Sejarah Awal Mula Racikan Kopi Cappuccino dan Resepnya

Pencinta cappuccino tentu saja harus mengetahui sejarah racikan kopi satu ini.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Banyak orang beranggapan cappuccino merupakan minuman khas Italia, padahal bisa jadi kopi yang sangat populer di menu kedai-kedai kopi seluruh dunia ini kemungkinan besar berasal dari negara lain. Bagaimana sejarah cappuccino?

Di Italia, cappuccino memiliki arti little cap atau diartikan sebagai cangkir kopi nikmat yang atasnya dipenuhi busa susu alias foam yang bagian dasarnya dipenuhi espresso dicampur susu. Sementara itu, istilah cappuccino yang populer di dunia menggambarkan kopi dengan buih susu.

Cappuccino pertama kali muncul di kedai kopi Wina sekitar 1700-an, dengan ciri khas kopi hitam yang dicampur gula, krim dan rempah-rempah.

Cappuccino di Italia sering dinikmati saat sarapan. Sebab, kopi dan susu dipercaya menambah stamina untuk menghadapi hari yang panjang.

Lantas, bagaimana sejarah cappuccino dan resepnya hingga membuat minuman satu ini jadi salah satu kopi favorit? Mari kita ketahui paparannya lebih lengkap seperti dilansir dari berbagai sumber:

Mengetahui Sejarah Cappuccino

Asal Usul Sejarah Cappuccino

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Asal-usul cappuccino seringkali dikaitkan dengan para biarawan Capuchin yang sering terlihat mengenakan jubah berwarna cokelat kopi. Dari penampilan mereka itulah  menjadi inspirasi minuman cappuccino. Capuchin untuk cappuccino dan kepala botak para biarawan dinilai mirip dengan foam susu di permukaan cappuccino.

Awal mula kisah biarawan Capuchin memakai jubah dan kerudung berwarna cokelat berasal dari sebuah cabang agama Katolik yang bernama Katolik Fransiskan. Mereka diserang kelompok mereka sendiri pada tahun 1520.

Kemudian, mereka diselamatkan dan diberi perlindungan oleh para biarawan dari Benedictine Camaldolese. Para Biarawan Capuchin berlindung dari pencarian sekelompok gereja resmi yang berkuasa di masa itu.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Biarawan Benedictine Camadolese yang membantu mereka sehingga bisa selamat dari pengejaran. Sebagai ungkapan terima kasih, para Biarawan Capuchin memakai jubah dan kerudung berwarna cokelat yang juga merupakan jubah dan kerudung yang dipakai biarawan yang telah menyelamatkan nyawa mereka.

Artikel terkait: 11 Jenis Minuman Kopi di Kafe agar Tidak Salah Pesan

Sejarah Cappuccino di Masa Lalu

Cappuccino yang dinikmati di masa lalu berbeda dari minuman lembut berwarna hazelnut yang kita cintai sekarang. Di masa lalu, cappuccino berupa kopi agak gosong seperti Moka Pot berpadu dengan steamed milk.

Mesin espresso modern yang dilengkapi portafilter alias gagang panjang dengan filter di ujungnya tercipta sekitar 1940-an dan 1950-an. Dari situlah, barista mulai berkreasi dengan resepnya dan menciptakan kopi dengan kualitas numero uno.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel terkait: 4 Resep Minuman Segar Berbahan Kopi, Es Kopi Nutella Hingga Affogato Ala Kafe

Resep Klasik Cappuccino

Resep Klasik Cappuccino

Manuel Terzi, yang membuka kedai Caffè Terzi di pusat kota Bologna, seperti dilansir dari Vice mengungkapkan  resep klasik ciptaan Specialty Coffee Association, organisasi yang mewakili ribuan profesional di industri kopi, untuk membuat cappuccino yang sempurna.

  • 1 shot espresso
  • ⅓ susu cair
  • ⅓ susu yang dikocok hingga berbusa
  • Disajikan dalam cangkir 150-170 ml dengan ketebalan buih susu sekitar 1-1,5 cm pada suhu 65-70 derajat Celsius.
  • Selain penampilannya, kita juga perlu memastikan susu dan kopi telah tercampur sempurna. Rasa dan tekstur minumannya harus sama dari tegukan awal hingga terakhir.

Artikel terkait: Segar! Ini 5 Resep Kopi Kekinian untuk Menemani Kegiatan di Rumah

Itulah sejarah cappuccino hingga resep klasik minuman kopi populer di setiap kedai-kedai kopi. Semoga bermanfaat!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Baca juga:

7 Destinasi Wisata Kopi di Indonesia, Salah Satunya Ambarawa

 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Penulis

Tania Latief