Psikolog : "Anak tumbuh bahagia menjadi fondasi agar ia sukses"

lead image

Jangan lupa untuk membuat anak bahagia, ya, Parents!

Anak menjadi orang sukses. Orangtua mana, sih, yang tidak ingin anak sukses?

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu keinginan bahkan doa yang selalu dipanjatkan oleh orangtua adalah agar anak menjadi orang sukses di masa depannya. 

Untuk membantu dan merealisasikan agar anak menjadi orang sukses, tentu saja orangtua akan memberikan pendidikan yang layak dan pendidikan setinggi-tingginya untuk anak sehingga ia bisa berkompetisi orang lain. 

Psikolog keluarga, Elizabeth Santosa mengingatkan bahwa untuk menjadikan anak sukses, sebenarnya fondasi yang diperlukan adalah menumbuhkan rasa bahagia pada anak.

Mengapa bahagia menjadi fondasi agar anak jadi orang sukses di masa yang akan datang?Psikolog :

Ditemui di acara media workshop bertema Grow Happy Parenting, Nestle Lactogrow, ia mengatakan bahwa semua orangtua tentu ingin anak sukses, dan menginginkan agar anaknya pintar.

“Orangtua ingin anaknya pintar berbagai macam hal, pintar nulis, pintar bergaul, atau pintar dari sisi akademis lainnya. Apapun itu, semua anak sebenarnya punya bakat. Oleh karenanya, yang paling penting adalah cara mengetahui potensi anak dan bisa mengembangkanya. Hal ini baru bisa dicapai ketika anak sudah bahagia,” tegasnya. 

Ia menambahkan, “Bahagia itu sebenarnya yang menjadi fondasinya agar anak bisa sukses, punya akhlak yang baik, punya empati tinggi sehingga bisa saling tolong menolong.”

Dikatakan oleh psikolog yang kerap disapa Lizzy ini, saat anak merasa bahagia, maka akan berpengaruh pada manajemen diri yang baik. Bahkan bisa membuat kesadaran diri yang baik, karena saat anak merasa bahagia otomastis secara kognitif  bisa membantu anak bisa menyerap informasi dengan maksimal.

“Kebayang nggak kalau anaknya pintar tapi selalu merasa nggak mood saat ke sekolah? Saat anak merasa bahagia, maka informasi juga bisa didapatkan juga mudah diterima. Selain itu, anak-anak yang bahagia juga punya akan memiliki kemampuan sosial yang baik.”

Lizzy mencontohkan, pada saat anak pergi ke sekolah dengan perasaan tidak bahagia, tidak suka dengan gurunya, dengan lingkungannya, termasuk dengan teman-temannya tentu akan sering merasa tidak nyaman dan tertekan saat ke sekolah.

“Akibatnya penyerapan pelajaran di sekolah menjadi tidak baik,” paparnya.

Ia pun menegaskan, anak yang tumbuh bahagia bisa membentuk karakter saat dewasa sehingga membantunya sukses. “Punya anak pintar, sukses, tapi hatinya tidak bahagia, ya, enggak ada gunanya. Kebahagiaan itu biar bagaimana pun adalah dasar kehidupan,”

Untuk membantu anak tumbuh bahagia, sebenarnya bisa dilakukan lewat berbagai macam cara. Namun, yang terpenting adalah dengan memiliki keterikatan atau bonding yang baik antara orangtua dan anak.

“Pada umumnya, orangtua sudah mengerti teori pentingnya mendukung anak tumbuh bahagia, tapi lupa bahwa memiliki waktu berkualitas ikut berperan penting. Dan ini yang menjadikan tantangan orangtua masa kini, bagaimana memiliki waktu berkualitas dengan anak,” tegasnya. 

Definisi bahagia setiap orang, tentu saja bisa berbeda-beda, namun menurut Myers & Dieners, Association for Psychological Science, The Scientific Persuit of Happiness mengartikan bahwa kebahagiaan anak bukanlah kegembiraan sesaat saja. Namun, lebih kepada timbulnya rasa nyaman, aman dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya.

Bagaimana dengan Parents sendiri? Apa memiliki definisi kebahagian yang berbeda?

 

Baca juga:

Catat! Tak hanya pola asuh orangtua, 4 faktor ini juga pengaruhi anak tumbuh bahagia

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner