TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Peneliti asal Cina hasilkan bayi kembar anti HIV dari rekayasa genetika!

Bacaan 3 menit
Peneliti asal Cina hasilkan bayi kembar anti HIV dari rekayasa genetika!

Kira-kira akan seperti apa bayinya ya?

Seorang peneliti asal Cina mengklaim berhasil membuat rekayasa genetika pada manusia untuk yang pertama kalinya di dunia – dengan membuat dua bayi kembar melalui ‘pengeditan’ DNA yang digadang mampu menuliskan sejarah baru bagi kehidupan umat manusia.

Meskipun begitu, terobosan ini masih menjadi kontroversi di dunia pengetahuan ilmiah karena mendobrak etika yang ada atas eksperimen terhadap manusia.

Seorang peneliti asal Amerika Serikat mengaku juga mengambil peranan dalam penelitian ini, sebab rekayasa genetika pada manusia di Amerika Serikat masih dilarang. Perubahan DNA dapat berbahaya bagi perkembangan genetika di masa mendatang.

Karena masih banyak ilmuwan yang menentang terobosan ini, bahkan beberapa di antaranya juga melaporkan penelitian ini sebagai eksperimen manusia.

Rekayasa genetika pada manusia, bagaimana cara kerjanya?

rekayasa genetika pada manusia

Peneliti yang bernama He Jiankui ini setidaknya bereksperimen terhadap tujuh pasangan selama masa kesuburan, dan hanya satu kehamilan pada saat itu.

Tujuan utama penelitian ini bukanlah untuk menyembuhkan atau mencegah penyakit tertentu diwariskan, namun keadaan alami yang bisa saja dialami oleh setiap orang – kemungkinan untuk melawan infeksi HIV di masa mendatang.

“Saya merasa memiliki tanggung jawab yang besar bukan hanya sekedar untuk menjadikan penelitian ini sebagai yang pertama namun juga menjadikannya sebagai sebuah contoh,” ungkapnya. “Masyarakatlah kelak yang akan memutuskan, langkah apa yang akan diambil setelahnya.” lanjutnya.

Proses rekayasa genetika pada manusia ini dilakukan dengan metode CRISPR atau kepanjangan dari ‘clustered regularly interspaced short palindromic repeats’.

Meskipun banyak ilmuwan yang menentangnya, namun salah satu ahli genetika terkenal yang berasal dari George University mendukung upaya rekayasa genetika pada manusia untuk virus HIV yang dilakukan oleh He Jiankui, sebab menurutnya virus HIV merupakan salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang sangat besar dan menakutkan.

Perbedaan mencolok antara Amerika Serikat dan Cina adalah kebijakan mengenai kloning dan rekayasa genetika pada manusia. Jika di Amerika Serikat, kloning diperbolehkan tidak dengan Cina. Sementara sebaliknya, rekayasa genetika malah diperbolehkan di Cina sementara Amerika Serikat dilarang ketat.

Mengapa memilih penderita HIV untuk rekayasa genetika?

rekayasa genetika pada manusia

Ia telah menghabiskan bertahun-tahun untuk mempraktikkan rekayasa genetika pada tikus percobaan, monyet dan embrio manusia di laboratorium.

Kemudian ia memilih untuk membuat rekayasa genetika pada manusia yang terinfeksi HIV karena persoalan virus ini memang juga merupakan persoalan besar di Cina yang belum bisa terselesaikan.

Ia berusaha untuk menonaktifkan gen yang disebut CCR5 yang membentuk pintu protein yang memberi peluang HIV untuk memasuki sel. Eksperimen yang dilakukannya ini melibatkan semua pria pengidap HIV sementara perempuan yang tidak terinfeksi. 

Sejak awal ia bahkan memberitahukan bahwa apa yang akan dilakukannya ini belum pernah dicoba sebelumnya dan mungkin saja membawa resiko-resiko tertentu. Tak hanya itu, ia juga menawarkan asuransi hingga bayi hasil rekayasa genetikanya itu berusia 18 tahun.

Terlepas dari kontroversinya, menurut Bunda apakah yang dilakukan peneliti Cina ini merupakan terobosan yang akan berguna bagi kehidupan generasi di masa mendatang?

Referensi: Telegraph

Baca juga:

Video Bayi Lucu Sekali, Rekayasa Komputerkah?

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Tiara Iraqhia

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Peneliti asal Cina hasilkan bayi kembar anti HIV dari rekayasa genetika!
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti