TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Hingga 6 tahun cabuli anak tiri, pelaku: "Maaf, saya khilaf"

Bacaan 4 menit
Hingga 6 tahun cabuli anak tiri, pelaku: "Maaf, saya khilaf"

Seorang oknum PNS di Kementerian Agama melakukan pelecehan pada anak tiri selama bertahun-tahun. Saat ditangkap polisi, dia beralasan khilaf.

Kasus pelecehan pada anak kembali terjadi, kali ini di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dan pelakunya merupakan seorang PNS di Kementerian Agama setempat. Pelaku telah mencabuli anak tirinya berulang kali selama 6 tahun, sejak anak tersebut masih SMP, dan sekarang sudah bersekolah di SMA.

Kasus ini terungkap pada 1 Agustus lalu, saat pelaku berinisial ARS sedang melakukan aksi bejatnya dan dipergoki oleh seorang anggota keluarga. ARS segera dilaporkan ke polisi atas perbuatannya melakukan pelecehan pada anak tiri.

Di depan polisi, korban yang merupakan siswa kelas 3 SMA mengaku dia takut untuk melapor, karena setiapkali ARS mencabuli dirinya, pelaku mengancam akan membunuhnya jika tidak dilayani.

Oleh karena itulah korban terpaksa menuruti kemauan bejat sang ayah tiri yang menjadi tulang punggung keluarga. Dan pelaku selalu mengulangi perbuatan bejatnya selama 6 tahun terakhir, sejak korban masih duduk di bangku SMP.

Sementara itu, setelah diinterogasi oleh polisi, ARS mengakui perbuatannya dengan alasan khilaf. Dia diancam hukuman penjara selama 7 tahun akibat melakukan pelecehan pada anak tirinya.

Artikel terkait: 3 Tanda kekerasan seksual pada anak yang wajib Parents tahu

Waspada tanda-tanda pelecehan pada anak

pelecehan pada

Tanda-tanda pelecehan pada anak yang harus diwaspadai.

Anak yang menjadi korban pelecehan biasanya akan terlihat perubahan di perilakunya, dari periang menjadi pendiam, dan sebagainya. Orangtua harus jeli melihat tanda-tanda ini, jangan sampai anak dibiarkan menjadi korban pelecehan hingga bertahun-tahun lamanya.

1. Perubahan perilaku

Hal yang paling mudah dilihat bila anak jadi korban pelecehan adalah perubahan perilaku. Bila sebelumnya dia anak yang sangat ceria dan ramah, namun berubah menjadi kikuk dan sering menangis. Dia juga akan selalu terlihat ketakutan, terutama bila berhadapan dengan pelaku.

2. Menjauhi pelaku

Bila pelaku kekerasan seksual pada anak adalah orang yang tinggal serumah atau di sekitar rumah korban, si anak pasti akan terlihat menghindar jika melihat pelaku. Atau bila dipaksa berhadapan dengannya, korban akan terlihat canggung dan takut-takut.

3. Masalah di organ genital

Korban pelecehan seksual pada anak rawan mengalami infeksi menular seksual, atau memar di bagian genital akibat pemaksaan hubungan seksual. Bila Parents melihat anak kesakitan di organ vitalnya, waspadalah. Segera bawa dia ke dokter untuk memastikan apakah dia menjadi korban pelecehan atau tidak.

4. Anak bermasalah di sekolah

Korban pelecehan akan mengalami gangguan mental, sehingga berdampak pada konsentrasi belajarnya. Prestasi menurun secara drastis, menarik diri dari pergaulan, dan lebih sering menyendiri. Atau malah bersikap agresif dan sering berkelahi, padahal sebelumnya dia tidak pernah membuat masalah.

Dampak pelecehan pada anak

pelecehan pada anak

Dalam laman South Eastern CASA yang menangani pusat kekerasan seksual dan kekerasan keluarga, dampak psikologis yang dapat ditimbulkan akibat pelecehan seksual pada anak, di antaranya yaitu:

1. Merasa takut

Pelaku dapat memaksa anak untuk menjaga rahasia dan mengatakan bahwa jika anak melaporkan maka sesuatu yang buruk akan terjadi biasanya seperti ancaman maupun suapan sehingga anak takut untuk menceritakan karena takut dihukum ataupun ditinggalkan.

2. Menjadi tidak berdaya

Anak-anak dalam kondisi ini sering merasa bahwa mereka tidak memiliki kontrol atas diri mereka sendiri. Mereka merasa tidak memiliki pilihan yang tersedia untuk mereka pilih.

3. Merasa malu dan bersalah

Anak cenderung menyalahkan dirinya sendiri bukan orang lain. Perbuatan pelaku membuat anak merasa bahwa perbuatan pelecehan itu adalah kesalahannya.

4. Menutup diri

Korban merasa berbeda dari anak-anak lain dan juga menutup diri dari keluarga dan saudaranya.

5. Merasa dikhianati

Anak merasa dikhianati karena mereka bergantung dengan orang dewasa yang mereka cintai dan percayai dalam perlindungan dan pemeliharaan. Anak juga merasa telah dikhianati orang tua yang telah gagal untuk melindungi mereka.

pelecehan pada anak

6. Marah

Perasaan terkuat yang dimiliki oleh kebanyakan anak yang mengalami pelecehan seksual terhadap pelaku dan juga orang lain yang mereka anggap gagal untuk melindungi mereka.

7. Sedih

Anak-anak merasa sedih karena telah kehilangan, terutama bila pelaku tersebut adalah orang yang dicintai dan dipercaya oleh anak.

***

Semoga anak-anak kita terhindar dari para predator seksual.

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Sumber: Kompas, Okezone

Baca juga:

Menjijikkan! Balita usia 3 tahun mengalami pelecehan seksual oleh pamannya sendiri

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Hingga 6 tahun cabuli anak tiri, pelaku: "Maaf, saya khilaf"
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti