TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Gara-gara Resesi Seks, Perempuan Lajang di Singapura Boleh Melakukan Ini

Bacaan 3 menit
Gara-gara Resesi Seks, Perempuan Lajang di Singapura Boleh Melakukan Ini

Beberapa negara di dunia kini tengah berhadapan dengan resesi seks termasuk Singapura yang akhirnya membolehkan perempuannya melakukan ini

Angka kelahiran bayi di Negara Singapura tahun 2021 diketahui sangat rendah. Tercatat, angka kelahiran  di Negeri Singa Putih itu hanya mencapai 1,12 bayi per wanita. Hal ini disebabkan bukan saja karena angka perkawinan yang rendah namun turut juga dikaitkan dengan para perempuannya yang kurang bersemangat melakukan hubungan seks atau biasa disebut resesi seks, seperti dikutip dari Channel News Asia (CNA).

Artikel Terkait: Luna Maya Bekukan Sel Telur untuk Memiliki Anak Kelak: “Umur Bukan Masalah”

Fenomena Resesi Seks Perempuan Singapura

Kurang bersemangatnya seseorang melakukan seks atau disebut juga resesi seks merupakan penurunan mood untuk berhubungan seksual, menikah, atau memiliki anak. Penyebab dari resesi seks ini bermacam macam.

 

Perempuan di singapura

Umumnya resesi seks disebabkan karena  pengalaman seks yang didapatkan kurang menyenangkan serta susahnya membangun dan merasakan momen  keintiman bersama pasangan.

Selain itu, kondisi psikologis misal dalam keadaan tertekan turut  memicu  munculnya ketidakseimbangan hormon bagi perempuan yang berakibat terganggunya ovulasi sehingga  menyebabkan kemungikan tertundanya kehamilan secara alami, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Langkah yang Ditempuh Singapura

Perempuan di singapura

Melihat fenomena ini, Pemerintah Singapura pun tak tinggal diam. Beberapa cara dilakukan untuk menstimulasi adanya peningkatan kelahiran.

Bahkan pihaknya menawarkan insentif uang tunai  sebagai ‘Bonus Bayi’ guna  meningkatkan angka kelahiran disana.

Selain itu, kabar terbaru dari pusat keuangan Asia juga turut berencana mulai tahun depan membolehkan para perempuan lajang di Singapura untuk membekukan sel telurnya.

Hal ini dilakukan pemerintah guna membuka kemungkinan hamil bagi para wanita sekalipun waktu produksi sel telur sudah berhenti. 

“Kami menyadari bahwa beberapa wanita ingin mempertahankan kesuburan karena keadaan pribadi mereka, misalnya, mereka yang tidak dapat menemukan pasangan saat mereka masih muda, tetapi ingin memiliki kesempatan untuk hamil jika mereka menikah nanti,” tulis Lee Hsien Loong,  Perdana Menteri (PM) Singapura seperti dilansir dari South China Morning Post.

Langkah yang ditempuh Pemerintah Singapura ini bukan hal baru lagi bagi negara-negara lain seperti Korea Selatan (Korsel), Thailand, Malaysia, Jepang, Taiwan dan bahkan Indonesia yang telah lebih dulu membolehkan perempuan lajang membekukan sel telurnya.

Bahkan di  negara Jepang, pemerintahnya sampai memberikan subsidi bagi perempuan yang mau melakukan hal ini.

Artikel Terkait: Luna Maya dan 6 Artis yang Bekukan Sel Telur, Apa Alasannya?

Didukung Kelompok Hak-hak Perempuan

Gara-gara Resesi Seks, Perempuan Lajang di Singapura Boleh Melakukan Ini

Sementara itu, hal ini di dukung dan diapresiasi oleh kelompok hak-hak perempuan yang menilai langkah yang ditempuh ini bisa jadi salah satu solusi untuk masalah kesuburan Singapura yang rendah.

“Membiarkan pembekuan telur sosial memperluas peluang orang-orang ini untuk menjadi orang tua lebih lama. Ini adalah langkah positif, dan tepat waktu, mengingat tingkat kesuburan Singapura yang rendah,” terang kepala penelitian dan advokasi di Association of Women for Action and Research (Aware), Shailey Hingorani.

Diketahui, teknologi pembekuan sel telur (Egg Freezing) sudah ada sejak 1980-an. Kendati demikian, biaya yang dikeluarkan untuk membekukan sel telur masih tergolong mahal.

Teknologi ini tentu hanya bisa dijangkau oleh perempuan yang cukup secara materi saja terutama bagi negara di Asia Tenggara yang  rata-rata PDB per kapita masih rendah, hanya US$11.123 pada tahun 2020 menurut data dari Bank Dunia (World Bank).

Singapura Pening “Resesi Seks”, Wanita Lajang Diizinkan Ini
www.cnbcindonesia.com/news/20220427075215-4-335163/singapura-pening-resesi-seks-wanita-lajang-diizinkan-ini

Cerita mitra kami
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yesica Tria

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Gara-gara Resesi Seks, Perempuan Lajang di Singapura Boleh Melakukan Ini
Bagikan:
  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
    Cerita mitra kami

    TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
    Cerita mitra kami

    TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti