Ditertawakan karena menyusui Nastusha hingga 2 tahun, ini reaksi Chelsea Olivia

Ditertawakan karena menyusui Nastusha hingga 2 tahun, ini reaksi Chelsea Olivia

Rekomendasi para ahli yang menyarankan agar ibu menyusui anaknya secara eksklusif maksimal 2 tahun, membuat Chelsea Olivia pun mantap untuk menyusui 2 tahun.

Manfaat ASI eksklusif bagi perkembangan bayi sudah tidak diragukan lagi. Karena itu, berbagai literatur kesehatan pun merekomendasikan untuk para ibu menyusui ASI selama minimal 6 bulan hingga 2 tahun. Karena itulah Chelsea Olivia ingin menyusui Nastusha hingga 2 tahun.

Ditertawakan karena masih menyusui Nastusha 

nastusha

Menurut Chelsea Olivia, semua ibu zaman sekarang mungkin sudah mengetahui tentang seperti apa manfaat ASI, tetapi seringkali kurangnya informasi bisa berdampak buruk.

“Contohnya saat orang-orang tahu Nastusha masih aku beri ASI sampai sekarang (1 tahun 10 bulan), mereka malah tertawa. Banyak orang yang malah heran kenapa aku belum menyapih Nastusha sampai sekarang. Padahal memang baiknya menyusui 2 taun. Tapi sampai 1 tahun 10 bulan ini, masih banyak ibu lain yang malah menyarankan untuk mengganti ASI dengan susu formula,” ungkap ibu dari Nastusha Olivia Alinskie, ditemui dalam sebuah forum diskusi di kawasan Thamrin.

Bayi Menyusu

Ia menambahkan, kondisi ini cukup miris. Mengingat 1000 hari pertama kehidupan si kecil yang mencapai usia 2 tahun, kita seharusnya memberikan yang terbaik untuk anak. Kesempatan seperti inilah yang seharusnya dimanfaatkan para orangtua agar anak-anaknya bisa tumbuh optimal dan baik.

“Bagiku, selama anak masih mau menyusui dan kondisi kita masih bisa memproduksi ASI dengan baik, kenapa tidak untuk memberikan yang terbaik buat si kecil? Termasuk ASI,” lanjut ibu satu anak yang mantap ingin menyusui 2 tahun itu.

Artikel terkait: 10 Panduan terbaru sukses menyusui dari WHO, Bunda perlu update!

Chelsea Olivia pernah panik dengan kondisi anak karena kurang informasi

Selain percaya manfaat menyusui 2 tahun, Chelsea pun menyadari bahwa semua ibu baru memang butuh bekal informasi yang cukup. Pasalnya, ia pernah memiliki pengalaman yang tidak mengenakkan karena kurangnya informasi yang ia miliki sebagai ibu baru.

“Pernah suatu saat Nastusha mengalami yang namanya growth spurt, yang kondisinya bikin panik. Ia cuma menyusu, muntah, nangis, dan begitu terus tanpa sebab. Kelihatannya seperti kelaparan terus. Aku sempat bingung dan pengen nangis rasanya karena tidak tahu anakku kenapa. Ternyata dia lagi mengalami masa growth spurt yang biasanya dialami dalam 12 bulan pertama. Jadi, menurutku edukasi  seperti ini sangat penting untuk ibu baru. Informasi juga harus valid,”.

Artikel terkait: Growth Spurt (Percepatan Pertumbuhan) Pada Bayi dan Balita

Berkaca pada Chelsea, jangan takut dan ragu jika Bunda memiliki langkah yang berbeda dari orang lain, selama hal itu benar-benar terbaik untuk anak. Tentunya, edukasi dan pemahaman yang baik juga sangat penting bagi kita para ibu baru untuk meningkatkan tumbuh kembang anak kita kelak.

Ditertawakan karena menyusui Nastusha hingga 2 tahun, ini reaksi Chelsea Olivia

Manfaat memberikan ASI untuk Ibu Menyusui sendiri?

ASI tak hanya bermanfaat untuk si kecil, namun juga untuk ibu menyusui sendiri. Sebuah penelitian yang dikutip NHS UK menyatakan, lebih dari 73 persen ibu di Inggris menyusui anaknya. Ada beberapa alasan mengapa ibu memilih untuk menyusui anak, yaitu ASI memang dirancang dengan sempurna untuk bayi Anda, ASI melindungi bayi dari infeksi dan penyakit, dan menyusui akan memberikan manfaat kesehatan bagi ibu.

ASI tersedia untuk bayi kapan pun bayi membutuhkannya. Sebagian besar ibu memilih untuk menyusui karena dapat membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi. Susu formula tidak memberikan perlindungan yang sama dari penyakit dan tidak memberi ibu manfaat kesehatan.

Menyusui memiliki manfaat jangka panjang untuk bayi dan bertahan hingga ia dewasa. Menyusui mengurangi risiko bayi terkena sejumlah kelainan dan penyakit. Berikut di antaranya:
1. Infeksi
2. Diare dan muntah
3. Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
4. Leukemia
5. Obesitas atau kegemukan
6. Penyakit kardiovaskular saat dewasa

Tidak hanya bagi bayi, menyusui juga memberi manfaat kesehatan bagi ibu. Semakin banyak Anda menyusui, semakin besar manfaatnya. Menyusui menurunkan risiko terhadap:

1. Kanker payudara
2. Kanker ovarium
3. Osteoporosis (tulang lemah)
4. Penyakit kardiovaskular
5. Obesitas atau kegemukan

Jadi Bunda, jangan ragu untuk terus memberi ASI untuk bayi Anda. Proses ini juga banyak membantuk membangun bonding positif ibu dan si kecil. Selamat meng-ASI-hi!

Baca juga:

Baru Lahir, bayi Chelsea Olivia Sudah Jadi Seleb Instagram!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner