Jelang Putaran Kedua, Simak Program Ahok-Djarot & Anies-Sandi Soal Perempuan dan Anak ini

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Siapa yang akan menjabat gubernur dan wagub DKI nantinya ada di tangan kita. Untuk itu, mari kenal lebih dekat para calon dan program-program mereka.

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua sebentar lagi akan dilaksankan. Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya Parents meninjau apa saja program kandidat gubernur pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi ini.

Karena segala sesuatu terkait kebijakan pemerintah akan ditentukan oleh program, maka wajib hukumnya untuk melihat tawaran apa yang diberikan oleh masing-masing kandidat terutama dalam bidang perempuan dan anak.

Berikut daftar program yang ditawarkan oleh pasangan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno:

1. Kesehatan Perempuan dan Anak

Ahok-Djarot

Dalam hal kesehatan, pasangan nomer urut dua ini menamakan programnya dengan "Pemenuhan atas Hak Kesehatan Reproduksi, Seksualitas dan Mental".

Setidaknya, ada 10 prioritas yang menjadi hak perempuan di Jakarta, di antaranya adalah:

  1. Memastikan jaminan layanan kesehatan reproduksi dan seksualitas termasuk dalam fasilitas KJS. Termasuk, layanan aborsi yang aman untuk korban kekerasan seksual yang tidak ingin mempertahankan kehamilan sesuai dengan PP No. 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, turunan dari UU Kesehatan No. 39 tahun 2009 pasal 75 tentang layanan aborsi
  2. Pelaksanaan program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) yang telah dimandatkan kepada Puskesmas, dihubungkan dengan penanganan kekerasan dalam rumah tangga. Pembekalan tim Ketuk pintu dengan perspektif gender dan pengetahuan tentang KDRT akan membantu deteksi dini saat kunjungan.
  3. Memastikan petugas kesehatan di rumah sakit dan puskesmas memiliki perspektif gender dan memahami tentang kekerasan dalam rumah tangga, sehingga sedini mungkin bisa mendeteksi pasien perempuan karena kekerasan dalam rumah tangga.
  4. Membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumber Waras dengan pengobatan khusus penyakit kanker (termasuk kanker servic, kanker payudara), jantung, otak dengan tambahan sebanyak 2.000 tempat tidur, meningkatkan akreditasi rumah sakit bertaraf internasional (akreditasi JCI) sejumlah minimal tiga RSUD, pembentukan pelayanan spesialis di setiap RSUD dengan mengoptimalkan kinerja tenaga kesehatan yang sudah ada, serta meningkatkan kerjasama dengan pihak swasta melalui pembinaan, pengawasan, dan pengendalian RS Swasta.
  5. Mengurangi angka kematian ibu sampai minimal 70 per 100.000 angka kelahiran sesuai dengan target Sustainable Development Goal/ tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pada tahun 2015, AKI Jakarta mencapai 85 orang per tahun.
  6. Mengurangi angka kematian Bayi sampai 12 per 1000 kelahiran dan angka kematian balita 25 per 1000 kelahiran sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs)
  7. Ketersediaan ambulan gratis bagi warga dengan penambahan armada 100 ambulan dengan target waktu tunggu 15 menit, dengan memastikan fasilitas yang ramah perempuan, disabilitas dan berkebutuhan khusus lainnya.
  8. Meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kerja kesehatan dengan membuka sistem rekrutmen terbuka sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan, serta menjalankan sistem sertifikasi yang setaraf dengan kota-kota maju di dunia. Quota minimal 30% untuk tenaga kesehatan perempuan dan memastikan semua tenaga kesehatan mendapatkan training kesehatan reproduksi dan seksualitas, serta perspektif gender.
  9. Menghapuskan segala praktek-praktek yang membahayakan kesehatan perempuan dan anak perempuan seperti sunat perempuan, perkawinan anak, dan perdagangan perempuan.
  10. Mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas dalam bentuk program di luar kurikulum sekolah dan di sekolah mulai SD sebagai upaya memperkuat perspektif anak-anak untuk menghormati tubuhnya sendiri dan kawannya.

 Anies-Sandi

  1. Memberikan subsidi bagi rumah sakit dan klinik swasta dari APBD agar dapat menjadi tujuan berobat yang terjangkau. Karena sejak Kartu Jakarta Pintar (KJP) diluncurkan, Puskesmas kebanjiran pasien dan akhirnya banyak yang tak dapat tertangani.
  2. Mengembangkan program dokter keluarga yang telah diinisiasi oleh petahana. Dokter keluarga fokus pada upaya preventif dan promotif seputar penyakit keluarga dan diutamakan pada lansia dan daerah padat penduduk.
  3. Program Pos Perempuan Mandiri untuk merevitalisasi Posyandu dan Posbidu. Termasuk mengintegrasikan Posyandu dengan PAUD dan melatih kader Posyandu.
  4. Memastikan dalam satu periode kerja, ada 80% ibu yang menyusui anaknya dengan ASI ekslusif. Mewajibkan mall dan perkantoran agar menyediakan ruang laktasi yang layak agar jumlah ibu bekerja yang menyusui semakin banyak. Membatasi konsumsi pralaktal atau susu formula agar ibu lebih tergerak menyusui anaknya dengan ASI eksklusif.
  5. Melakukan rawat gabung bagi ibu yang baru melahirkan.
  6. Melakukan pendampingan dan konseling jika ibu positif mengalami HIV.
  7. Siaga persalinan darurat dengan menyediakan motor darurat di setiap Puskesmas yang menjangkau sampai ke pelosok gang demi membantu ibu yang harus segera dilarikan ke rumah sakit jelang persalinan

Halaman selanjutnya, program kedua kandidat di bidang pendidikan perempuan dan anak..

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita