TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

12 Negara Legalkan Ganja untuk Keperluan Medis, Izinnya Susah dan Berlapis

Bacaan 5 menit
12 Negara Legalkan Ganja untuk Keperluan Medis, Izinnya Susah dan Berlapis

Masing-masing negara memiliki regulasi berlapis yang berbeda. Berikut daftarnya!

Isu legalisasi ganja untuk kepentingan medis kembali dibahas setelah seorang ibu asal Sleman meminta Mahkamah Konstitusi melegalkan permohonan penggunaan ganja untuk keperluan medis anaknya. Tentunya hal ini kembali menuai pertanyaan publik dan meninjau kebijakan negara yang sudah legalkan ganja untuk kepentingan medis.

Senyawa dalam Ganja Dianggap Bisa Sembuhkan Beberapa Penyakit

12 Negara Legalkan Ganja untuk Keperluan Medis, Izinnya Susah dan Berlapis

Sumber: Unsplash

Cannabinoid menjadi salah satu senyawa yang cukup kontroversial karena mengandung khasiat kesehatan. Salah satunya adalah Japanese encephalitis yang diidap oleh Pika, buah hati dari ibu Santi yang berasal dari Yogyakarta tersebut.

Cannabidiol atau disebut sebagai CBD baru-baru ini mulai diperhatikan untuk keperluan pengobatan karena sifatnya yang tidak memabukkan.

CBD bisa diambil dari tanaman rami yang notabene tidak mengandung senyawa memabukkan yang umumnya muncul di ganja sebagai psikotropika.

Artikel Terkait: Viral Ibu Carikan Obat Ganja Legal untuk Anaknya yang Mengidap Cerebral Palsy

11 Negara yang Legalkan Ganja Untuk Keperluan Medis

Sejatinya ada 30 lebih negara yang sudah legalkan ganja untuk keperluan medis. Berikut adalah 11 di antaranya:

1. Argentina

Argentina merupakan negara yang legalkan penggunaan ganja untuk medis, Parents. Namun tidak sembarangan orang bisa dengan mudah mendapatkannya, lo.

Warga Argentina harus memiliki resep obat resmi dari penyedia layanan kesehatan yang ditujukan untuk penyakit tertentu, seperti epilepsi dan nyeri kronis.

2. Thailand

Thailand menjadi negara Asia pertama yang memperbolehkan penggunaan ganja sebagai penggunaan obat-obatan.

Tentunya hanya dokter berlisensi saja yang dapat menggunakan obat-obatan ini, termasuk dosis yang diatur dengan ketat.

Sejak tahun 2022, Thailand sudah mengizinkan penanaman, konsumsi, dan penjualan tanaman ganja dengan mudah. Namun, merokok ganja di area umum masih dilarang.

3. Britania Raya

Inggris juga sudah melegalkan aksi penggunaan ganja untuk medis, Parents. Namun, Inggris tetap melarang penggunaan ganja untuk rekreasional sehingga kepemilikan akan tetap dilarang.

Hanya beberapa konsultan spesialis yang dapat memberikan resep penggunaan ganja. Dokter umum tetap tidak diberi kewenangan. Ada pun ganja hanya digunakan sebagai obat terakhir bila tidak ada alternatif lainnya.

Artikel Terkait: Anak Bunuh Ibu dan Menari di Samping Jenazahnya, Benarkah Pengaruh Ganja?

4. Belanda

negara legalkan ganja medis

Sumber: Unsplash

Belanda sendiri sudah terkenal sebagai negara untuk konsumsi ganja bahkan di luar medis, Parents. Namun terbatas hanya di toko-toko tertentu saja.

Hukum ini sudah berlaku sejak tahun 2003 dan dikontrol penuh oleh Kantor Pengelolaan Ganja Medis Belanda sehingga seluruh sistem terpusat dan terkendali.

Pasien juga tidak bisa sembarangan membeli obat ganja dengan bebas. Tetap saja harus melalui resep obat yang legal dan melalui apotek tertentu yang sudah ditunjuk. 

5. Jerman

Jerman memiliki aturan yang lebih ketat daripada negara lainnya dalam legalisasi ganja medis. Jerman hanya mengizinkan penggunaan ganja dan turunannya bila pasien sudah sangat kritis dan tidak ada alternatif terapi lainnya.

