TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penyebab dan Cara Atasi Ulkus Dekubitus

Bacaan 5 menit
Penyebab dan Cara Atasi Ulkus Dekubitus

Ini penyebab dan cara mengatasi ulkus dekubitus yang tengah diderita artis senior Rima Melati. Yuk Intip

Ulkus dekubitus merupakan penyakit yang banyak dialami oleh pasien dengan keterbatasan sistem gerak akibat tirah baring lama. Hal ini disebabkan karena ada area kulit yang tertekan.

Penyakit ini menjadi banyak diperbincangkan setelah artis senior Rima Melati dirawat akibat penyakit ini. Sebenarnya apa penyebab ulkus dekubitus dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa Itu Ulkus Dekubitus?

Penyebab Ulkus Dekubitus

Ulkus dekubitus merupakan luka pada kulit dan jaringan di bawahnya akibat tekanan yang berkepanjangan pada kulit setelah berbaring terus-menerus. Kondisi ini dikenal juga sebagai luka baring (bedsores) atau luka dekubitus.

Luka ini biasanya dimiliki oleh pasien dengan suatu penyakit yang membatasi gerak tubuhnya.

Penyakit inilah yang membuat pasien duduk di kursi roda atau berbaring di tempat tidur dalam waktu lama, sehingga ada area tubuh tubuh yang  menjadi tertekan terus menerus.

Ada area tubuh yang sering mengalami ulkus dekubitus atara lain area tubuh yang paling sering mengalami tekanan saat berbaring ataupun duduk dalam waktu lama antara lain area dekat tulang yang banyak mengalami tekanan saat berbaring, antara lain pinggul, tumit, pergelangan kaki, dan tulang ekor.

Gejala Ulkus Dekubitus

Penyebab Ulkus Dekubitus

Pexels

Luka yang disebut ulkus dekubitus bisa memiliki gejala yang berbeda, tergantung tahapan luka dan penanganan luka yang telah didapatkan pasien.

Ulkus dekubitus juga bukan suatu luka yang muncul secara tiba-tiba melainkan akan muncul beberapa gejala secara bertahap sebelum timbul luka. 

Berikut berbagai gejala ulkus dekubitus menurut tahap kemunculannya dilansir dari Halosehat;

  • Tahap 1: Kulit tampak kemerahan atau menunjukkan perubahan warna yang bervariasi. Kulit mungkin juga terasa hangat, nyeri, dan keras saat disentuh.
  • Tahap 2: Muncul luka terbuka pada kulit dengan warna kemerahan, bisa juga disertai dengan lepuhan.
  • Tahap 3: Luka sudah semakin dalam dan mungkin disertai nanah.
  • Tahap 4: Luka sudah menembus lapisan kulit paling dalam hingga merusak otot dan tulang. Mungkin sampai terbentuk jaringan mati berwarna kehitaman.
  • Tahap akhir: Luka berwarna kuning atau hijau dengan lapisan cokelat nanah di atasnya. Pada tahap ini jika lapisan bersifat basah, segera periksakan ke dokter
Artikel Terkait: Rima Melati Dirawat karena Penyakit Ulkus Dekubitus

Penyebab Ulkus Dekubitus dan Faktor Risikonya

Penyebab Ulkus Dekubitus

Pexels

Kondisi yang menyebabkan pasien menjalani perawatan sambil istirahat total di tempat tidur dalam waktu yang tak sebentar atau biasa disebut tirah baring lama menyebabkan secara konsisten pasien mendapatkan tekanan yang menghambat aliran darah menuju jaringan yang tertekan itu.

Padahal,  kelancaran darah menuju ke suatu jaringan sanagat berperan penting untuk membawa suplai oksigen serta aneka nutrisi lain yang dibutuhkan jaringan.

Ketiaadaan ataupun keterbatasan asupan oksigen dan nutrisi ini, menyebabkan kulit dan jaringan di sekitarnya akan mengalami kerusakan atau lebih buruk lagi yaitu kematian jaringan.

Kematian jaringan ini yang menimbulkan luka terbuka yang bisa bertambah lebar bila tidak mendapatkan perawatan serta pengobatan lebih lanjut.

Apalagi bila ditambah dengan  adanya gesekan kulit dengan pakaian atau seprai secara konstan.

Gesekan terus-menerus inilah yang membuat kulit pasien jadi lebih mudah mengalami cedera dan kerusakan apalagi ditambah kondisi kulit yang sering lembab.

Oleh karena itu, orang-orang yang biasanya sering memiliki luka dekubitus yaitu mereka yang mengalami keterbatasan gerak dan kesulitan mengubah posisinya saat berbaring atau duduk.

Di bawah ini adalah berbagai faktor yang meningkatkan risiko penyebab terbentuknya ulkus dekubitus.

  • Keterbatasan gerak akibat cedera tulang belakang atau kondisi lain.
  • Kerusakan saraf yang membuat pasien tidak peka terhadap nyeri.
  • Kulit menjadi rentan karena sering terkena urine atau feses.
  • Kurangnya asupan gizi dan cairan.
  • Adanya kondisi medis yang menghambat aliran darah seperti diabetes tipe 2.

Cara Mengatasi Ulkus Dekubitus

Penyebab Ulkus Dekubitus

Pexels

Sebelum mengetahui cara mengatasi luka dekubitus, dokter terlebih dahulu akan memeriksan kondisi kulit pasien tersebut guna menentukan kategorinya. Dengan begitu, penanganan medis yang tepat dapat segera diberikan.

Cerita mitra kami
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap

Berikut tahap perawatan ulkus dekubitus yang dirangkum dari Halosehat.

1. Kurangi Tekanan pada Kulit

Mengurangi tekanan berlebih pada kulit yang mengalami luka dekubitus adalah hal pertama yang harus dilakukan. Cara mengurangi tekanan ini yaitu dengan mengubah posisi tubuh secara berkala.

Mengurangi tekanan akibat luka dekubitus bisa juga dilakukan dengan kasur, matras, atau bantalan khusus untuk melindungi bagian kulit yang rentan mengalami luka.

2. Bersihkan dan Tutup Luka Secara Berkala

Luka dekubitus perlu dibersihkan secara berkala dengan larutan garam  konsentrasi khusus serta dengan teknik khusus.

Setelah itu, luka itu perlu ditutup dengan perban, gel, busa, atau penutup lainnya sesuai yang disarankan demi mencegah infeksi lebih lanjut dan mempercepat  penyembuhan.

3. Jaringan yang Rusak Dibuang

Dokter kerap kali perlu membuang jaringan yang rusak, mati, atau terinfeksi. Langkah ini bertujuan untuk membersihkan area sekitar ulkus dekubitus sehingga kulit bisa pulih lebih cepat.

4. Dilakukan Operasi

Penyebab Ulkus Dekubitus

Pexels

Kondisi luka atau ulkus berukuran besar cukup besar tidak mudah pulih hanya dengan dibersihkan secara rutin. Untuk itu kadang diperlukan opsi operasi. 

Tujuan operasi ini untuk menutup jaringan luka dan memberikan bantalan pelindung bagi otot atau tulang yang terekspos.

5. Perbaiki Pola makan dan Konsumsi Obat Pereda Nyeri Saat Perlu 

Petugas medis mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri nonsteroid seperti ibuprofen atau naproxen demi mengurangi nyeri pada area luka.

Tak hanya itu, dokter akan menganjurkan pasien untuk makan makanan bergizi seimbang terutama yang tinggi protein guna mendukung pemulihan jaringan.

Waspadai Ulkus Dekubitus, Luka Terbuka pada Pasien Tirah Baring
hellosehat.com/penyakit-kulit/kulit-lainnya/luka-dekubitus-pasien-tirah-baring/

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yesica Tria

  • Halaman Depan
  • /
  • Gaya Hidup
  • /
  • Penyebab dan Cara Atasi Ulkus Dekubitus
Bagikan:
  • 45 Rekomendasi Film Semi Barat Paling Seru Banyak Adegan Panas!

    45 Rekomendasi Film Semi Barat Paling Seru Banyak Adegan Panas!

  • 29 Series Indonesia Terbaik Viral hingga Terbaru 2026, Cek!

    29 Series Indonesia Terbaik Viral hingga Terbaru 2026, Cek!

  • Mitos Lalat Masuk Rumah Malam Hari, Pertanda Baik Atau Buruk? Cek!

    Mitos Lalat Masuk Rumah Malam Hari, Pertanda Baik Atau Buruk? Cek!

  • 45 Rekomendasi Film Semi Barat Paling Seru Banyak Adegan Panas!

    45 Rekomendasi Film Semi Barat Paling Seru Banyak Adegan Panas!

  • 29 Series Indonesia Terbaik Viral hingga Terbaru 2026, Cek!

    29 Series Indonesia Terbaik Viral hingga Terbaru 2026, Cek!

  • Mitos Lalat Masuk Rumah Malam Hari, Pertanda Baik Atau Buruk? Cek!

    Mitos Lalat Masuk Rumah Malam Hari, Pertanda Baik Atau Buruk? Cek!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti