TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Anak punya kebiasaan ngupil? Hati-hati bisa berisiko infeksi!

Bacaan 3 menit
Anak punya kebiasaan ngupil? Hati-hati bisa berisiko infeksi!

Anak punya kebiasaan mengupil? Ternyata kebiasaan ini bisa menjadi penyebab pneumonia pada anak. Bagaimana penyebarannya?

Anak punya kebiasaan mengupil, Bun? Mungkin Anda harus berhati-hati jika si anak punya kebiasaan ini, karena diduga kebiasaan mengupil menjadi penyebab pneumonia pada anak. Sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan Inggris menemukan bahwa infeksi dari mengupil  kemungkinan bisa menyebabkan pneumonia anak.

Penyebab pneumonia pada anak

Temuan penyebab pneumonia pada anak terhadap kebiasaan mengupil

Bakteri yang disebut pneumococcus memang mampu menyebabkan pneumonia anak. Penyakit pernapasan yang mempengaruhi paru-paru ini dapat berakibat fatal jika tanpa perawatan yang tepat.

Kita tahu bahwa bakteri pneumokokus biasanya bisa menyebar sendiri melalui udara, yang dilepaskan oleh penderita batuk atau bersin.

Pada 11 Oktober lalu, para peneliti dari Inggris berhasil menemukan bahwa pneumokokus dapat menyebar secara fisik dari tangan ke hidung. Mereka mempublikasikan hasil penemuan ini di European Respiratory Journal.

Mereka menggunakan orang dewasa sebagai responden untuk salah satu uji coba terhadap bakteri yang ada di tangan mereka.

Kemudian, para orang dewasa tersebut diminta untuk memilih 4 tindakan bagaimana cara seseorang mengupil. Yaitu, “mengendus bakteri basah”, “mengendus bakteri kering”, “mengorek lubang hidung dengan bakteri basah”, dan “mengupil dengan bakteri kering”.

Tindakan tersebut diformulasikan untuk meniru cara-cara yang biasa digunakan untuk menyentuh atau mengupil ke dalam hidung mereka.

Nona Victoria Connor, seorang peneliti klinis dari Royal Liverpool Hospital mengatakan bahwa studi tersebut mengilustrasikan kemungkinan bahwa tangan dapat menyebarkan bakteri ini juga. Dia juga menekankan bahwa benda seperti ponsel atau mainan anak-anak  mungkin membantu bakteri ini menyebar lebih luas.

Penyebab pneumonia pada anak

Kebersihan adalah kunci untuk menghambat infeksi pneumonia anak dari mengupil

Di seluruh dunia, pneumonia anak mengklaim kehidupan sekitar 1,3 juta bayi di bawah usia lima tahun. Jadi, meskipun penelitian itu diteliti pada orang dewasa, Connor menekankan bahwa pesan yang diambil lebih ditujukan kepada orangtua.

Menurut seorang dokter, cuaca dingin dapat membantu virus untuk tetap hidup lebih lama. Dia juga menambahkan bahwa meskipun kurang efektif untuk benar-benar menghentikan anak-anak mengupil, kebersihan adalah kuncinya untuk menghambat faktor risiko Penyebab pneumonia pada anak.

“Memastikan kebersihan tangan yang baik dan kebersihan mainan mungkin akan mengurangi risiko pneumonia anak, dan mengurangi risiko terkena infeksi pneumokokus,” kata dokter.

Mengapa kebersihan itu penting? Menurut para peneliti, bukan masalah apakah seseorang  diberi bakteri kering atau basah di tangan mereka. Kedua kelompok tetap memiliki kesempatan yang sama untuk tertular bakteri di dalam hidung.

Namun, ada lebih banyak bakteri menyebar ketika para orang dewasa memilih tindakan “mengendus bakteri basah” dan “mengupil dengan bakteri basah”.

Hasil ini bisa mengartikan bahwa mengeringkan tangan dapat membantu menghilangkan bakteri sebelum mereka menyebabkan penyakit.

Penyebab pneumonia pada anak

Tips menghentikan kebiasaan mengupil

Jika anak memiliki kebiasaan ini secara berlebihan, jangan panik atau memarahinya. Konsultasikan dengan dokter  untuk saran lebih lanjut.

Ada juga cara untuk membantu anak Anda menghentikan kebiasaan ini, di antaranya:

  • Mengingatkan anak-anak bahwa itu tidak pantas dan kurang sopan melakukan kebiasaan ini di mata publik. Beri tahu anak-anak Anda bahwa orang-orang tidak suka melihat mereka mengupil di depan umum. Tindakan ini harus dilakukan di area pribadi, seperti di kamar mandi.
  • Amati kapan anak Anda biasanya mengorek hidungnya. Kemudian alihkan perhatiannya ketika ia melakukannya. Juga, bantu ingatkan mereka agar mengupil dengan tisu, bukan dengan jari mereka secara langsung.
Artikel terkait: Tips Menghentikan Kebiasaan Anak Mengorek Upil

Ingat Parents, kemungkinan besar anak-anak perlu diingatkan berulang kali, sebelum akhirnya mereka benar-benar berhenti.

 

Dilansir dari artikel Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura
Baca juga:

Penelitian: Ternyata Mengupil Baik untuk Kesehatan Tubuh

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Anak punya kebiasaan ngupil? Hati-hati bisa berisiko infeksi!
Bagikan:
  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti