Setelah 117 Tahun Akhirnya Bayi Perempuan Hadir Lagi Dalam Silsilah Keluarga

Setelah 117 Tahun Akhirnya Bayi Perempuan Hadir Lagi Dalam Silsilah Keluarga

Dalam silsilah keluarga, kelahiran bayi perempuan sebelumnya adalah pada tahun 1898. Lalu apa saja yang mempengaruhi gender bayi? Bacalah ulasannya di sini.

Kelahiran bayi perempuan bernama Saoirse Grace May pada pertengahan Agustus 2015 lalu disambut gembira oleh kedua orangtuanya, Laurence dan Leanne May asal Irlandia.

Bayi ini merupakan bayi perempuan pertama yang lahir dalam keluarga mereka setelah 117 tahun, seperti yang dilansir oleh Miror.co.uk.

Saoirse Grace May, bayi perempuan ini lahir dengan jarak usia lebih dari 1 abad dari pendahulunya.

Saoirse Grace May, bayi perempuan ini lahir dengan jarak usia lebih dari 1 abad dari bayi perempuan sebelumnya di dalam keluarga. Sumber foto : Miror.co.uk

“Saya mengecek data sensus tahun 1901 dan anak perempuan terakhir di dalam keluarga lahir pada tahun 1898, yaitu saat Anne, bibi orangtua saya lahir,” kata Laurence.

Mereka tidak menyangka akan mendapatkan bayi perempuan, sehingga kelahiran Saoirse adalah sebuah kejutan.

Ayahlah yang menentukan gender bayi

Parents, peristiwa ini amat langka dan menarik. Kita tahu, sperma laki-laki mengandung pasangan kromosom X (pembawa gen perempuan) dan Y (pembawa gen laki-laki), sedangkan sel telur mengandung kromosom XX.

Pada saat terjadinya pembuahan, kromosom X dan Y dari sperma sama-sama bergerak menuju sel telur. Bila kromosom X-lah yang berhasil membuahi sel telur, maka janin yang terbentuk adalah perempuan. Sebaliknya, bila kromosom Y yang membuahi sel telur, maka janin laki-lakilah yang akan terbentuk.

Jadi secara tidak langsung, sperma ayahlah yang menentukan gender bayi.

Samakah peluang lahirnya bayi perempuan dan laki-laki?

Menurut teori kromosom di atas, peluang terjadinya janin perempuan dan laki-laki adalah sama, karena ketika kromosom XX dan XY bersatu dan melakukan pertukaran, kombinasi yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut (lihat kombinasi warna untuk membedakan setiap kromosom):

kromosom ibu : XX       kromosom ayah : XY

kombinasi yang mungkin terjadi pada anak : XX, XY, XX, XY

(50% perempuan dan 50% laki-laki)

Namun mengapa kemungkinan bayi lahir dengan jenis kelamin perempuan lebih besar daripada peluang lahirnya bayi laki-laki?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dr. Shettles, kromosom Y berbentuk lebih kecil dan bergerak lebih cepat namun lebih lemah sehingga lebih mudah mati bila berada dalam suasana asam yaitu kondisi dengan pH yang tinggi.

Sebaliknya, kromosom X memiliki ukuran besar dua kali lipat dari kromosom Y, bergerak lamban namun memiliki ketahanan yang lebih besar dan lebih tahan terhadap suasana asam.

Melihat fakta tersebut, kemungkinan bayi lahir dengan jenis kelamin perempuan menjadi jauh lebih besar daripada peluang untuk kelahiran anak laki-laki.

Baca juga: Cara Cepat Hamil untuk Pasangan yang Mendambakan Buah Hati

Selanjutnya : Hal-hal berikut dapat membantu Anda memiliki peluang untuk mendapatkan anak berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi jenis kelamin anak

Dapatkah kita memperbesar peluang mendapatkan bayi laki-laki ataupun perempuan? Berdasarkan ulasan di atas, ada faktor yang mempengaruhi jenis kelamin anak:

1. Masa subur (masa ovulasi)

Hubungan seksual yang dilakukan pada masa subur atau masa ovulasi ketika sel telur telah siap dibuahi, memberi peluang anak berjenis kelamin laki-laki menjadi lebih besar, karena kromosom Y dari sperma memiliki kecepatan tinggi akan lebih dahulu mencapai sel telur.

Sedangkan hubungan seksual yang dilakukan sebelum masa ovulasi dapat membuat sperma Y gugur sebelum ovulasi dan memberi peluang lebih besar pada kromosom X yang memiliki daya tahan lebih besar daripada kromosom Y.

2. Kondisi keasaman vagina

Jenis makanan yang dikonsumsi ibu biasanya berpengaruh pada kondisi keasaman yang ada di liang vagina. Kondisi asam vagina ataupun sel telur ini bisa mengakibatkan kromosom Y yang lebih lemah gugur sebelum mencapai sel telur.

Sebaliknya, kromosom X  yang relatif lebih tahan terhadap sifat asam yang ada di liang vagina akan tetap bertahan dan mencapai sel telur.

3. Orgasme pada wanita

Wanita yang mengalami orgasme pada saat berhubungan akan mengeluarkan zat yang bersifat alkali (basa). Kondisi seperti ini akan kondusif bagi kromosom Y, sehingga berpeluang lebih besar untuk mendapatkan anak laki-laki.

4. Penetrasi

Kedalaman penetrasi pada saat berhubungan intim juga mempengaruhi jenis kelamin anak. Semakin dalam penetrasi yang dilakukan, peluang untuk mendapatkan anak laki-laki semakin besar, sebab kromosom Y tidak memerlukan waktu lama dalam liang vagina untuk mencapai sel telur.

Sementara penetrasi yang tidak terlalu dalam memberi peluang jenis kelamin perempuan lebih besar, karena daya tahan kromosom X lebih besar.

Tentu saja, apapun jenis kelaminnya, anak merupakan anugerah terindah yang selalu dirindukan kehadirannya.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Referensi : Miror.co.uk, fertitest.co.id

Baca juga ulasan menarik lainnya:

Berbagai Cara Memprediksi Jenis Kelamin Bayi

11 Posisi Kamasutra Agar Cepat Hamil

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner