6 Mitos Tentang Cesar yang sering Bunda dengar dan terbukti salah

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Mitos tentang cesar tidak hanya salah, namun membuat banyak ibu yang menjalani cesar harus menanggung stigma yang tidak benar tentang proses persalinan di melalui bedah operasi ini. Simak apa saja mitosnya di bawah ini.

Mitos tentang cesar berpusat pada anggapan-anggapan salah, dan biasanya datang dari orang-orang yang belum pernah mengalaminya. Mitos ini kemudian dipercaya dan disebarluaskan, hingga menimbulkan stigma negatif pada ibu-ibu pejuang cesar.

Para ibu yang menjalani prosedur operasi bedah ini, tentunya tahu dengan pasti bahwa kebanyakan mitos tentang cesar tidaklah benar. Namun suara mereka terbungkam oleh ucapan 'nyinyir' ibu-ibu yang belum pernah merasakan cesar.

Melansir dari Huffington Post, berikut ini adalah mitos tentang cesar yang terbukti salah besar.

Mitos tentang cesar 1 - tidak bisa melakukan skin-to-skin-contact

mitos tentang cesar

Mitos ini tentu saja tidak benar, jika ibu ingin merasakan pengalaman skin-to-skin-contact (SSC) maka dia tak perlu segan meminta kepada dokter. Ibu yang melahirkan cesar pun bisa melakukan SSC segera setelah bayi lahir, saat perut sedang dijahit bayi diletakkan di dada ibu.

Daniela Carusi, Direktur di bidang operasi kandungan RS Brigham & Women menyatakan, pasien yang ia tangani bisa melakukan SSC  meski operasi cesar masih berlangsung. Tentu saja dengan bantuan tenaga lebih seperti perawat, doula atau bidan.

Mitos tentang cesar 2 - tidak akan bisa melakukan birth photography

Saat ini, tren fotografi kelahiran sedang marak di Indonesia. Ibu juga bisa melakukan sesi foto melahirkan walaupun sedang menjalani cesar. Karena setiap proses persalinan memiliki keindahan tersendiri, jadi layak untuk diabadikan.

Diskusikan dengan dokter Anda jika ingin melakukan sesi foto melahirkan ini. Karena tentunya dibutuhkan kerjasama antara fotografer dengan seluruh tenaga medis yang terlibat.

Artikel terkait: 10 Foto Intim Melahirkan Cesar dan kisah luar biasa di baliknya

Mitos tentang cesar 3 - Susah menyusui

mitos tentang cesar

Mungkin Bunda pernah mendengar, bahwa ibu yang melahirkan cesar akan mengalami kesulitan saat menyusui. Namun, Dr. Carusi membantah mitos yang salah ini. Faktanya, masalah menyusui bisa terjadi pada siapa saja, termasuk ibu yang melahirkan normal.

Dr. Carusi sendiri menjelaskan, beberapa pasiennya malah ada yang langsung menyusui saat dokter sedang menyelesaikan prosedur operasi cesar. Sebisa mungkin bayi disusui oleh sang ibu segera setelah lahir.

Bila tidak dilakukan di ruang operasi, maka di ruang perawatan setelah ibu dipindahkan ke sana dan telah dipasangi monitor untuk memantau kesehatannya pasca operasi.

Bunda juga bisa meminta obat penghilang rasa sakit, agar bisa merasakan pengalaman menyusui pertama kali secara utuh tanpa dibayangi rasa sakit pasca operasi cesar.

Mitos tentang cesar 4 - Ibu akan tidak sadar selama operasi

Sekali lagi, mitos ini tidak terbukti. Meskipun prosedur cesar makin meningkat setiap tahunnya, namun pembiusan total selama operasi masih dilarang. Yang dibolehkan adalah bius setengah badan melalui epidural atau anestesi spinal.

Kedua macam pembiusan ini membuat bagian bawah tubuh ibu mati rasa selama operasi, namun sang ibu sepenuhnya terjaga selama prosedur bedah berlangsung. Jika obat bius kehilangan efeknya, ibu akan merasakan sakit luar biasa.

Artikel terkait: Efek obat bius habis saat operasi cesar berlangsung, ibu ini alami trauma berat

Mitos tentang cesar 5 - Operasi cesar adalah jalan mudah untuk ibu yang egois

mitos tentang cesar

Banyak yang salah kaprah menyatakan bahwa ibu yang melahirkan secara cesar, hanya karena gaya-gayaan. Atau karena tidak ingin merasakan sakitnya persalinan normal. Padahal, ada berbagai faktor penting yang membuat ibu harus menjalani cesar.

Menurut WHO, kebanyakan kasus cesar yang terjadi karena memang kondisi di lapangan mengharuskan demikian. Seperti kontraksi yang terlalu lama, bayi yang stres di dalam kandungan, atau bahkan posisi bayi yang tidak normal.

Tentunya, risiko melahirkan melalui operasi cesar jauh lebih tinggi daripada persalinan normal. Namun, demi keselamatan sang buah hati, hal tersebut rela dijalani ibu.

Mitos tentang cesar 6 - Ibu tidak akan merasakan sakit

Mitos yang satu ini benar-benar salah. Memang betul ibu tidak akan merasa sakit saat dioperasi, karena tubuhnya telah dibius. Namun, setelah efek obat biusnya habis, ibu akan merasakan sakit yang signifikan, bahkan berminggu-minggu setelah melahirkan.

Bahkan ada ibu yang selalu merasakan sakit di bagian punggung bertahun-tahun setelah operasi cesar terjadi. Jadi, mitos bahwa ibu yang melahirkan secara cesar tidak merasakan sakit sama sekali tidak benar.

***

Apapun proses persalinannya, semua dilakukan demi keselamatan bayi. Sudah saatnya kita berhenti menghakimi cara seorang ibu melahirkan anaknya, karena kita tidak tahu cerita apa yang terjadi di belakang layar.

Daripada saling menghakimi, lebih baik kita saling mendukung. Karena Parents semua tentu tahu, menjadi orangtua tidaklah mudah. Mari berbagi tips dan saran untuk para orangtua lainnya, tentang cara mengasuh anak yang baik.

Karena masa depan anak adalah yang terpenting, tak peduli lewat jalan mana ia dilahirkan.

 

Baca juga:

3 Fakta Tentang Ibu Melahirkan Cesar yang Harus Diketahui Semua Orang

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Melahirkan