TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Operasi selaput dara untuk mengembalikan keperawanan, perlukah dilakukan?

Bacaan 2 menit
Operasi selaput dara untuk mengembalikan keperawanan, perlukah dilakukan?

Tren operasi selaput dara menjamur di negara India, Jerman dan Timur Tengah. Di Indonesia, hal ini masih menjadi kontroversi.

Ketika budaya patriarki begitu kuat mengukung perempuan, keharusan tetap perawan di malam pernikahan menjadi beban. Hingga praktik operasi selaput dara bermunculan, bahkan meski sang pasien adalah korban pemerkosaan.

Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

Apa itu operasi selaput dara?

operasi selaput dara

Operasi selaput dara, disebut juga hymenorrhaphy berasal dari bahasa latin hymen yang bermakna selaput dan raphe yang berarti jahitan. Kadang lebih populer dengan sebutan hymenoplasty atau hymenotomy.

Melansir dri laman Times of India, di awal tahun 2017 lalu, tren operasi selaput dara menjamur di negeri asal Shahrukh Khan tersebut. Dr. Bhavani Prasad, seorang ahli bedah plastik di Sunshine Hospitals. Dia mengaku telah melakukan prosedur hymenoplasty sebanyak 50 kali per tahun selama 2-3 tahun terakhir.

Menurutnya, dalam masyarakat India, banyak sekali perempuan yang merasa perlu memperbaiki selaput dara mereka sebelum memasuki pernikahan. Hal ini karena meski calon suaminya bergaya hidup modern, namun pihak pria selalu ingin pengantin masih perawan.

Operasi selaput dara untuk mengembalikan keperawanan, perlukah dilakukan?

Hal serupa diungkapkan Walter (bukan nama sebenarnya), seorang dokter asal Jerman yang melakukan hymenoplasty untuk para pasien muslim yang ingin selaput daranya utuh demi menyenangkan keluarga.

Melalui wawancara dengan Vice, Walter menjelaskan bahwa tidak semua perempuan yang melakukan hymenoplasty melakukan seks bebas, ada kalanya mereka adalah korban pemerkosaan, atau malah selaput daranya robek karena alasan non seksual.

Bahkan tak jarang, dokter yang melakukan hymenoplasty mendapatkan ancaman pembunuhan, dari keluarga yang menginginkan anak perempuannya benar-benar suci di hari pernikahan.

Di Indonesia sendiri, operasi keperawanan ini masih menjadi kontroversi besar. Lalu bagaimanakah prosedur operasi ini dilakukan?

Prosedur operasi selaput dara

operasi selaput dara

Hymenoplasty dilakukan dengan menjahit sisa selaput dara yang robek, hingga mirip seperti kondisi selaput dara sebelum robek. Selanjutnya, pasien akan diberi antibiotik untuk mempercepat proses pemulihan.

Operasi ini hanya berlangsung sekitar setengah jam, dan pasien bisa melakukan rawat jalan. Syarat yang harus dipenuhi, pasien tidak boleh berhubungan seks sebelum bekas operasinya benar-benar pulih.

Meski tergolong operasi ringan dan cepat dilakukan, namun operasi selaput dara bukannya tanpa risiko. Berikut adalah efek samping yang mungkin muncul.

  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Nyeri hebat
  • Muncul bekas luka
  • Kesulitan bernapas di tempat operasi

Adanya risiko membuat pasien harus mendiskusikan segala kemungkinan positif dan negatifnya sebelum menjalani operasi.

Operasi selaput dara untuk mengembalikan keperawanan, perlukah dilakukan?

Perlu diketahui, operasi keperawanana berbeda dari vaginoplasty yang pernah dilakukan oleh Nikita Mirzani.

Bila hymenoplasty bersifat mengembalikan kondisi selaput dara, sedangkan vaginoplasty adalah proses merapatkan dinding vagina yang longgar agar terasa rapat saat berhubungan.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Sumber: Alodokter

Baca juga:

Nikita Mirzani operasi organ intim, benarkah bisa memberikan kepuasan seksual?

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Operasi selaput dara untuk mengembalikan keperawanan, perlukah dilakukan?
Bagikan:
  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti