Pro-Kontra Menggelitik Bayi, Apakah Dampaknya Baik atau Justru Buruk bagi si Kecil?

Pro-Kontra Menggelitik Bayi, Apakah Dampaknya Baik atau Justru Buruk bagi si Kecil?

Bayi memang menggemaskan. Rasanya, kita ingin membuatnya tertawa sepanjang hari. Namun, apakah membuatnya tertawa dengan menggelitik baik untuknya?

Sebagai orangtua, kita sangat senang membuat bayi tertawa. Namun membuat bayi tertawa itu kadang tidak mudah, beberapa orang menggunakan jalan pintas, yaitu menggelitik bayi.

Persoalan menggelitik bayi ini menjadi perdebatan antara para ilmuan maupun dokter anak. Pro dan kontra yang terjadi sering membuat orangtua bingung harus bagaimana.

Berikut adalah beberapa argumen berkaitan dengan dampak positif maupun negatif dari menggelitik bayi.

Argumen yang pro menggelitik bayi

1. Mendekatkan ikatan dengan orang tua

Dalam sebuah risetnya, Charles Darwin menemukan fakta bahwa bayi simpanse akan lebih merespon dan dekat dengan yang lainnya apabila ada yang menggelitiknya. Hal ini dapat berlaku pada mamalia lain seperti manusia.

Ibu yang menggelitik bayi sedang membuat ikatan utama dengan anak. Hal tersebut juga dapat dikategorikan sebagai salah satu program interaksi neurologis ikatan antara ibu dan anak.

2. Melatih sensori bayi

Melatih sensori pada bayi bisa dimulai sejak dini, yaitu dengan anggota tubuhnya sendiri. Bayi yang sehat akan merespon sentuhan yang diberikan padanya. Respon yang ia berikan pada indra kulit yang termasuk panca indra ini sangat berguna untuk mengetahui tumbuh kembang anak.

3. Menghilangkan stres bayi

Bayi juga bisa mengalami stres. Ia akan mudah stres jika pengasuhnya tidak bergerak sehingga jadi bosan. Bayi yang merasakan energi negatif dari orang-orang di sekitarnya juga mudah mengalami rasa jenuh seperti halnya orang dewasa.

Menggelitik bayi dapat membuatnya tertawa sehingga bisa terbebas dari perasaan stres yang mengganggu pikirannya. Saat ia tertawa, ia akan kembali ceria.

4. Melatih anak melindungi tubuhnya

Pada balita yang sudah bebas bergerak, saat ia digelitik, ia akan tahu daerah mana yang sensitif di tubuhnya. Dari sana, ia akan belajar untuk melindungi anggota tubuh itu terutama saat terjadinya kontak fisik.

Di lain sisi, argumen yang kontra menyatakan bahwa menggelitik merupakan bentuk penyiksaan terhadap bayi, simak di halaman selanjutnya..

Argumen kontra menggelitik bayi

1. Bayi belum dapat menolak gelitikan

Saat orang tua menggelitik bayi, barangkali bayi memang tertawa. Tapi bukan berarti bayi senang. Hal ini diungkapkan oleh Tiffany Field, Ph.D., direktur di Touch Research Institutes di Sekolah Pengobatan Universitas Miami.

Tertawa adalah respon wajar ketika dikelitik. Namun, bahkan orang dewasa pun belum tentu suka. Apalagi, bayi belum bisa mengatakan kata “stop” seperti layaknya orang dewasa.

2. Bayi “belajar” pasrah diperlakukan apapun

Saat kita menggelitik bayi, bayi belum mampu menggelitik kita gantian. Di sini, bayi mulai belajar bahwa ia akan berada di posisi kalah dan pasrah mengahadapi “serangan” orang dewasa.

Dalam sebuah arikel di Hand and Hand Parenting, permainan tawa seperti itu disebut sebagai permainan yang tidak sehat untuk perkembangan anak.

3. Menggelitik adalah sebuah penyiksaan

Teknik menggelitik adalah salah satu metode yang digunakan untuk menyiksa tahanan Nazi. Penyiksaan ini dilakukan karena tidak ada seorang pun yang tahan dikelitik tubuhnya, apalagi secara agresif.

Anda memang akan tahu sampai mana batasan tertawa bayi. Namun, perlu hati-hati jika sang kakak yang melakukannya. Banyak tertawa bisa membuat bayi tersedak air liurnya sendiri.

4. Menggelitik bukanlah metode sensory yang baik untuk bayi

Sebuah jurnal menyatakan bahwa sentuhan tidak berhubungan dengan sensory bayi. Peneliti melakukan penelitian pada bayi usia 4 bulan dan 6 bulan. Kemudian, bayi tersebut memperoleh getaran yang membuat mereka tergelitik.

Hanya 70% bayi usia 4 bulan yang mengenali di mana sumber getaran. Sedangkan, pada bayi usia 6 bulan, 50% dapat mengenali sumber gelitikan dengan menyinglangkan kedua kakinya.

Peneliti menyimpulkan bahwa menggelitik dengan metode kaki yang disilangkan dan kaki yang tidak disilangkan pada bayi usia 4-6 bulan tersebut hanya menerima sentuhan setara dengan sentuhan pada tubuh yang lainnya. Tidak ada korelasi antara siapa yang menggelitik, apa yang didengar, dan aroma apa yang mereka terima.

Artikel terkait: Asyiknya Bermain Ciluk Ba Bersama Ayah

Keputusan akan setuju atau tidak untuk menggelitik bayi ada pada Anda, Parents. Ada sebuah keyakinan bahwa jika sesuatu tidak dilakukan secara berlebihan, maka tidak akan apa-apa.

 

Referensi : Baby Laughter, Science Daily, Slate, Popsci, Hand in Hand Parenting

Baca juga :

Bermain Dengan Anak di Bawah 1 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner