Bunda Percayalah, Operasi Caesar Tidak Membuat Nilai Anda Kurang Sebagai Seorang Ibu

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Operasi Caesar kadang dianggap sebagai kekurangan pada perempuan, karena ia tidak melahirkan secara normal. Normal atau caesar, anda tetap seorang ibu.

Melahirkan adalah proses yang harus dilewati oleh setiap perempuan saat ingin memiliki anak. Semua ibu tentunya ingin melahirkan anaknya secara normal, namun berbagai kondisi kesehatan yang terjadi saat kehamilan kadang memaksa seorang ibu untuk melahirkan melalui operasi caesar.

Sayangnya, banyak orang yang menempelkan stigma bahwa ibu yang melahirkan secara caesar bukanlah ibu yang sempurna karena tak menghadapi proses persalinan yang normal seperti ibu lain yang melahirkan secara tradisional.

Seperti dilansir dari situs popsugar.com, Raquel Renteria membagikan pengalamannya menghadapi ketakutan-ketakutan menghadapi operasi caesar saat akan melahirkan putrinya, Alexa.

Operasi Caesar sebagai momok yang menakutkan

The last few weeks leading up to Alexa’s birth, I was scared. I was terrified of this surgery. I was afraid of this scar and the long term effects it would have on body and my mind. I was worried I would feel inadequate, like I didn’t give birth to her. So many different fears lingered, but SO many other mamas told me, it would all be okay. And it is. I don’t feel as if I was robbed of a birth or like less of a bad ass. This scar proves that I am indeed a #badassmama! This surgery was not an easy decision for me. It pushed me to educate myself, to open my mind, to let go of my perfect expectations. I had everything I wanted during my birth. We had skin to skin in the OR, we saw our daughter being birthed(actually have the video of it), my husband cut the umbilical cord, they delayed cord clamping and most importantly, our baby was safe and beautiful and my doctor respected every decision we made. I couldn’t be more proud of this scar. I couldn’t be more proud of myself. And all those silly fears disappeared as soon as I realized, I was having the baby I prayed for and the birth experience I hoped for. #csection #csectionmom #csectionrecovery #mamaoftwo #peacewithbirth #birthofmama #stopcensoringmotherhood #4thtrimesterbodiesproject #postpartum

A photo posted by r a q u e l (@mrsfitmom_) on

Pada minggu-minggu menjelang kelahiran Alexa, bukannya merasa bersemangat seperti ibu pada umumnya, Raquel malah merasa ketakutan. Ia takut menghadapi operasi caesar, dan juga takut akan memiliki bekas luka operasi yang akan melekat selamanya.

Operasi caesar memiliki efek jangka panjang terhadap fisik dan mental seorang ibu akibat dari persalinan yang tidak normal.

Operasi itu bukan keputusan yang mudah bagi Raquel, itulah mengapa ia membekali diri dengan informasi mengenai operasi caesar, menjaga pikirannya tetap terbuka, dan melepaskan keinginan untuk mendapatkan pengalaman yang sempurna dalam sebuah persalinan.

“Saya takut saya akan merasa sebagai ibu yang tidak layak, seakan aku tidak benar-benar melahirkannya.” Raquel membagi foto bekas luka operasi caesarnya yang mulai sembuh di Instagram.

“Berbagai macam ketakutan mengendap dalam waktu yang lama, tapi begitu banyak ibu-ibu yang memberitahuku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dan ternyata memang benar.”

Pengalaman yang menyadarkan

Sekarang, setelah putrinya Alexa lahir, Raquel sadar betapa kuat dirinya dan juga tubuhnya. Ia berharap bisa menginspirasi ibu-ibu lain yang takut melakukan operasi caesar karena tak ingin melewatkan pengalaman melahirkan yang sempurna.

“Saya tidak merasa bahwa pengalaman melahirkan saya tidak sempurna atau bahwa saya lemah. Luka ini membuktikan bahwa saya adalah ibu yang keren.”

Selama proses kelahiran putrinya, Raquel tetap bisa merasakan semua pengalaman yang ia inginkan. Kontak fisik kulit bertemu kulit, bisa menyaksikan bayinya lahir, dan melihat suami memotong tali pusar bayi mereka.

“Yang paling penting, bayi kami selamat dan cantik. Dokterku menghormati setiap keputusan yang kami buat.”

Raquel menulis,”Saya sangat bangga dengan bekas luka ini. Saya sangat bangga pada diri saya sendiri. Semua ketakutan-ketakutan itu menghilang seketika setelah saya sadar bahwa saya memiliki bayi yang saya dambakan selama ini dan pengalaman bersalin sesuai yang kuinginkan.”

 

Baca juga:

Waspadai Cytomegalovirus: Virus yang lebih Berbahaya dari Zika bagi Ibu Hamil dan Bayi





Kisah Mengharukan