Perjuangan ibu melahirkan di NTT, terjang arus sungai deras sepanjang 20 km!

lead image

Kisah mengharukan datang dari Yasinta, ibu hamil 9 bulan yang harus menerjang derasnya arus sungai demi melahirkan buah hatinya.

Sebuah kisah mengharukan tentang perjuangan ibu melahirkan datang dari kawasan timur Indonesia. Kisah tersebut mengenai seorang ibu hamil yang bernama Yasinta Wea, berasal dari Desa Alorawae, Kecamatan Boawe, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kala itu, Yasinta yang sedang hamil sembilan bulan harus berjuang melawan derasnya arus Sungai Lowo Sesa demi menuju Puskesmas Boawae. Hal ini terpaksa ia lakukan karena waktu melahirkan sudah tiba, sedangkan tidak ada jembatan penghubung dari tempat tinggalnya ke puskesmas. Sehingga Yasinta terpaksa harus menyebrang sungai. 

Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 11 Februari lalu. Jarak dari tempat tinggal Yasinta menuju puskesmas tempat ia melahirkan adalah sekitar 20 kilometer. Saat melawan derasnya arus sungai, Yasinta dibantu oleh petugas kesehatan dan warga, agar ia bisa selamat sampai ke puskesmas. 

Artikel terkait : Perjuangan Seorang Ibu, “Aku Hampir Mati saat Melahirkan Anakku…”

Perjuangan ibu melahirkan di NTT, menerjang arus sungai deras nan berbahaya

perjuangan ibu melahirkan

Perjuangan Yasinta untuk menyebrangi dan melawan derasnya arus sungai sempat membuat resah banyak orang. Pasalnya, Sungai Lowo Sesa terkenal sebagai sungai yang sewaktu-waktu dapat menyeret manusia jika tidak berhati-hati saat menyeberang.

Yasinta melakukan hal ekstrim tersebut karena tidak adanya jembatan penghubung yang tersedia antara Desa Alorawe dengan Desa Dhereisa. Akhirnya hal itu memaksa warga Alorawe, termasuk perjuangan ibu melahirkan seperti Yasinta harus bertaruh nyawa untuk menyeberangi sungai demi sampai ke Boawae.

“Saat musim hujan dan kadang banjir seperti saat ini, tidak bisa menyeberangi. Sebab, arusnya cukup deras,” ujar seorang warga setempat, Doni Moni.

Perjuangan ibu melahirkan : Warga berharap adanya jembatan penghubung

perjuangan ibu melahirkan

Source: Liputan6.com/Ola Keda

Menurut Doni, ketika warga punya kepentingan mendadak di Boawae atau di Mbay, pusat kota Kabupaten Nagekeo, terpaksa harus ditunda demi keselamatan. Jika memaksakan diri, maka tidak terjamin keselamatannya.

“Jika dipaksa akan berbahaya. Nyawa jadi taruhan,” katanya.

Dia meminta pemerintah daerah setempat untuk segera membangun jembatan penghubung. Tujuannya tentu saja agar transportasi antar warga di wilayah tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Terkait kisah perjuangan ibu melahirkan, Kepala UPTD Puskesmas Boawae, Wilfrida Daeni membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, perjuangan Yasinta yang menyeberangi sungai itu dibantu oleh petugas kesehatan dan warga setempat.

Ia mengatakan, petugas dan masyarakat setempat harus turut kerja keras mengantar ibu hamil tersebut menyeberangi sungai. Akibat dari tidak tersedianya jembatan penghubung.

“Sungai Lowo Sesa hampir setiap tahun pasti banjir. Sehingga, masyarakat jika hendak ke Boawae dan sekitarnya mengalami kesulitan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Tak luput, Wilfrida Daeni pun menambahkan jika usia kehamilan Yasinta sudah menginjak sembilan bulan dan dalam waktu dekat akan melahirkan. 

Semoga pemerintah segera membangun jembatan di wilayah tersebut, agar masyarakat tidak lagi kesulitan jika memerlukan bantuan medis. 

 

Referensi : Liputan6.com

Baca juga :

Kisah Memilukan Ibu Yang Melahirkan Bayi Meninggal Dalam Kandungan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner