TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

6 Fakta Sarah Gilbert, Pembuat Vaksin Astra Zeneca yang Keputusannya Mengejutkan Dunia

Bacaan 4 menit
6 Fakta Sarah Gilbert, Pembuat Vaksin Astra Zeneca yang Keputusannya Mengejutkan Dunia

Sarah Gilbert memimpin tim pengembang vaksin AstraZeneca. Ia tidak mengambil hak paten atas vaksin tersebut sehingga harganya menjadi murah dan terjangkau.

Nama Sarah Gilbert tengah viral setelah menghadiri pertandingan Novak Djokovic melawan Jack Draper dalam ajang Wimbledon 2021. Pasalnya, dalam acara tersebut, para penonton memberikan standing ovation kepada Sarah Gilbert. 

Selain merupakan sosok di balik pengembangan vaksin di AstraZeneca-Oxford University, Sarah Gilbert juga memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi terkait hak paten vaksin AstraZeneca yang diciptakannya.

Siapa Sarah Gilbert dan apa saja fakta-faktanya dari sosok yang tengah menarik perhatian? Mari simak selengkapnya berikut ini seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Sarah Gilbert Seorang Ahli Vaksinologi

ahli vaksinologi

Seperti dikutip dari Shethepeople, Prof Sarah Catherine Gilbert merupakan ahli vaksinologi dari Jenner Insttute & Nuffield Department of Clinical Medicine, Oxford University. 

Dalam pengembangan vaksin COVID-19, perempuan kelahiran Northamptonshire, pada April 1962 itu menjadi salah satu formulator vaksin COVID-19 dari Oxford dan AstraZeneca.

Sarah meraih gelar sarjana ilmu biologi dari University of East Anglia, pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Hull dalam bidang genetika dan biokimia.

Sarah kemudian mulai menekuni vaksinologi di Oxford, pada tahun 2004, dia menjadi profesor di Jenner Institute.

Artikel terkait: Ini Alasan Vaksin AstraZeneca Disetop Sementara, Masyarakat Jangan Termakan Hoax

2. Sarah Gilbert Memimpin Uji Coba Vaksin Ebola

Sebelum mengembangkan vaksin corona, AstraZeneca (AZ)-Oxford University,  Prof Sarah Gilbert lebih dulu mengembangkan dan menguji vaksin flu universal pada tahun 2011.

Dia juga sempat memimpin uji coba pertama vaksin Ebola, wabah yang sempat memburuk di Afrika, pada tahun 2014. 

Sarah juga memiliki peran yang sama pada wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS), sindrom pernapasan yang sempat merebak di wilayah Timur Tengah.

3. Awal Mula Mengembangkan Vaksin AZ

vaksin astrazaneca yang dikembangkan sarah gilbert

Pada Desember 2020, Inggris menyetujui vaksin COVID-19 yang dikembangkannya bersama rekan-rekannya. 

Awalnya, Sarah mendapatkan ide untuk mengembangkan vaksin tersebut setelah China mempublikasikan kode genetik virus. 

Dalam pengembangan vaksin tersebut, Sarah mengaku mengetahui bahwa ada empat orang yang menderita pneumonia di China pada malam tahun baru 2020. 

Sarah kemudian langsung mengembangkan vaksin setelah menerima susunan patogen virus baru yang dikenal COVID-19.

Artikel terkait: Segera Digunakan di Indonesia, Apakah Vaksin COVID-19 Moderna Boleh untuk Ibu Hamil?

4. Tak Mau Meraup Keuntungan dengan Meninggalkan Hak Paten Vaksin AZ

Vaksin COVID-19 Oxford- AstraZeneca yang dikembangkan Sarah bersama dengan Oxford Vaccine Group telah mendapat persetujuan untuk digunakan di Inggris, pada 30 Desember 2020. 

Setelah mendapatkan persetujuan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), AstraZeneca menjadi salah satu vaksin yang paling banyak digunakan di dunia.

Meski vaksin ciptaannya telah digunakan banyak negara, Sarah tidak meraup keuntungan dari penjualan vaksin tersebut. Dia justru malah melepaskan hak paten atas vaksin tersebut.

Dia melakukannya agar dapat digunakan banyak orang untuk menangkal COVID-19. 

5. Keputusan Sarah Gilbert Membuat Harga Vaksin AZ Jauh Lebih Murah

sarah gilbert mengembangkan vaksin astrazeneca

Keputusan Sarah Gilbert melepas hak paten vaksin COVID-19 yang diciptakannya untuk alasan kemanuasiaan membuat vaksin AZ jadi jauh lebih murah dibandingkan merek lain.

Berdasarkan laporan BBC, biaya produksi untuk satu dosis vaksin ini hanya berkisar USD4, sementara vaksin corona keluaran Moderna atau Pzifer harganya mencapai puluhan dollar AS. 

Kendati demikian, AZ tak kalah bagus dari merek-merek lain. AZ diketahui memiliki sejumlah keunggulan, seperti tidak perlu menyiapkan alat pendingin canggih untuk menyimpan vaksin. Sehingga vaksin corona ini dapat dinikmati pula oleh negara-negara yang tidak mempunyai fasilitas pendingin memadai.

Berdasarkan laporan Lancet, efikasi AZ mencapai 70% didasarkan atas analisis interim hasil uji klinis tahap tiga di dua negara, yakni Brasil dan Inggris. Diketahui standar efikasi minimal vaksin COVID-19 adalah 50%.

Meski begitu, efikasi atau kemanjuran vaksin AZ cukup tinggi hingga 92 persen, termasuk mampu mencegah varian Delta yang dianggap paling berbahaya. 

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Artikel terkait: Benarkah Vaksin Pfizer Dijual di E-Commerce Malaysia? Ini Faktanya!

6. Tak Mau Sendirian Dikenal Luas, Sarah Gilbert Memperkenalkan Seluruh Anggota Risetnya 

Sarah diketahui merupakan pimpinan tim riset khusus untuk mempercepat proses pengembangan vaksin COVID-19. Namun, dia tak mau sendirian mendapatkan apresiasi publik. 

Dalam video yang dirilis Deutsche Bank, Sarah justru dengan bangga memperkenalkan seluruh anggota tim risetnya yang berasal dari berbagai latar belakang. Dia juga menekankan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh setiap individu. 

Salah seorang tim risetnya diketahui seorang warga negara Indonesia (WNI) yang sedang menempuh studi doktoral di Inggris bernama Indra Rudiansyah.

Demikian 6 fakta menarik Sarah Gilbert yang mendapat standing ovation dalam ajang Wimbledon 2021 karena aksi kemanusiaan yang dilakukannya.

Baca juga:

Mulai Jakarta Hingga Makassar, Simak Lokasi Vaksinasi COVID-19 Gratis Berikut

Perbandingan Jenis Vaksin COVID-19, Manakah yang Terbaik?

Catat Parents! Lokasi Vaksinasi COVID-19 Anak di Jabodetabek Hingga Palembang

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianparent

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • 6 Fakta Sarah Gilbert, Pembuat Vaksin Astra Zeneca yang Keputusannya Mengejutkan Dunia
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti