TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Catat! Sejarah Hari Toleransi Internasional 16 November

Bacaan 4 menit
Catat! Sejarah Hari Toleransi Internasional 16 November

Kata toleransi atau toleran berasal dari bahasa latin "tolerare" yang berarti sabar membiarkan sesuatu.

Parents, tahukah Anda jika hari ini, Senin, 16 November 2020 adalah Hari Toleransi Internasional? Tanggal 16 November telah diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional sejak belasan tahun yang lalu. Namun, belum banyak yang tahu sejarah Hari Toleransi Internasional 16 November. Bagaimana awal mulanya? Simak cerita lengkapnya berikut ini.

Sejarah Hari Toleransi Internasional 16 November, Begini Awal Mulanya

sejarah hari toleransi internasional 16 november

Sumber: Shutterstock

Bagi sebagian orang, hari ini, Senin (16/11/2020) mungkin tak ubahnya seperti hari-hari lainnya. Namun, tanggal 16 November yang jatuh pada hari ini adalah peringatan Hari Toleransi Internasional.

Peringatan ini pertama kali dideklarasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 1995. Saat itu, mereka tengah memperingati hari ulang tahun (HUT) yang ke-50 tahun.

Perwakilan negara anggota UNESCO saat itu berpendapat bahwa sikap toleransi antar umat manusia dapat mencegah hal-hal buruk seperti diskriminasi, kekerasan, dan ketidakadilan. Deklarasi ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap ekspresi serta keragaman budaya yang ada di seluruh dunia.

Baca juga: Viral! Video biarawati Katolik ikut nyanyi qasidah, tunjukkan indahnya toleransi

Sejarah Hari Toleransi Internasional 16 November, Arti secara Etimologis

sejarah hari toleransi internasional 16 november

Sumber: Shutterstock

Secara etimologis, kata toleransi atau toleran berasal dari bahasa latin “tolerare” yang berarti sabar membiarkan sesuatu.

Sementara,  pengertian toleran berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersikap menghargai, membiarkan, membolehkan pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Bertolak dari pengertian ini, maka toleransi secara umum dapat diartikan sebagai perilaku atau sikap manusia di mana seseorang menghormati atau menghargai tindakan yang dilakukan oleh orang lain.

Toleransi erat kaitannya dengan perbedaan. Sebagai manusia, kita memiliki identitas yang berlapis-lapis yang berasal dari latar belakang suku, bangsa, agama, kepercayaan, hingga gender yang berbeda-beda. Perbedaan ini, dalam sejarah panjang umat manusia, kerap menimbulkan gesekan atau konflik yang tak jarang menelan korban.

Hari Toleransi Internasional sengaja dibuat agar masyarakat global senantiasa ingat bahwa perbedaan tak boleh menjadi alasan seseorang untuk saling membenci bahkan hingga saling menghabisi satu sama lain.

Justru, perbedaan seharusnya dipandang sebagai suatu entitas yang menyatukan masyarakat dari berbagai wilayah di dunia.

Baca juga: 7 Pasangan Artis Indonesia Ini Tetap Langgeng Meski Beda Agama

3 Cara Menumbuhkan Toleransi sesuai Rekomendasi PBB

sejarah hari toleransi internasional 16 november

Sumber: Shutterstock

Salah satu negara anggota PBB, Inggris merekomendasikan tiga cara untuk menumbuhkan sikap toleransi pada masyarakat. Bagaimana caranya?

1. Pendidikan

Pendidikan adalah kunci utama untuk menanamkan sifat toleran pada masyarakat. Perlu digarisbawahi bahwa angka toleransi yang tinggi dalam sebuah negara  termasuk ciri masyarakat yang sejahtera. Maka, institusi pendidikan dalam hal ini berperan sangat untuk menunjukkan kepada para siswa mengenai pentingnya sikap toleransi.

Selain lewat institusi pendidikan, keluarga dan lingkungan masyarakat juga perlu berperan aktif untuk mengajarkan sikap toleransi antar umat manusia.

2. Regulasi dan Penegakan Hukum

Penegakan hukum bisa menjadi tolak ukur apakah suatu negara atau masyarakat telah mengadopsi sikap toleran. Hukum tak boleh timpang atau pilih kasih hanya karena adanya perbedaan.

Penegakan hukum terhadap kasus intoleransi seperti ujaran kebencian, diskriminasi, SARA juga harus ditegakkan. Dengan demikian, masyarakat bisa tumbuh menjadi masyarakat yang penuh sikap toleran.

3. Membongkar Stereotip Negatif

Catat! Sejarah Hari Toleransi Internasional 16 November

Pelabelan atau stereotip kerap tidak disadari. Seringkali, kita melabeli seseorang hanya karena identitas yang melekat dalam dirinya seperti daerah asal, suku, agama, keyakinan, hingga perbedaan jenis kelamin. Label atau stereotip juga cenderung memiliki konotasi negatif. Biasanya, hal ini kita lakukan kepada orang lain yang “berbeda” dengan kita.

Hal ini, disadari atau tidak justru sangat membahayakan. Sebab,  satu orang dengan yang lainnya tak bisa disamakan begitu saja hanya karena memiliki persamaan dalam hal daerah asal, suku, agama, dan yang lainnya.

Setiap orang memiliki perbedaan yang membuat dirinya unik. Generalisasi semacam ini bisa membahayakan suatu kelompok karena ada prasangka buruk yang dirawat selama bertahun-tahun. Maka, stereotip negatif perlu dibongkar agar tak ada lagi prasangka buruk yang bisa mengancam nyawa seseorang atau suatu kelompok.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Nah, Parents, itu tadi sekilas mengenai sejarah Hari Toleransi Internasional 16 November. Semoga kita termasuk orang-orang yang menghargai perbedaan antar sesama manusia ya. Selamat Hari Toleransi Internasional!

Baca juga:

Kata Pakar: Ini cara mudah ajarkan toleransi pada anak sejak dini

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Catat! Sejarah Hari Toleransi Internasional 16 November
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti