TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pengakuan seorang Ayah "Putriku nyaris menjadi korban predator seksual online..."

Bacaan 4 menit
Pengakuan seorang Ayah "Putriku nyaris menjadi korban predator seksual online..."

Seorang ayah membagikan pengalaman putrinya yang diincar oleh predator seksual online.

Bagi Anda yang memberikan anak kebebasan menggunakan ponsel dan berselancar di dunia maya, waspadalah terhadap predator seksual online yang mengincar anak-anak belia.

Seorang ayah bernama Brad Summer, mengunggah beberapa screenshot percakapan yang ada di ponsel anaknya. Percakapan sang anak dengan predator seksual online itu ia jadikan peringatan, agar semua orangtua waspada terhadap aktivitas yang dilakukan anak di aplikasi chat.

Putri Brad yang baru saja berusia 7 tahun, bertemu dan mengobrol dengan seorang predator seksual online. Jessy diminta untuk mengirimkan foto telanjang, namun anak tersebut tidak bersedia. Si predator seksual online itu terus saja mendesaknya.

Artikel terkait: Inilah yang diincar predator seksual dari foto anak di media sosial

chat predator seksual online

Karena merasa tidak nyaman, Jessy pun menunjukkan chat tersebut pada ayahnya. Brad merasa sangat marah dengan karena ada orang yang hendak melecehkan putrinya. Namun, ia juga bangga pada Jessy yang tidak mau menuruti omongan orang tersebut, dan malah berkata jujur pada ayahnya.

Si predator seksual online yang tidak tahu bahwa Jessy telah melapor kepada Brad, terus saja memaksa untuk melihat foto Jessy tanpa busana.

Hingga akhirnya Brad membalas chat orang tersebut dengan mengatakan, “Saya ayah Jessy dan saya seorang polisi. Kami telah merekam alamat dan lokasi IP kamu. Hentikan kontak apapun dengan putriku sekarang juga!”

chat predator seksual online 2

Dalam sebuah status di media sosial bertanggal 6 September 2017, Brad menulis:

Kepada teman-teman Facebook kami,  Hari ini kami mengalami kejadian yang perlu kami infokan ke banyak orang, terutama orangtua. Putri kami memiliki sebuah aplikasi yang ia gunakan bersama beberapa teman dan anggota keluarga. Awalnya aplikasi ini menyenangkan, tapi kemudian membuat amarah kami memuncak. Aplikasinya disebut  musical.ly.

Pertama-tama, saya ingin mengatakan bahwa kami bangga pada Jessy, dan yang kedua kami ingin menjadikan peristiwa ini sebagai peringatan bagi keluarga lainnya. 

Tolong, katakan pada anak-anak kalian untuk memberitahu orangtuanya jika ada seseorang yang meminta hal aneh seperti ini. Biarkan mereka tahu bahwa memberitahu orangtua adalah cara yang terbaik.  Kami telah menghubungi polisi dan sedang menelusuri jejak pelaku. Aku tahu, banyak orang yang akan menyalahkan kami sebagai orangtua atas terjadinya peristiwa ini. Tapi kami tidak pernah mengerti pola pikir predator, dan mungkin kami juga naif karena berpikir putri kami aman menggunakan aplikasi yang kami pikir ramah anak.  Kami minta untuk tidak menghakimi, dan biarkan pengalaman kami menjadi pelajaran bagi kita semua.

predator seksual online

Aplikasi ramah anak juga sering menjadi tempat predator seksual online berkeliaran.

Perlu diketahui, anak saya tidak punya ponsel pribadi. Aplikasi ini ada di salah satu ponsel saya yang digunakan saat saya dan istri ada di rumah. Jessy menggunakan aplikasi ini untuk terhubung dengan para sepupu, dan membuat lagu duet bersama  Kami juga menerima pertemanan dari teman-teman sepupu Jessy, dan putri kami pikir si pelaku adalah salah seorang dari mereka.  Kami tidak pernah menyangka, bahwa ada seseorang yang berpura-pura jadi anak 9 tahun untuk melancarkan aksi bejatnya. Beruntung Jessy tahu apa yang harus dia lakukan, dengan melaporkan hal tersebut pada kami, dia terhindar jadi korban predator seksual.  Kami membagikan ini sebagai bahan peringatan untuk semua orangtua agar mengajarkan pada anak untuk waspada. 

Anak-anak Indonesia rawan menjadi korban predator seksual online

predator seksual online

Apa yang terjadi pada Jessy bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak kita. Apalagi, menurut laporan BBC di tahun 2013 lalu, yayasan internasional d bidang perlindungan anak Terre des Hommes International Federation (TDHIF). Anak-anak di Indonesia sangan rentan diburu oleh predator seksual di dunia maya.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah mereka menemukan 1000 predator seksual yang tersebar di 71 negara di dunia. Mereka menggunakan program Sweetie, rekayasa komputer berbentuk anak perempuan umur 10 tahun untuk menjerat para predator seksual online. 

Artikel terkait: Sweetie – Gadis Yang Jerat 1000 Predator Seks Anak

Dari 1000 predator yang terjerat Sweetie, tiga di antaranya berasal dari Indonesia. Sudaryanto, Country Manager TDHIF Belanda, mengatakan bahwa jumlah ini tidak bisa dianggap remeh. Karena sepertiga PSK di Indonesia berada di bawah usia 18 tahun.

Selain kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia yang cenderung meningkat setiap tahunnya, juga semakin banyak situs porno yang bisa diakses dengan mudah di Indonesia.

predator seksual online

Waspadai semakin banyaknya situs porno yang mudah diakses oleh anak-anak di Indonesia.

Enda Nasution, seorang pengamat teknologi informasi mengatakan, kemungkinan anak menjadi korban predator seksual semakin tinggi akibat pemakaian media sosial yang terus meningkat.

Karenanya, orangtua diimbau agar selalu mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan aplikasi apapun berbasis daring dan media sosial. Ajarkan pula pada anak untuk tidak sembarangan mengirimkan foto pada orang yang belum dikenal.

Bahkan orang yang dikenal sekalipun harus diwaspadai jika meminta hal aneh seperti foto telanjang dan semacamnya. Sebab bisa saja itu adalah predator yang sedang menyamar untuk mengincar anak.

Biasakan anak untuk selalu terbuka pada orangtua dan tidak takut menyampaikan apapun yang mengganjal di hatinya. Dengan begitu bila ada predator seksual yang menghubunginya, dia bisa segera melapor pada orangtua.

Semoga keluarga kita terhindar dari kejahatan predator seksual, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

 

Baca juga:

Waspada Parents, Predator Seksual Anak Berkedok Akun Palsu Selebriti Beredar di Media Sosial

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Pengakuan seorang Ayah "Putriku nyaris menjadi korban predator seksual online..."
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti