Menjaga Diri Sendiri adalah Aspek Parenting yang Banyak Dilupakan Orangtua

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Terlalu fokus mengurus anak dan rumah keluarga membuat Parents sering melupakan hal penting ini: menjaga diri sendiri. Bagaimana caranya dan apa pentingnya?

Menjadi orangtua memang tak mudah. Untuk dapat menjaga makhluk kecil yang diamanahkan Tuhan pada kita, seringkali ada aspek parenting yang terlupa, yaitu pentingnya menjaga diri sendiri.

Seperti halnya saat kita naik pesawat dan terjadi perbedaan tekanan udara, sebelum kita memasangkan oksigen pada anak, penting bagi kita untuk memasang oksigen tersebut untuk diri sendiri. Karena kita tak bisa menolong orang lain sebelum menyelamatkan diri sendiri.

Namun, dalam dunia parenting, unsur menjaga diri sendiri ini seringkali terlupa. Banyak orangtua merasa harus berkorban sepenuhnya untuk anak sampai tidak sempat menjaga diri sendiri.

“Rutinitas menjaga semua orang tanpa alasan istimewa butuh usaha yang sangat keras. Maka dari itu, banyak ibu yang lupa untuk bersantai, bersenang-senang, dan memiliki waktu luang,” jelas Aimee Danielson, direktur kesehatan mental perempuan di Rumah Sakit Universitas MedStar Georgetown kepada Washington Post.

Seperti halnya karyawan di sebuah perusahaan, ‘cuti’ bagi para orangtua juga sangat penting untuk menjaga kesehatan mental. Mengurus anak dan semua pekerjaan rumah tangga akan jadi rutinitas sangat berat jika dijalani tanpa jeda setiap harinya.

Ini cara agar Parents bisa mengatur waktu untuk menjaga diri sendiri:

1. Jangan ragu untuk berkata ‘tidak’

Tak semua hal harus diiyakan. Beberapa hal yang tidak dapat membuat diri Anda berkembang memang tidak perlu dituruti.

Mintalah pengertian keluarga bahwa permintaan mereka membuat rutinitas sehari-hari makin berat, terutama yang datangnya bukan dari keluarga inti. Misal, mertua dan adik ipar yang terlalu banyak menuntut.

2. Konseling/terapi

Jika beban di pundak sangat berat sedangkan Parents tidak memiliki tempat curhat yang bisa dipercaya, maka bicara pada para psikolog untuk melakukan konseling adalah cara yang tepat untuk meredakan beban.

Curhat dengan teman sebenarnya adalah salah satu opsi yang tepat. Namun, pertemanan yang nuansanya naik turun membuat seseorang jadi suka membuka rahasia temannya.

Lebih baik bicara pada profesional agar ia mengajari Anda metode yang tepat untuk menghilangkan stres. Beberapa psikolog menggunakan metode psikoterapi tertentu yang akan meringankan tekanan batin Anda sebagai orangtua.

3. Memilih hobi baru

Tak ada salahnya memiliki hobi baru yang dapat membuat keseharian Parents lebih berwarna. Jika Anda memang suka memasak dan merajut, mengapa tak ambil hobi baru yang nuansanya berbeda? Belajar Wushu misal.

Ini akan membuat hari-hari Anda jadi lebih berwarna. Selain itu, hobi yang ada kaitannya dengan olahraga membantu mental Anda jadi lebih sehat.

4. Ajukan ‘proposal’ me-time pada keluarga

Jadikan me-time sebagai kebiasaan dalam keluarga. Setiap anggota keluarga membutuhkan me-time-nya sendiri, apalagi jika anak sudah beranjak besar.

Me-time bukanlah tindakan egois. Justru sebaliknya, saat Bunda punya waktu me-time, artinya Anda dapat memperpanjang hari-hari menyenangkan sebagai seorang ibu.

Artikel terkait: Me Time Murah Meriah ala Ibu Super Sibuk

5. Buat waktu khusus dengan pasangan

Kencan saat sudah menikah akan membuat rumah tangga jadi harmonis. Lakukan kencan rutin seminggu sekali atau sebulan sekali untuk menjaga percikan cinta dengan pasangan.

Saat pergi ke luar rumah, mungkin Bunda memang akan kepikiran anak di rumah. Namun, Bunda harus mulai percaya pada pengasuh anak, orangtua maupun mertua bahwa mereka pun berusaha mencintai anak Anda seperti halnya Bunda ke mereka.

Karena jika Anda stres dan terlalu lelah, maka mengasuh anak pun jadi tidak maksimal. Hanya orangtua bahagialah yang berhasil mengasuh anak-anak yang bahagia.

 

Baca juga:

Me Time Murah Meriah ala Ibu Super Sibuk

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting