TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Sapardi Djoko Damono Meninggal, Warganet Kompak Tulis Puisi Haru

Bacaan 3 menit
Sapardi Djoko Damono Meninggal, Warganet Kompak Tulis Puisi Haru

“Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi, Tapi dalam bait-bait sajak ini, Kau takkan ku relakan sendiri....“ penggalan puisi tersebut.

Kabar duka menyelimuti dunia hiburan dan sastra tanah air. Salah satu tokoh terkemuka, sastrawan Indonesia, Sapardi Djoko Damono dikabarkan tutup usia.

Sastrawan yang juga menjadi akademisi Universitas Indonesia ini mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (19/7/2020) pukul 09.17 WIB. Sapardi meninggal dunia di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.

Sapardi Djoko Damono meninggal dunia

Terkait dengan hal ini, Kepala Biro Humas dan Kantor Informasi Publik Universitas Indonesia (UI) Amelita Lusia membenarkan kabar meninggalnya Sapardi Djoko Damono. “Ya, Mas,” kata Amel saat dikonfirmasi, dilansir dari Kompas.com.

Artikel Terkait : Ibu bagikan foto kecelakan anak 12 tahun yang menolak pakai helm, sebagai peringatan ke sesama orangtua

Meninggal karena penurunan fungsi organ

Sapardi Djoko Damono

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Marketing Communication Manager RS Eka Hospital Erwin Suyanto membeberkan alasan meninggalnya sang sastrawan. Erwin mengatakan bahwa Sapardi meninggal dunia karena sakit penurunan fungsi organ yang dideritanya.

“Penurunan fungsi organ, ya,” kata Erwin.

Kabar awal tersiar dari sesama penulis

Mulanya kabar duka ini tersebar dan dibenarkan oleh rekan sesama penulis, yakni Maman Suherman. Menurutnya, kabar ini juga diperoleh dari para sesama penulis.

“Saya mendapat kabar dari banyak sekali teman-teman dan senior penyair. Saya percaya mereka,” ujar Maman kepada Kumparan.

Terkait dengan hal ini, Maman pun mengungkapkan bahwa ia belum melakukan kontak langsung dengan pihak keluarga. Ia menilai saat ini keluatga tengah diliputi suasana duka.

“Meski saya belum bisa kontak dengan istri dan belum dijawab, tentu sedang berduka,” ujar dia.

Artikel Terkait : Haru, ini pesan terakhir ibu yang bayinya selamat dari kecelakaan maut truk bermuatan timpa mobil

Mewariskan karya-karya lintas generasi

Sapardi Djoko Damono

Bagi penikmat sastra, nama Sapardi Djoko Damono bukanlah seseorang yang asing. Ia begitu dikagumi karena berbagai karyanya yang ciamik dan bisa dinikmati oleh lintas generasi.

Beberapa puisinya yang terkenal di masyarakat seperti Hujan Di Bulan Juni, Aku Ingin, Yang Fana Adalah Waktu, dan lainnya. Dirinya pun pernah menjadi Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1999-2004.

Sapardi sendiri lahir pada 20 Maret 1940 di Surakarta. Ia tutup usia di umur 80 tahun.

Di akhir hayatnya, ia pun berkiprah dengan mengajar di Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta.

Salah satu puisinya yang berjudul Hujan di Bulan Juni pernah diangkat ke layar lebar. Ia pun turut bermain dalam film tersebut.

Artikel Terkait : Ungkapan Ayah Ashraf Sinclair, “Ini rasanya kehilangan seorang putra”

Sosial Media ramai menuliskan puisi “Pada Suatu Hari Nanti”

Sapardi Djoko Damono Meninggal, Warganet Kompak Tulis Puisi Haru

Jagat sosial media pun ramai mengucap doa sekaligus bait puisi dari sang sastrawan. Banyak warganet yang mengunggah fotonya di Instagram dan menge-tag akun Instagram Sapardi. Judul puisi Pada Suatu Hari Nanti, karyanya bak mengiringi kepergian Sapardi.

“Pada suatu hari nanti

Jasadku tak akan ada lagi

Tapi dalam bait-bait sajak ini

Kau takkan ku relakan sendiri

 

Pada suatu hari nanti,

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Suaraku tak terdengar lagi

Tapi di antara larik-larik sajak ini

Kau akan tetap ku siasati

 

Pada suatu hari nanti,

Impianku pun tak dikenal lagi

Namun di sela-sela huruf sajak ini

Kau tak akan letih-letih ya ku cari.”

 

Selamat jalan Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono.

Kita doakan semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkannya pun mendapatkan ketabahan.

Baca Juga :

Ashraf Sinclair, suami BCL meninggal dunia karena serangan jantung

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Sapardi Djoko Damono Meninggal, Warganet Kompak Tulis Puisi Haru
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti