Milia si Bintik Putih di Wajah, Ini Penyebab dan Cara Mengilangkannya

Bintik putih di wajah atau milia mungkin kerap mengganggu penampilan dan membuat Anda tidak percaya diri. Yuk, kenali penyebab dan cara menghilangkannya berikut ini!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Milia merupakan sebuah benjolan atau bintik putih yang kerap muncul di bagian wajah. Baik di hidung, pipi, hingga di bawah mata.

Mengutip Alodokter, istilah milia digunakan saat benjolan putih tumbuh secara berkelompok atau muncul dalam jumlah banyak. Jika benjolan hanya tumbuh satu di wajah, maka kondisi ini disebut milium.

Kondisi ini pun sebenarnya tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus, benjolan yang timbul di wajah pun bisa menyebabkan komplikasi dan menimbulkan bekas permanen. Sehingga hal ini mungkin saja akan menggangu penampilan dan membuat penderitanya tidak percaya diri.

Artikel terkait: Bintik putih muncul di wajah bayi, perlukah merasa khawatir?

Milia: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Mengutip Hello Sehat, milia merupakan kista kecil yang terjadi tepat di bawah lapisan kulit, tidak dalam pori-pori.

Kondisi ini berbeda dengan jerawat biasa. Faktanya, milia juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk menghilang. Benjolannya cenderung bertahan dalam waktu mingguan, berbulan-bulan, atau bahkan tahunan.

Milia bisa terjadi pada siapa saja, tetapi kondisi tersebut biasanya lebih sering dialami oleh bayi baru lahir.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sementara itu, kondisi ini juga diklasifikasikan berdasarkan usia saat benjolan muncul. Mengutip Healthline, berikut merupakan jenis-jenis milia selengkapnya:

  • Milia Neonatal: Ketika kumpulan bintik putih atau muncul pada bayi baru lahir.
  • Milia Primer: Merupakan sekelompok bintik putih yang muncul pada anak-anak dan saat usia dewasa. Biasanya, jenis primer ini akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu.
  • Milia Sekunder: Sekelompok bintik putih yang muncul di sekitar kulit yang cedera. Bisa cedera karena luka lepuh, luka bakar, hingga akibat penggunaan krim kulit.
  • Plak atau Milia en plaque: Merupakan salah satu jenis yang cukup parah dan penyebabnya belum diketahui pasti. Dikatakan cukup parah karena kumpulan benjolan yang muncul tumbuh cukup lebar.
  • Multiple Eruptive Milia: Biasanya muncul secara bergerombol dalam waktu beberapa minggu sehingga membuat penderitanya kerap merasa terganggu.

Artikel terkait: Catat! Ini masalah kulit bayi baru lahir ini sering membuat Parents khawatir

Apa Penyebabnya?

Hingga saat ini, penyebab milia belum diketahui secara pasti, terutama ketika kondisi ini terjadi pada bayi baru lahir.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Namun, umumnya, milium bisa saja terbentuk ketika sel mati atau protein yang bernama keratin terperangkap di bawah permukaan kulit.

Mengutip Alodokter, timbulnya milium pada orang dewasa juga biasanya dipicu atau kerap dikatikan dengan kerusakan kulit seperti:

  • Kulit melepuh karena penyakit tertentu
  • Kulit melepuh akibat faktor lain seperti terpapar zat atau tanaman beracun
  • Sering terkena sinar matahari atau kulit kerap mengalami luka bakar
  • Penggunaan krim wajah yang mengandung kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Melakukan perawatan kulit khusus seperti laser atau dermabrasi

Milia merupakan kondisi normal yang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, seseorang yang memiliki jerawat dan komedo juga kemungkinan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kondisi ini.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang bisa menimbulkan risiko munculnya kumpulan milium pada wajah. Faktor tersebut di antaranya:

  • Kebersihan kulit tidak dijaga
  • Sering menggunakan pakaian yang memiliki bahan atau tekstur kasar
  • Sering berkegiatan di luar dan terpapar sinar matahari

Gejala yang Timbulkan

Perlu diketahui, kondisi ini berbeda dengan jerawat yang timbul di wajah. Benjolan putih kecil ini muncul ketika sel kulit mati terperangkap di bawah kulit. Beberapa gejalanya yang dirasakan cenderung tidak berbahaya dan umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa waktu.

Kelompok milium atau bintik putih ini berukuran kecil, memiliki diameter sekitar 1 – 2 milimeter. Ia juga bisa tumbuh di mana saja pada kulit, tetapi memang lebih sering ditemui dan berkelompok di beberapa area seperti:

  • Di bawah mata atau di kelopak mata
  • Kulit kepala
  • Hidung
  • Di belakang telinga
  • Di area pipi, rahang, dan dahi
  • Bisa juga muncul di bagian dalam mulut
  • Dada hingga kelamin

Kapan Harus ke Dokter?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Milia bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, menghilangkan bintik putih karena kondisi tersebut secara salah, seperti memencet atau mengeriknya, bisa saja menimbulkan bekas luka permanen.

Tak jarang, munculnya milia juga kerap menganggu penampilan dan membuat penderitanya tidak percaya diri. Jika sudah merasa terganggu akibat kondisi ini, maka Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Pada proses pemeriksaan, dokter akan melihat karakteristik benjolan yang muncul. Biopsi atau pengambilan sampel jaringan kulit pun biasanya dilakukan jika milia yang timbul diduga berjenis en plaque.

Pengobatan Medis 

Milia juga biasanya tidak perlu diobati karena akan menghilang dengan sendirinya. Meski begitu, beberapa jenis pengobatan juga diberikan oleh dokter. Pasalnya, dalam beberapa kasus, benjolan akibat milia bisa bersifat permanen. Tindakan medis untuk menghilangkan milium di antaranya adalah:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  • Krioterapi, menghancurkan milium menggunakan nitrogen cair
  • Dermabrasi, pengikisan lapisan kulit menggunakan alat khusus
  • Mengikis lapisan kulit milium menggunakan cairan kimia
  • Ablasi Laser, menghilangkan milium menggunakan laser
  • Diathermu, menghilangkan milium menggunakan suhu panas
  • Deroofing, menghilangkan milia menggunakan jarum steril
  • Mengonsumsi antibiotik atau menggunakan krim isotretinoin sesuai resep dokter pada kasus milia en plaque.

Upaya Pencegahan Milia

Milia merupakan kondisi normal yang umumnya tidak bisa dicegah. Namun, menjaga kebersihan kulit secara keseluruhan bisa mengurangi risiko terjadinya kondisi ini.

Selengkpanya, berikut merupakan upaya pencegahan milia yang bisa Anda lakukan di rumah:

  • Rajin mencuci muka, terutama setelah keluar rumah dan terpapar debu
  • Gunakan sabun dan skincare yang aman dan sesuai dengan jenis kulit untuk mencegah iritasi. Hindari produk perawatan kulit yang mengandung paraben.
  • Gunakan tabir surya sebelum keluar rumah
  • Jangan menusuk atau memencet benjolan putih untuk menghilangkan milia. Pada dasarnya, cara tersebut malah bisa menimbulkan bekas luka yang permanen
  • Mandi air hangat untuk membuka pori-pori wajah dan membuat jalan keluar minyak secara alami
  • Konsumsi makanan sehat dan bernutrisi. Kurangi makanan yang mengandung lemak berlebih atau fast food.
  • Konsumsi suplemen vitamin E, vitamin B3, atau B kompleks jika memungkinkan.

Artikel terkait: Jerawatan saat hamil? Ini 7 bahan alami untuk obati jerawat buat bumil

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, milia merupakan kondisi normal dan tidak berbahaya sehingga Anda tidak perlu khawatir berlebih. Namun, jika benjolan yang muncul sudah menganggu, jangan ragu berkonsutasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan perawatan tepat. Semoga bermanfaat!

***

Baca juga:

Perawatan kulit bayi dan orang dewasa, apa sih bedanya?