TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Osteoarthritis: Penyakit Degeneratif pada Sendi Tubuh, Ini Gejalanya

Bacaan 4 menit
Osteoarthritis: Penyakit Degeneratif pada Sendi Tubuh, Ini Gejalanya

Bisa dialami siapa saja, Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif. Cek apa saja gejala, penyebab dan cara mengatasinya.

Seiring bertambahnya usia, umumnya akan banyak keluhan kesehatan yang akan dirasakan. Terlebih lagi jika pola gaya hidup tidak dijalani dengan baik. Salah satunya adalah Osteoarthritis (OA),  penyakit degeneratif yang bersifat progresif pada berbagai sendi tubuh. 

Perbedaan Osteoarthritis (OA) dengan Osteoporosis

Dalam hal ini dr. Jessica Fiolin, Sp.OT, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi, RS Pondok Indah – Pondok Indah menjeleskan, Osteoarthritis (OA) atau perkapuran adalah penyakit degeneratif yang bersifat progresif pada berbagai sendi tubuh misalnya sendi lutut, panggul, pergelangan kaki, tulang belakang, bahu, sendi jari, dan lainnya.

OA lebih sering dirasakan pada sendi yang menopang berat misalnya sendi lutut dan panggul. OA dan osteoporosis merupakan penyakit yang berbeda. OA merupakan penyakit degeneratif pada sendi, sedangkan osteoporosis merupakan penurunan kepadatan tulang di seluruh tubuh.

Gejala Tidak Bisa Bisa Disepelekan

Osteoarthritis

Pada awalnya akan ada beberapa keluhan yang akan muncul, di antaranya:

  • Nyeri
  • Bengkak
  • Kaku dapat dirasakan pada saat beraktivitas, tetapi lama kelamaan keluhan dapat dirasakan juga saat beristirahat.

Beberapa keluhan ini pada akhienya dapat membuat aktivitas penderita menjadi terhambat dan mengganggu kegiatan penderita sehari-hari.

Faktor Penyebab Osteoarthritis, Tidak Hanya karena Usia

Pada dasarnya penyakit OA bersifat ini multifaktorial, salah satu faktor risikonya memang usia. Namun, tentu saja tidak hanya itu saja, sebab ada beberapa faktor lain yang berisiko. Apa saja?

  • obesitas
  • faktor genetik
  • jenis kelamin
  • aktivitas fisik
  • jenis pekerjaan
  • kekuatan otot
  • adanya riwayat cedera.

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi OA meningkat seiring dengan usia. Pada usia kurang dari 40 tahun prevalensi penderitanya 5 persen. Prevalensi tersebut meningkat menjadi 30 persen pada usia 40-60 tahun. Sedangkan pada usia di atas 61 tahun sebanyak 65 persen.

Salah satu faktor risiko yang dapat mempercepat pengapuran adalah faktor genetik. Pada beberapa penderita yang lebih “rentan” memiliki kesegarisan atau posisi tulang yang cenderung berbeda daripada normal sehingga kedua sendi lebih mudah bergesekan satu sama lain, memicu pengapuran yang lebih cepat. 

Di bawah usia 60 tahun, OA lebih banyak ditemukan pada laki-laki sedangkan di atas usia tersebut OA lebih banyak ditemukan pada perempuan yang kemungkinan disebabkan oleh penurunan kadar estrogen atau menopause. Beberapa studi juga menunjukkan hubungan antara menopause dengan tingkat keparahan OA.

Upaya Pencegahan, Apa yang Bisa Dilakukan?

Osteoarthritis

 

Pencegahan OA dapat dilakukan dengan menjaga gaya hidup sehat, seperti menjaga berat badan seimbang dengan indeks massa tubuh di bawah 23 untuk orang Asia,  menghindari gaya hidup sedenter (kurang gerak), rutin berolahraga yang memperkuat otot sekitar kaki, dan menjaga pola makan sehat

Diagnosis Osteoarthritis

Osteoarthritis

Osteoarthritis bisa didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan X-Ray pada sendi yang mengalami keluhan, sedangkan osteoporosis didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan bone mineral densitometry (BMD) pada daerah tulang yang biasa mengalami pengeroposan (pergelangan tangan, panggul, dan tulang belakang).

Hasil pemeriksaan BMD kemudian akan diplot pada kurva yang membandingkan kepadatan tulang pasien dengan kepadatan tulang populasi pada kelompok usia yang sama.

Tidak Diatasi, Ini Risiko yang Akan Dirasakan Penderita

Apabila OA tidak ditangani dengan tepat maka semakin lama pasien akan mengalami keluhan yang memberat hingga dapat mengganggu sendi di sisi seberang ataupun sendi lain di atas atau bawah sendi awal yang terkena.

Selain itu, karena sifatnya yang progresif, apabila tidak ditangani maka penderita OA dapat berakhir dengan gangguan mobilisasi sehingga membutuhkan alat bantu seperti kursi roda dan mengalami nyeri terus menerus.

Pengobatan atau Treetment yang Bisa Dilakukukan 

Osteoarthritis: Penyakit Degeneratif pada Sendi Tubuh, Ini Gejalanya

Keluhan dan gejala dari pengapuran sebenarnya dapat diobati dan disembuhkan. Meski demiklan, pengapuran pada yang telah terjadi pada suatu sendi tidak dapat dikembalikan menjadi kondisi normal. Hingga saat ini, di seluruh dunia OA baru dapat dicegah sehingga derajatnya tidak memberat.

Penanganan OA dapat bersifat non-operatif seperti perubahan gaya. Di antara adalah:

  • Perubahan pola gaya hidup
  • Penurunan berat badan
  • Pemberian obat anti inflamasi
  • Penggunaan alat bantu
  • Penguatan otot
  • Injeksi lutut
  • Hingga terapi operatif seperti penggantian sendi lutut parsial sampai total

Dengan menerapkan pola gaya hidup sehat sejak dini, harapannya Osteoarthritis bisa dicegah.

Cerita mitra kami
Tak Hanya Kurang Nutrisi, Ini 3 Dampak Alergi pada Anak
Tak Hanya Kurang Nutrisi, Ini 3 Dampak Alergi pada Anak
Merawat Diri dengan 4 Hadiah Valentine Spesial untuk Bunda
Merawat Diri dengan 4 Hadiah Valentine Spesial untuk Bunda
Atur Gaya Hidup Si Kecil Sekarang untuk Cegah Risiko Obesitas
Atur Gaya Hidup Si Kecil Sekarang untuk Cegah Risiko Obesitas
Alergi makanan pada anak bisa mengancam jiwa, waspadai gejalanya!
Alergi makanan pada anak bisa mengancam jiwa, waspadai gejalanya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rumah Sakit Pondok Indah

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Osteoarthritis: Penyakit Degeneratif pada Sendi Tubuh, Ini Gejalanya
Bagikan:
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Author Image

Rumah Sakit Pondok Indah

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit di Indonesia, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya yang didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta dilengkapi dengan peralatan dan teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan terdepan. Cari tahu lebih lanjut mengenai RS Pondok Indah Group: Website: www.rspondokindah.co.id Instagram: @rspondokindah Facebook: Rumah Sakit Pondok Indah Twitter: @rspondokindah Youtube: RS Pondok Indah atau https://www.youtube.com/c/RSPondokIndahGroup
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti