TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Anak Suka Makanan Berwarna-warni? Waspadai 3 Bahayanya Berikut Ini!

Bacaan 4 menit
Anak Suka Makanan Berwarna-warni? Waspadai 3 Bahayanya Berikut Ini!

Tahukah Parents kalau pewarna makanan buatan itu bisa berbahaya bagi anak-anak? Ini risiko yang bisa dialami tubuh jika mengonsumsi pewarna buatan.

Permen coklat dengan lapisan gula warna-warni, rainbow cake, kukis berwarna cerah menyala dan masih banyak lagi. Semua makanan itu memang menggoda, terutama bagi anak-anak. Tapi semua camilan lezat itu juga mengandung pewarna makanan buatan. Pewarna buatan ditengarai dapat menyebabkan efek samping yang serius, seperti hiperaktif pada anak-anak, kanker dan alergi. Benarkah demikian?

Apa itu pewarna makanan buatan?

pewarna makanan buatan

Pewarna makanan buatan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menambah warna dan mempercantik tampilan makanan agar lebih menarik perhatian. 

Pewarna buatan pertama kali diciptakan pada tahun 1856 dari tar batubara dan telah digunakan selama berabad-abad. Saat ini, pewarna makanan terbuat dari minyak bumi.

Ada dua jenis pewarna buatan, yakni yang larut dan tidak larut dalam air. Jenis pewarna yang larut dalam air biasanya berbentuk bubuk, butiran, atau cairan sedangkan yang tidak larut diperuntukkan untuk produk yang mengandung lemak dan minyak.

Artikel terkait: Awas! 5 Jenis makanan dan minuman ini bisa menyebabkan kanker

Berbagai produk yang mengandung pewarna makanan akan diuji coba keamanannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jadi, berbagai produk di pasaran yang mengandung pewarna buatan telah lulus uji dan terbilang aman untuk dikonsumsi, selama ada nomor registrasi Badan POM-nya.

Berikut beberapa jenis pewarna makanan buatan yang biasa digunakan

pewarna makanan buatan

  • Pewarna buatan Merah No. 3 (Eritrosin), berwarna merah ceri yang biasa digunakan dalam permen dan pasta untuk dekorasi kue.
  • Pewarna buatan Merah No. 40 (Allura red), berwarna merah gelap yang digunakan dalam minuman olahraga, permen, bumbu, dan juga sereal.
  • Pewarna buatan Kuning No. 5 (Tartrazine), warna lemon kuning yang digunakan dalam permen, minuman ringan, keripik, popcorn, dan sereal.
  • Pewarna buatan Kuning No. 6 (Sunset yellow), berwarna oranye kuning yang digunakan dalam permen, saus, makanan yang dipanggang, dan buah-buahan yang diawetkan.
  • Pewarna buatan Biru No. 1 (Brilian biru), berwarna biru kehijauan yang digunakan dalam es krim, kacang polong kalengan, sup kemasan, dan bahan dekorasi kue.
  • Pewarna buatan Biru No. 2 (Indigo carmine), berwarna biru terang yang digunakan dalam permen, es krim, sereal, dan makanan ringan.

Namun, ada sedikit kontroversi mengenai keamanan zat ini. Beberapa pewarna buatan makanan dianggap aman di satu negara, tetapi dilarang  dikonsumsi manusia di negara lain, sehingga sangat membingungkan untuk menilai keamanannya.

Misalnya, hijau No. 3, juga dikenal sebagai Fast Green, disetujui oleh FDA tetapi dilarang di Eropa.

Quinoline Yellow, Carmoisine, dan Ponceau adalah contoh pewarna makanan yang diizinkan di Eropa tetapi dilarang di Amerika.

Efek samping dari pewarna makanan buatan

Pewarna buatan, meski dinyatakan aman, ternyata memicu timbulnya efek samping pada anak. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Anak jadi hiperaktif

ciri anak adhd

Pada tahun 1973, seorang ahli alergi anak-anak menyatakan bahwa pewarna makanan buatan dan pengawet dalam makanan menyebabkan hiperaktif dan masalah belajar pada anak-anak.

Sebuah studi kecil menemukan bahwa 73% anak-anak dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) menunjukkan penurunan gejala ketika dua zat tambahan tersebut dihilangkan dari makanan mereka.

Artikel terkait: Pewarna makanan alami lebih baik daripada pewarna buatan

makanan dengan pewarna buatan

Kemudian penelitian yang dilakukan oleh United Kingdom’s Food Standards Agency di tahun 2007 menunjukkan bukti serupa yang menyatakan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna buatan dapat meningkatkan perilaku hiperaktif pada anak

Kesimpulannya, studi menunjukkan ada hubungan kecil tapi signifikan antara pewarna makanan buatan dan hiperaktif pada anak-anak. Beberapa anak tampaknya lebih sensitif terhadap pewarna daripada yang lain.

2. Pewarna Buatan Picu Kanker

Anak Suka Makanan Berwarna-warni? Waspadai 3 Bahayanya Berikut Ini!

Pemeriksaan kanker payudara. (Unsplash)

Dengan pengecualian pewarna jenis Red 3, saat ini belum ada bukti konklusif bahwa pewarna makanan dapat menyebabkan kanker. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan berdasarkan peningkatan konsumsi pewarna makanan.

3. Alergi

Menurut penelitian, beberapa pewarna makanan buatan, terutama Biru 1, Merah 40, Kuning 5 dan Kuning 6, dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu yang sensitif.

Haruskah pewarna buatan berbahan kimia dihindari?

pewarna makanan buatan

Bagi kebanyakan orang, pewarna makanan mungkin tidak berbahaya. Namun demikian, menghindari makanan olahan yang mengandung pewarna dan pengawet dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan terutama bagi anak-anak.

Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan fokus pada makan makanan utuh yang tidak diproses. Tidak seperti makanan olahan, sebagian besar makanan utuh sangat bergizi.

Berikut adalah beberapa makanan yang bebas dari zat pewarna buatan

Anak Suka Makanan Berwarna-warni? Waspadai 3 Bahayanya Berikut Ini!

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Memiliki warna alami, makanan-makanan berikut ini bebas dari pewarna buatan dan aman dikonsumsi tanpa perlu khawatir efek samping.

  • Susu dan telur: susu, yogurt polos, keju, telur, keju cottage.
  • Daging dan unggas: ayam segar, tidak diasinkan, daging sapi, babi dan ikan.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian: almond tanpa rasa, kacang macadamia, kacang mede, pecan, kacang walnut, biji bunga matahari.
  • Buah dan sayuran segar: Semua buah dan sayuran segar.
  • Biji-bijian: oat, beras, beras merah, quinoa, barley.
  • Tumbuhan polong-polongan: kacang panjang, kacang merah, buncis.

Sumber: hellosehat, healthline

Baca juga:

Peneliti Temukan Cara Agar Anak Suka Makanan Sehat

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Anak Suka Makanan Berwarna-warni? Waspadai 3 Bahayanya Berikut Ini!
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti