Penelitian: percaya mitos kesehatan, Kakek Nenek bisa membahayakan cucu

Orangtua Anda mungkin telah berhasil membesarkan Anda. Namun, sebuah penelitian terbaru menyimpulkan bahwa kakek nenek dapat membahayakan cucu.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Ketika harus meminta nasihat tentang kehidupan, orang tua sering kali jadi tempat bertanya. Hal ini juga biasa kita lakukan saat memerlukan saran tentang membesarkan anak-anak, terutama soal kesehatan. Tapi benarkah banyak nasihat orang tua mengandung mitos kesehatan, yang bisa membahayakan cucu?

Namun demikian, oleh karena pengaruh ajaran tradisional, nenek dan kakek bisa membahayakan cucu, meski mereka berniat baik. Menurut laporan, sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan Pediatric Academics Societies di bulan Mei 2017 mengungkapkan fakta mengejutkan.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 600 kakek-nenek yang menjawab kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner berkaitan dengan praktik keselamatan saat menjaga anak.

Kebutuhan untuk penelitian ini amat besar karena sekarang semakin banyak kakek nenek yang berperan mengasuh cucu saat orangtuanya bekerja. Seorang pengasuh anak yang terlatih harus memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang praktik keselamatan dan tahu bagaimana melakukan pertolongan pertama saat terjadi sesuatu pada anak.

Sebaliknya, penelitian tersebut menyoroti bahwa sebagian besar kakek nenek percaya bahwa apa yang mereka lakukan 20 atau 30 tahun lalu masih bisa diterapkan pada cucunya. Dan berdasarkan bukti-bukti terbaru, beberapa praktik ini dicap tidak aman oleh American Association Pediatrics.

Hal apa saja yang dilakukan kakek nenek yang dapat membahayakan cucu?

Sewaktu mengasuh anak untuk waktu yang lama, para kakek nenek harus mememenuhi tiga hal dasar: makanan, tidur, dan waktu bermain. Terkadang anak juga bisa sakit, dan pengasuhnya harus bisa mengurusi penyakitnya juga.

Tiga hal utama yang membahayakan cucu berkaitan dengan kegiatan tidur dan meredakan demam.

1. Menidurkan bayi dalam posisi tengkurap

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Banyak kakek nenek percaya bahwa tidak masalah anak tidur di ranjang dengan cara apapun. Namun, berbahaya bagi bayi usia kurang dari 6 bulan untuk tidur tengkurap, karena bisa menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak bayi usia di bawah 1 tahun.

Selengkapnya: Waspadai Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS)

Saat bayi tidur tengkurap, ada kemungkinan ia tersedak. Karena usianya masih sangat kecil, bayi mungkin tidak dapat merintih dan sinyal bahwa ia kesakitan pun akan luput dari perhatian orang dewasa.

Ketika bayi sudah tumbuh lebih besar dan dapat berguling sendiri, risiko tidur tengkurap mulai berkurang. Namun demikian, Parents dan juga kakek nenek tetap harus memastikan sebisa mungkin bayi tidur telentang.

2. Menggunakan selimut dan mainan yang lembut di tempat tidur

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Benda-benda longgar seperti selimut terbukti berbahaya karena membuat bayi sesak napas. Memang, terkadang bayi senang bermain dengan boneka teddy-nya atau mungkin membutuhkan selimut agar hangat saat tidur.

Namun, sebagian besar kakek-nenek menganggap hal tersebut bukan masalah besar. Tempat tidur aman untuk bayi adalah yang tidak terlalu banyak bantal.

Sprei maupun bed cover harus diselipkan rapat tanpa lipatan yang keluar. Jika harus menggunakan selimut, jangan sampai menutupi dada bayi.

HINDARI menggunakan mainan yang menggantung di atas tempat tidur bayi karena dapat terlepas dan melukai bayi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

3. Kompres air dingin untuk menurunkan demam

Kompres air dingin adalah cara tradisional untuk mengurangi demam. Namun, penelitian terakhir menemukan kaitan antara kompres air dingin dengan hipotermia – sebuah kondisi berbahaya bagi anak.

Seringkali bayi akhirnya tidak responsif jika diberi kompresan air dingin.

Selengkapnya: Saat Anak Demam, Kompres Air Hangat Atau Dingin?

Kesalahan lain yang sering dilakukan saat menurunkan demam pada anak adalah menggunakan aspirin. Hal ini dapat menyebabkan sindrom Reye, sebuah kondisi serius yang dapat menyebabkan pembengkakan di hati dan otak.

Cara tepat menurunkan demam bayi adalah dengan menghubungi dokter. Parasetamol aman untuk dikonsumsi anak-anak selama dosisnya sesuai.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Pemberian obat pada bayi dan anak-anak harus dihitung berdasarkan berat dan usia anak. Untuk itu, penting bagi Parents dan juga kakek nenek untuk mengetahui dosis terbaru sesuai yang dianjurkan dokter.

Tips untuk kakek nenek

Sebagian besar dari kita percaya bahwa kakek dan nenek akan merawat bayi lebih baik dibanding pengasuh bayaran. Namun, hal ini tak selamanya benar.

Kakek nenek terbatas oleh usia mereka yang sudah lanjut dan juga tidak mendapatkan pelatihan tepat tentang cara mengasuh anak.

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mengajari mereka apa saja yang penting dan tepat dalam menjaga anak. Jadi, jika orangtua atau mertua Anda membantu untuk menjaga anak, mereka harus memahami 9 hal berikut ini:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  1. Madu TIDAK BOLEH diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan.
  2. Aspirin TIDAK BOLEH digunakan untuk menurunkan demam pada anak di bawah usia 5 tahun.
  3. Tumbuh gigi TIDAK menyebabkan demam tinggi.
  4. Kompres air dingin TIDAK BOLEH dilakukan untuk menurunkan demam tinggi pada anak.
  5. TIDAK AMAN membuat bayi tidur miring atau tengkurap.
  6. Telinga TIDAK BOLEH dibersihkan dengan cotton bud atau korek kuping.
  7. Alkohol untuk membersihkan luka dapat menyerap melalui pori-pori kulit bayi.
  8. Makanan seperti sayuran mentah, anggur utuh, atau sosis hotdog BERPOTENSI menimbulkan bahaya tersedak  untuk anak-anak di bawah usia 3 tahun. Potong-potong makanan menjadi bagian kecil sebelum diberikan pada anak.
  9. Jika anak mimisan, minta mereka mencondongkan tubuhnya ke depan dan dengan lembut menekan pangkal hidung menggunakan kain. Pastikan anak tetap bisa bernapas. JANGAN PERNAH meminta anak mendongak ke atas atau memiringkan kepala.

Bagikan artikel ini pada kakek nenek agar mereka lebih siap saat menjaga cucu dan tidak membahayakan cucu.

Semoga bermanfaat.

 

*artikel disadur dari tulisan Anay Bhalerao di theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Tips Parenting: 4 Cara Mencegah Kakek Nenek Terlalu Memanjakan Cucu