Aturan ini sudah berlaku sejak tahun 2017. Obat ganja yang dapat digunakan pun hanya berupa bunga kering dan ekstraknya. Penggunaan hanya dapat diizinkan bila terbukti memiliki dampak positif.

6. Meksiko

Sejak tahun 2021, Meksiko mengizinkan penggunaan obat ganja dalam bentuk senyawa CBD yang tidak memiliki psikoaktif.

Ada pun untuk izinnya cukup sulit, yakni harus memiliki surat keterangan dari BPOM Meksiko, Parents!

Artikel Terkait: Belajar Dari Kasus Fidelis, Saatnya Legalisasi Ganja Untuk Pengobatan?

7. Selandia Baru

negara legalkan ganja medis

Sumber: Unsplash

Ganja medis hanya disediakan oleh dokter berlisensi yang sudah ditunjuk. Sativex menjadi satu-satunya produk ganja yang memiliki rasio 1:1 CBD (non psikoaktif) dan THC (psikoaktif).

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Tujuan dari legalisasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas medis dan kesehatan pasien. Tentunya ganja yang diberikan juga sudah melalui prosedur ketat dari distributor tunggal.

Selandia Baru masih tidak mengizinkan penggunaan untuk rekreasional.

8. Zimbabwe

Negara Afrika rupanya juga ikut turun tangan dalam aksi pencabutan larangan ganja dalam medis.

Sejak April 2018, Zimbabwe mengizinkan penggunaan ganja untuk medis serta izin petani untuk budidaya dan penanaman ganja.

Apalagi rupanya ternyata tanah Afrika menjadi salah satu lahan yang menjanjikan bagi produsen ganja dari Kanada.

9. Makedonia

Negara kecil di Eropa ini juga melegalkan penggunaan ganja medis yang ketat. Hanya ganja berbentuk minyak yang bisa dikonsumsi untuk medis!

Untuk mendapatkan izin penggunaan, pasien harus berkonsultasi dengan neurologis, onkologis, radioterapis, dan ahli penyakit menular. Panjang sekali urutannya, Parents!

10. Finlandia

Lagi-lagi negara Eropa menjadi salah satu yang melegalkan ganja. Hal ini dikarenakan adanya progresivitas dunia kesehatan yang mementingkan kebutuhan pasien.

Obat yang dapat diberikan pun hanyalah Sativex yang berbentuk semprot mulut saja. Sativex dapat diberikan kepada pasien dengan sklerosis.

Namun beberapa dokter di Finlandia tetap menegaskan bahwa ganja bukanlah penghilang nyeri yang dapat digunakan untuk sehari-hari bahkan penyakit kronis sekalipun.

Berbeda dengan kebanyakan negara, Finlandia juga memandang ganja bukanlah pengobatan efektif kanker.

11. Kroasia

12 Negara Legalkan Ganja untuk Keperluan Medis, Izinnya Susah dan Berlapis

Sumber: Unsplash

Kroasia ikut menjadi negara Balkan Eropa yang melegalkan mariyuana untuk kepentingan medis pasien. Pasien yang dapat diberikan adalah pasien kanker, multiple sclerosis, dan HIV/AIDS.

Untuk produksinya sendiri hanya diimpor dari Kanada dan dalam bentuk cair atau kapsul saja!

12. Siprus

Negara terakhir yang legalkan ganja untuk medis adalah Siprus. Negara Eropa ini hanya mengizinkan untuk pengobatan kanker stadium akhir.

Bentuk yang dapat diterima pun hanya dalam bentuk minyak dan izinnya harus langsung menuju Kementerian Kesehatan!

Itulah 11 negara yang legalkan ganja untuk kepentingan medis. Bagaimana menurut Parents?

***

Baca Juga:

Thailand Resmi Legalkan Ganja, Bagaimana Aturannya Bagi Turis?

Anji Berharap Ganja Legal di Indonesia, untuk Kesehatan dan Medis

Rizky Nazar Ditangkap Narkoba, Tertangkap Basah sedang Pakai Ganja

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adismara Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • 12 Negara Legalkan Ganja untuk Keperluan Medis, Izinnya Susah dan Berlapis
Bagikan:
  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

    11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

  • Manfaat Nanas Muda, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?

    Manfaat Nanas Muda, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

    11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

  • Manfaat Nanas Muda, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?

    Manfaat Nanas Muda, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti