Hindari veneer, Sophie Navita lebih memilih perawatan lain untuk kesehatan giginya

Hindari veneer, Sophie Navita lebih memilih perawatan lain untuk kesehatan giginya

Apa saja ya perawatan yang dilakukan untuk giginya?

Gaya hidup sehat Sophie Navita seringkali jadi sorotan. Ia pun seringkali membagikan ceritanya melalui sosial media, tak terkecuali mengenai perawatan gigi Sophie Navita.

Istri dari Pongky Barata ini mengakui kalau dirinya menginvestasikan cukup banyak biaya untuk kesehatan maupun estetika giginya. Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa sayang pada tubuhnya sendiri, termasuk demi menunjang kariernya sebagai artis dan presenter.

Perawatan gigi Sophie Navita

Memiliki gigi yang terlihat rapi dan sehat, rupanya Sophie sempat memiliki masalah pada giginya. Gigi depannya tumbuh berbeda dan sempat dilakukan pemasangan composit.

“Good morning! 
#inangDapursharing jadi berawal dari beberapa komen di DM soal gigiku, aku harus akui, investasiku in my teeth baik dari sisi kesehatan maupun penampilan, cukup memakan biaya dan usaha.

 1. Gigi depan sebelah kanan itu sebenarnya berbeda ukuran dengan yang tepat di sebelahnya + agak menjorok ke dalam, mengakibatkan gigi tidak terlihat rata, padahal udah dikawat.

Dulu diakali dengan pemasangan composite pada muka giginya agar dia menonjol keluar juga rata dengan sebelahnya. 

Lama2 composite termakan waktu dan mulai berubah tekstur sehingga mudah menyerap warna (dari makanan) sehingga menjadi agak kuning keabuan seperti foto yang kedua.

 Akhirnya setela bertahun-tahun, berpikir harus diapakan ya ini gigi, karen kalau composite lagi, sama saja, dalam beberapa tahun harus kembali lagi karena akan terkikis lagi compositenya.” tutur Sophie.

Sempat merasa bingung, Sophie pun memikirkan untuk melakukan veneer untuk memperbaiki kondisi giginya. Namun, sebelum melakukannya ia sempat  melakukan konsultasi lebih dulu dengan dokter gigi untuk menemukan solusi terbaik.

“Solusi datang dari @drgastridK my dentist yang adalah prosthodontist berhati baik, membuka pikiranku. Disaat aku hampir menyerah, berpikir mau veneer saja semulut-mulut, she said: NGAPAIN? Yang masalah cuma 1 gigi, why bongkar semulut? Sayang uang, waktu + gigi?” ungkapnya.

Tidak jadi melakukan Veneer

Berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter, Sophie menceritakan bahwa veneer gigi memiliki risiko. Idealnya, jika ingin melakukan perawatan tersebut harus melakukan konsultasi dan mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum memutuskan menggunakan metode tersebut.

“Gigi yang dipasangkan veneer itu perlu pertimbangan matang, karena:

•FOREVER gigimu akan terbentuk seperti itu, tidak bisa kembali ke gigi asli, apalagi karena gigimu hrs di”rusak” dulu demi pondasi memasang lem ke veneernya.

•Sensasi di mulut akan terasa beda, siap adaptasi?

•veneer semua gigi mahal, padahal aku cuma perlu fix one” ujarnya.

“Bila masih ingin veneer juga terlepas konsekuensinya, make sure datangnta ke drg yg PROSTHODONTIST. .

Pemasangan yang tidak presisi berakibat makanan nyelip di antara lem & veneer = infeksi dan mulut jadi bau. BONGKAR ulang lagi = $. Pertimbangkan berulang2 yang TEPAT GUNA untuk gigi geligimu,” ujarnya kembali.

perawatan gigi Sophie Navita

perawatan gigi Sophie Navita

Menemukan solusi tepat untuk masalah giginya

“Akhirnya kita perbaiki SATU gigi abu-abu dan menjorok masuk itu dengan membedah gusi agar ukuran sama  lalu dilapisi Thineer (veneer yg tipis banget ). Tak perlu mengubah sekampung hanya karena SATU. 

Walaupun mencari thineer warna serupa dengan gigi asli cukup repot tapi sangat MUNGKIN😀

Thineer kini menggantikan solusi composite zaman dulu.

Ternyata VENEER bukan selalu jalan paling tepat walaupun sedang IN. 

To each their own. Tiap orang beda-beda. Know what you need.” pungkasnya.

Menurutnya penting untuk memerhatikan kebutuhan, dibandingkan sekadar ikut trend. Pastikan juga Anda melakukan perawatan dengan seseorang yang sudah profesional atau spesialis dibidang gigi dan mulut.

Risiko veneer gigi

Dilansir dari laman WebMD, ada beberapa risiko melakukan veneer gigi, di antaranya :

  • Bersifat permanen, prosesnya tidak dapat dikembalikan
  • Veneer lebih mahal daripada ikatan resin komposit.
  • Veneer biasanya tidak dapat diperbaiki jika mengalami retak atau.
  • Karena enamel telah dihilangkan, gigi Anda mungkin menjadi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman panas dan dingin.
  • Warna gigi Veneer mungkin tidak sama persis dengan warna gigi Anda yang lain. Selain itu, warna veneer tidak dapat diubah sekali di tempat.
  • Ada kemungkinan veneer dapat terkelupas sehingga disarankan untuk tidak menggigit kuku, mengunyah es, atau benda keras lainnya, dan memberikan tekanan berlebihan pada gigi Anda.
  • Gigi dengan veneer masih bisa mengalami pembusukan, mungkin memerlukan perawatan ekstra.
  • Veneer bukan pilihan yang baik untuk individu dengan gigi yang tidak sehat (misalnya seseorang yang mengalami pembusukan atau penyakit gusi aktif), gigi yang melemah (akibat pembusukan, fraktur, penambalan gigi yang besar), atau bagi seseorang yang memiliki jumlah yang tidak memiliki email memadai pada permukaan gigi.

Seperti yang disarankan Sophie, jika ingin melakukan perawatan veneer gigi pastikan lebih dulu melakukan konsultasi dengan ahlinya. Agar kesehatan gii dan mulut selalu terjaga dengan baik, biasakan  kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. 

Sudahkah Anda melakukannya?

Sumber : Instagram, WebMD

Baca Juga : 

Sophie Navita 'ogah' ikut tren konsumsi jus seledri, ini alasan medisnya

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner