Redam suara berisik saat bercinta dengan 5 cara ini

lead image

Tidak ada alasan untuk tidak melakukan hubungan intim, termasuk karena kumpul keluarga.

Ketika momen liburan Anda dimanfaatkan dengan acara menginap bersama. Untuk pasangan yang sedang hangat-hangatnya, hal ini bisa jadi tantangan. Pasalnya, mungkin masing-masing harus meredam suara berisik saat bercinta.

Bisa saja masing-masing harus ‘ngerem’ untuk tidak berhubungan intim, apalagi jika pasangan begitu ‘berisik’ ketika asyik berdua. Namun meredam suara berisik harus dilakukan, karena menurut Cecilia Sharpe, seorang pakar seks dari Lovehoney mengungkapkan bahwa tak ada alasan untuk tidak melakukan hubungan intim, termasuk karena kumpul keluarga.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/penggunaan tampon saat berhubungan intim efektifkah.jpg Redam suara berisik saat bercinta dengan 5 cara ini

Bagi kebanyakan orang, musim liburan terdiri dari banyak perjalanan untuk mengunjungi keluarga. Bunda dan suami mungkin menginap, dan mungkin saja parents akan melakukan hubungan seks. Bisa jadi ini adalah keputusan terburuk yang pernah kalian buat. Namun jangan kuatir, Parents tetap bisa melakukannya.

5 Tips meredam suara berisik saat bercinta 

Mengutip Cosmopolitan, berikut beberapa tips untuk meredam suara berisik saat bercinta.

1. Musik kencang

“Musik bisa menyembunyikan erangan. Kencangkan musik dan nikmati waktu bersamanya. Pasalnya, kalian pasti tidak ingin anggota keluarga mendengar suara-suara nakal. Mudah-mudahan kamu punya TV atau radio yang bisa menyembunyikan suara cantik yang kalian hasilkan.

Tipsnya suara yang anda hasilkan jangan lebih keras dari suara normal. Selain musik, tentu perlu juga bicara pada keluarga bahwa Anda ingin ada quality time bersama pasangan.

2. Posisi berhadapan

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/seks sehat 20170514 113901.jpg Redam suara berisik saat bercinta dengan 5 cara ini

Sharpe menyarankan untuk melakukan posisi yang punya sedikit frekuensi penetrasi, sehingga potensi suara ‘berisik’ bisa diminimalisir. Posisi berhadapan disarankan agar komunikasi bersama pasangan bisa melalui non-verbal seperti kedipan mata atau ciuman.

3. Dari kasur ke kamar mandi

Hubungan intim di kamar mandi adalah ide yang cemerlang. Suara pancuran air bisa menyamarkan suara berisik bersama pasangan. Bonusnya, jika pergi berdua, parents bisa menikmati saat bercinta waktu mandi. Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan ketika berlibur di rumah mertua.

Jika yang berisik bukan pasangan melainkan kasur yang bergoyang, mungkin lantai bisa jadi solusi. Sharpe menyarankan untuk menggunakan karpet atau selembar selimut agar tak kedinginan.

Kamu bisa berhubungan seks di lantai. Ini mungkin terlihat mengejutkan, tapi tempat tidur kembar tuamu benar-benar keras dan tidak nyaman. Untuk meredam suara berisik, gunakan beberapa selimut dan bantal di lantai.

4. Siapkan dari awal

Jika memang pasangan benar-benar tak bisa mengendalikan volume suara saat bercinta, maka bangun suasana sejak awal lewat teks atau sentuhan.

5. Fokus pada sentuhan

Daripada fokus pada penetrasi, menghabiskan waktu lebih untuk melakukan sentuhan pada pasangan bisa dicoba. Mungkin selama ini saking fokusnya untuk melakukan penetrasi, sentuhan-sentuhan kecil untuk pasangan jarang dilakukan. Sentuhan-sentuhan ini tak akan menimbulkan suara ‘berisik’ nan mencurigakan selama berdua.

Nah parents, tak ada alasan untuk tidak melakukan hubungan intim karena kumpul keluarga. Ikuti tips untuk meredam suara berisik di atas.

 

Referensi: CNN Indonesia

Baca juga: 

Gairah seks pria bisa dipengaruhi oleh 5 hal ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.