Ibu Hamil tidak boleh stres sebelum melahirkan! Ini 3 Tips dan Alasannya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kesuksesan proses persalinan sangat bergantung pada kesehatan mental ibu. Bagaimana caranya agar ibu hamil tidak stres saat melahirkan?

Kesehatan mental ibu yang akan melahirkan sering luput dari perhatian. Bagi kebanyakan ibu, persalinan adalah hal yang menakutkan sekaligus menggembirakan.

Dinda (26) sedang hamil anak pertama. Ia merasa cemas menghadapi persalinannya nanti sehingga banyak bertanya-tanya pada mereka yang sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Justru jawaban-jawaban yang didapatkan Dinda membuat kekhawatiran makin berlipat-lipat. Tak hanya takut menghadapi persalinan, Dinda pun cemas tidak mampu menjadi seorang ibu yang baik bagi anaknya kelak.

Semua ibu memiliki rencana atas proses persalinan yang ingin dijalani. Namun ketika terjadi komplikasi atau kondisi darurat, banyak ibu yang langsung merasa panik.

Dr. Pec Indman, konsultan Kesehatan Mental Wanita dari Amerika menekankan bahwa fleksibilitas dalam menerima segala kemungkinan yang terjadi di luar rencana sangatlah penting untuk menjamin kesuksesan jalannya persalinan.

Artikel terkait: 7 Persiapan Melahirkan yang sebaiknya Bunda lakukan agar persalinan lebih nyaman

Jadi, meskipun Bunda dan Ayah sudah membuat rencana terkait proses persalinan, namun Anda berdua tetap harus bersiap dengan segala kemungkinan.

kesehatan mental

Dr. Pec menekankan pentingnya kesehatan mental ibu untuk sebuah proses persalinan yang sukses.

Dr. Pec memberikan 3 tips untuk menjaga kesehatan mental ibu menjelang persalinan berlangsung. Ketiga tips ini ia sarikan berdasarkan pengalaman bertahun-tahun membantu pasien.

1. Hadapi Rasa Takut

Banyak Bunda yang merasa takut menjalani proses persalinan karena berpikir bahwa dirinya tak mampu menanggung sakitnya. Beberapa ibu berniat meminta suntikan penghilang rasa sakit, namun takut itu akan berbahaya bagi bayi.

Tips menghadapinya:

Diskusikan dengan dokter kandungan Bunda tentang cara menghadapi sakitnya melahirkan. Cara tersebut bisa berupa hipnosis saat bersalin maupun menggunakan obat penghilang rasa sakit yang aman bagi bayi.

Libatkan suami dan seluruh anggota keluarga,sehingga ibu memiliki dukungan dari semua orang. Setelah bayi lahir, ibu akan merasa lebih baik karena telah membuat pilihan yang terbaik pada masa-masa sulit penuh stres.

2. Hadapi kemungkinan cesar

Kebanyakan ibu ingin melahirkan secara normal karena seringkali ada stigma bahwa ibu yang melahirkan cesar tidaklah sempurna. Ketika terjadi komplikasi yang membuat Bunda harus cesar, ibu pun merasa gagal.

Tips menghadapinya:

Bicarakan dengan dokter mengenai kemungkinan operasi cesar. Tanyakan padanya, apa saja hal-hal yang bisa terjadi saat persalinan dan membutuhkan tindakan bedah cesar.

Diskusikan juga mengenai bagaimana keputusan untuk operasi cesar diambil, baik dalam kondisi darurat maupun non darurat. Sampaikan keinginan Bunda untuk didampingi suami jika operasi terjadi.

Artikel terkait: 10 Hal tentang Bedah Cesar yang wajib diketahui ibu hamil

Bunda harus selalu ingat tujuan utama persalinan adalah memiliki bayi yang sehat. Apa pun cara yang dipilih, semua demi kebaikan Bunda dan si bayi.

3. Terimalah kondisi bayi apa pun yang terjadi

Bunda harus memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada bayi, dan mempersiapkan diri agar tidak kaget. Diskusikan dengan cermat bersama dokter Anda, apakah ada kemungkinan bayi mengalami masalah saat lahir nanti.

Jika kemungkinannya kecil, maka Bunda bisa membuang kecemasan tersebut. Tetapi, bila dokter mengatakan bahwa kemungkinan bayi lahir dengan masalah kesehatan atau cacat bawaan, Bunda harus tegar.

Bunda boleh bersedih atau menangis. Namun tidak boleh berlarut.

Segera ambil tindakan dengan meminta daftar spesialis yang bisa ditemui atau dokter anak yang khusus menangani hal tersebut. Bunda juga bisa mengedukasi diri dengan mencari tahu tentang penyakit atau masalah yang dialami bayi.

Cari dukungan dari orangtua lain yang mengalami hal serupa. Minta dukungan dari keluarga dan teman untuk selalu bersama Bunda di masa tersulit.

Dengan menyiapkan diri menghadapi semuanya, kesehatan mental ibu bisa tetap terjaga. Bunda pun menjadi lebih kuat dan tegar dalam menyambut kehadiran bayi.

Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, karena Bunda pasti sudah melakukan yang terbaik untuk sang bayi.

***

Daripada berkubang dalam ketakutan dan kecemasan yang tidak jelas, hadapi saja semua perasaan itu. Ungkapkan pada dokter mengenai hal-hal yang membuat Bunda khawatir sehingga ibu bisa membuat persiapan untuk menghadapi segala hal.

Memiliki rencana akan membuat Bunda lebih percaya diri menghadapi proses persalinan. Tim theAsianparent Indonesia selalu mendoakan yang terbaik bagi para ibu yang akan menjalani persalinan.

Disadur dari karya Dr. Pec Indman EdD, MFT berjudul Mental Fitness for Labor & Delivery atas persetujuan langsung dari penulis.

Baca juga:

17 Tips Ampuh Hilangkan Stres Saat Hamil





Melahirkan