impuls berlebih dan tak terkontrol untuk berbelanja.

5. Selalu Memanjakan Fantasi

Tak Bisa Berhenti atau Mengontrol Hasrat Belanja? Hati-Hati Shopaholic!

Sumber: xFrame

Cerita mitra kami
Busui, Ini 6 Tips Manajemen ASI Perah agar Tetap Lancar
Busui, Ini 6 Tips Manajemen ASI Perah agar Tetap Lancar
Bisa Bikin Anak Cerdas, Ini 5 Permainan yang Bisa Dilakukan di Rumah
Bisa Bikin Anak Cerdas, Ini 5 Permainan yang Bisa Dilakukan di Rumah
Pentingnya Kesehatan Pencernaan untuk Perkembangan Otak dan Perilaku Anak
Pentingnya Kesehatan Pencernaan untuk Perkembangan Otak dan Perilaku Anak
3 Cara Merawat Kulit Bayi yang Tepat, Ini Saran Dokter Kulit
3 Cara Merawat Kulit Bayi yang Tepat, Ini Saran Dokter Kulit

Orang yang gila belanja biasanya memiliki fantasi lebih kuat dibandingkan orang lain. Shopaholic dapat berfantasi mengenai sensasi berbelanja ketika terlibat dalam kegiatan lain. Mereka bisa membayangkan seluruh efek positif dari membeli objek yang diinginkan sehingga dapat melarikan diri dari realita kehidupan.

6. Cenderung Materialistis

Penelitian menunjukkan, orang yang kecanduan belanja lebih materialistis dibandingkan dengan pembeli lain. Namun, secara mengejutkan mereka juga sama sekali tidak memiliki ketertarikan untuk memiliki benda-benda yang dibeli. Itulah mengapa orang yang kecanduan belanja cenderung membeli hal-hal yang tidak dibutuhkan.

Artikel terkait: 9 Aplikasi Belanja Sayur dan Kebutuhan Pokok, Nggak Perlu Repot ke Pasar!

Efek Jangka Pendek dan Panjang Kecanduan Belanja

 

Tak Bisa Berhenti atau Mengontrol Hasrat Belanja? Hati-Hati Shopaholic!

Efek Jangka Pendek

Dalam banyak kasus, mereka mungkin merasa senang setelah berbelanja. Namun, perasaan ini sering bercampur dengan kecemasan atau rasa bersalah. Dalam banyak kasus, perasaan tersebut membuat mereka kembali ke toko untuk berbelanja lebih banyak lagi.

Efek Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, efek kecanduan bisa bervariasi dalam intensitas dan cakupannya. Banyak pecandu belanja menghadapi masalah keuangan dan kewalahan menghadapi utang. Mereka bahkan bisa memaksimalkan batasan kartu kredit, menggadaikan harta, dan hal berisiko lainnya.

Hubungan pribadi juga mungkin akan terganggu. Banyak shopaholic yang berakhir dengan perceraian atau menjauhkan diri dari orang tua, anak-anak, dan orang yang dicintai.

Apakah Kecanduan Ini Bisa Diobati?

Tak Bisa Berhenti atau Mengontrol Hasrat Belanja? Hati-Hati Shopaholic!

Menurut MSN Money, penelitian tentang obat-obatan yang dapat mengobati kecanduan belanja belum memiliki bukti konklusif. Para ahli tidak bisa dengan pasti menentukan jenis obat mana yang paling membantu dalam menangani masalah ini. Namun, banyak shopaholic berhasil mengobati kecanduannya dengan mengonsumsi obat anti-kecemasan atau bahkan obat antidepresan.

Itulah informasi mengenai shopaholic yang perlu Parents ketahui. Jika merasa diri atau keluarga ada yang mengalami masalah ini, jangan ragu untuk menghubungi profesional untuk mengatasinya, ya.

Baca juga:

Cara Mengatasi Kecanduan Game Pada Anak

Bun, ini cara mencegah anak laki-laki kecanduan pornografi!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

elgawindasari

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Tak Bisa Berhenti atau Mengontrol Hasrat Belanja? Hati-Hati Shopaholic!
Bagikan:
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti