TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Viral Cuitan Dokter tentang Penanganan Corona yang buruk di Surabaya, Ini Faktanya!

Bacaan 5 menit
Viral Cuitan Dokter tentang Penanganan Corona yang buruk di Surabaya, Ini Faktanya!

Cuitan seorang dokter tentang buruknya penanganan corona di Surabaya menjadi viral di media sosial Twitter. Ini fakta dan klarifikasi dari pihak yang terkait.

Baru-baru ini cuitan dari seorang dokter mengenai buruknya penanganan corona di Surabaya menjadi viral.

Sebuah akun Twitter, @cakasana, yang mengaku sebagai dokter di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 membuat sebuah utas yang membeberkan hal itu.

Kontan utas di Twitter yang membahas buruknya penanganan wabah corona di Surabaya itu membuat masyarakat terkejut dan menuai respons banyak pihak. Benarkah demikian? Ini fakta-faktanya.

#1 Isi cuitan tentang buruknya penanganan corona di Surabaya

penanganan corona di Surabaya

Foto: Twitter/cakasana

Utas yang dibuat oleh @cakasana pada tanggal 26 Mei 2020 itu membahas banyak hal antara lain:

  • Tidak semua RS rujukan di Surabaya siap melayani pasien COVID-19. Dari 15 RS, beberapa diantaranya tidak memiliki ventilator, bahkan ruang ICU-nya tidak siap. Pemkot hanya memberikan bantuan 1 ventilator untuk RS Husada Utama.
  • Fasilitas di RS tambahan juga kurang memadai dan pemeriksaannya tidak lengkap.
  • Laboratorium yang bekerjasama dengan Kemenkes hanya ada 3 dan mereka libur saat Hari Raya Idul Fitri selama tiga hari. Akibatnya pelaksanaan tes swab pun tertunda.
  • Tidak ada bantuan APD dari Pemkot, yang ada hanya dari Pemprov, itu pun masih kurang.
  • Proses pemulasaraan jenazah COVID-19 ribet dan mahal, sementara biaya dari Kemenkes kurang.

Artikel terkait: Antisipasi penyebaran Covid-19, Risma perintahkan sterilisasi kota Surabaya

Viral Cuitan Dokter tentang Penanganan Corona yang buruk di Surabaya, Ini Faktanya!

  • Desinfeksi yang dilakukan oleh Pemkot tidak tepat sasaran.
  • Adanya perusahaan ‘nakal’ yang memaksa karyawannya agar tidak ke rumah sakit meskipun sakit.
  • PSBB dinilai gagal karena jalanan masih ramai, kafe-kafe masih buka dan banyak orang yang tidak memakai masker.
  • Lumbung Pangan Jatim tak patuhi social distancing dan dikhawatirkan menjadi cluster baru penularan Covid-19.
  • Pemkot mengadakan mass rapid test (tes cepat masal). Namun, pasien yang reaktif harus melakukan tes swab mandiri yang artinya membayar biayanya sendiri.
  • Banyak tenaga kesehatan yang tumbang karena ketidakbecusan Pemkot menangani wabah.

#2 Orang dibalik akun @cakasana adalah dokter IGD di RS Royal Surabaya

Pemilik akun @cakasana diketahui bernama Aditya C. Janottama. Dia bekerja di Rumah Sakit Royal Surabaya yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan COVID-19.

Hal ini dibenarkan oleh juru bicara RS Royal Surabaya dr Dewa Nyoman Sutanaya. Dia mengatakan, dokter pemilik akun @cakasana merupakan salah satu dokter yang bertugas di IGD. 

#3 Klarifikasi dari pihak RS Royal Surabaya

Viral Cuitan Dokter tentang Penanganan Corona yang buruk di Surabaya, Ini Faktanya!

Image: RS Royal Surabaya

Melansir laman Kompas, Dewa menjelaskan bahwa pihak rumah sakit meminta maaf dan akan melakukan investigasi internal terhadap salah satu dokternya itu.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Dewa mengatakan, pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab atas pernyataan yang tengah menjadi viral di media sosial tersebut

“Pihak Rumah Sakit Royal Surabaya tidak bertanggung jawab terhadap apa pun yang menjadi pendapat atau pernyataan pribadi karyawan rumah sakit di media sosial maupun media lainnya,” sambungnya.

Pihak rumah sakit juga telah memberi sanksi kepada yang bersangkutan sesuai peraturan dan prosedur di rumah sakit.

Dewa juga menegaskan, pernyataan bahwa Rumah Sakit Royal Surabaya tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya, dipastikan tidak benar. Pernyataan tersebut adalah pendapat pribadi yang bersangkutan tanpa didukung data yang valid, menurut Dewa.

Artikel terkait: Sedang hamil 4 bulan, seorang perawat di Surabaya meninggal akibat COVID-19

#4 Cuitan klarifikasi soal penanganan corona di Surabaya

 

Klarifikasi: Baru ngobrol sama orang RS dan saya dapat beberapa info akhirnya. Untuk di RS saya bekerja sendiri, kami dapat bantuan dari semua pihak (Pemkot, pemprov, dan pihak2 lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu). Untuk ini saya harus minta maaf. Ada kesalahan. https://t.co/1SMmuvUZO5

— Aditya C Janottama (@cakasana) May 27, 2020


Setelah menjadi viral, akun @cakasana membuat klarifikasi terkait pendapatnya itu di media sosial. Dia menjelaskan, rumah sakit tempat dia bekerja telah mendapat bantuan APD, baik dari Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim. Akun tersebut juga meminta maaf atas kesalahan informasi yang dia perbuat.

“Klarifikasi: Baru ngobrol sama orang RS dan saya dapat beberapa info akhirnya. Untuk di RS saya bekerja sendiri, kami dapat bantuan dari semua pihak (Pemkot, pemprov, dan pihak2 lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu). Untuk ini saya harus minta maaf. Ada kesalahan,” tulis akun tersebut 

#5 Tanggapan dari Pemkot Surabaya; total 82.651 buah APD sudah dibagikan

penanganan corona di Surabaya

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser, memastikan, pihaknya telah membagikan sebanyak 82.651 buah APD kepada 50 rumah sakit rujukan dan non-rujukan serta Labkesda.

“Total ada 82.651 baju APD yang diberikan kepada 63 puskesmas, 50 RS rujukan dan non-rujukan serta Labkesda. Selain itu, kami juga bantu masker bedah, masker N95, face shield, sepatu boots, goggle, sarung tangan, ventilator, dan berbagai peralatan medis lainnya ke rumah sakit-rumah sakit itu,” kata Fikser di Dapur Umum Balai Kota Surabaya, Rabu (27/5/2020).

Fikser mengaku prihatin dan menyayangkan cuitan @cakasana yang menjadi viral itu. Dia berharap yang bersangkutan datang langsung dan mengutarakan saran serta kritik terkait penanganan corona.

“Jadi, kami sangat menyayangkan kalau itu disampaikan di media sosial karena akhirnya akan menimbulkan persepsi atau pemahaman yang keliru di masyarakat. Kasihan yang terlibat di dalam penanganan ini begitu banyak orang, termasuk dari medis, teman-teman beliau juga,” kata dia.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Fikser memastikan, seluruh kegiatan penanganan wabah corona di Surabaya telah terdokumentasi dan tercatat dengan baik.

“Tapi yang pasti, kami memiliki data semua APD yang diterima oleh Pemkot, langsung hari itu juga didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit itu. Bahkan, Bu Wali Kota sendiri yang membaginya rata-rata sesuai kebutuhan dan kami ada bukti terimanya,” ujar dia.

Sumber: Twitter/cakasana, Kompas

Baca juga: 

Salut! Beri dukungan moral, Wali Kota Risma Telepon pasien COVID-19 satu per satu

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Viral Cuitan Dokter tentang Penanganan Corona yang buruk di Surabaya, Ini Faktanya!
Bagikan:
  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti