TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Cerita Pengalaman Mengenalkan Base Ball pada Anak Autis Kami

Bacaan 4 menit
Cerita Pengalaman Mengenalkan Base Ball pada Anak Autis Kami

Orang tua dari anak dengan gangguan autisme harus pandai memutar otak agar terapi tetap berjalan dengan aktivitas keluarga.

Semenjak pandemi, kegiatan untuk keluar rumah menjadi sangat terbatas. Bagi kami orang tua dari anak dengan gangguan autisme harus pandai memutar otak agar terapi tetap berjalan namun sang adik juga tetap mendapatkan kegiatan yang menyenangkan. Kami tentunya harus pandai-pandai mencari wisata alternatif bagi keluarga dengan anak autis. Melihat anak-anak senang, membuat suasana hati orang tua pun bahagia. Ini cerita kami mengenalkan base ball pada anak autis kami.

Beberapa waktu lalu, kami mengajak Lula, putri kedua kami untuk bermain base ball di salah satu kampus di Kota Bandung. Kami cukup khawatir dengan sosialisasinya, dikarenakan di usia nya yang ke-empat tahun, ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama kakaknya. Setidaknya dengan mengikuti latihan base ball, ia memiliki teman baru dan belajar untuk berkompetisi.

Nindy, putri pertama kami ikut mengantar sang adik. Saat pertama kali Nindy tiba di lapangan baseball, ia terlihat gelisah karena belum terbiasa dengan lingkungan barunya. Padahal lokasi lapangan berada di dalam kampus tempat kami kerap kali berjalan kaki (tracking).

Artikel terkait: 15 Ciri Anak Autisme dari Ringan hingga Berat, Parents Perlu Tahu!

Beberapa orang tua yang mengantar anaknya bertanya kepada Nindy, ‘’Teteh (sebutan kakak dalam Bahasa Sunda) kok gak ikutan gabung latihan base ball?’’ Mendengar hal itu, Nindy semakin panik, ia mencari perhatian dengan menangis dan berakhir dengan meminta makanan. Saya belum sempat memberitahu mereka jika Nindy mengalami gangguan autisme yang mana memang terlihat normal namun sebenarnya di dalam tubuhnya banyak mengalami gangguan.

Setelah tenang, saya coba ajak Nindy untuk berkeliling lapangan melihat Lula berlatih bersama teman-temannya dari kejauhan. Pelatih mencoba untuk mengajak Nindy bergabung. Saya pun segera memberitahu bahwa putri pertama saya autis, namun pelatih tersebut tidak kaget dan memiliki trik khusus saat mendampingi Nindy. Kami sebagai orang tua cukup terkesan dengan perlakuan sang pelatih saat itu. Tapi sayang, Nindy belum mau untuk mengikutinya.

Satu minggu berlalu, Lula mulai menyukai olahraga ini. Ketika di rumah pun, ia kerap kali meminta untuk didampingi bermain bola kepada kami, ibu dan bapaknya. Hal yang tidak terduga, Nindy, putri pertama kami ternyata diam-diam memperhatikan kami bermain. Dan ia mulai tertarik dengan bola dan tongkat pemukul (baseball bat). Ia mengambil tongkat tersebut dan mengarahkan kepada bola namun tidak tepat sasaran. Akhirnya, saya mengajarinya untuk memukul bola menggunakan bola tersebut. Setelah belajar, di pukulan ketiga ia sudah bisa melakukannya dengan tepat walaupun kami harus terus memberikan instruksi kepadanya.

mengenalkan base ball pada anak autis

Mengenalkan base ball pada anak autis kami tak terlepas dari peran sang pelatih. Ketiga kali latihan base ball, Nindy selalu mengikuti Lula. Akhirnya, pelatih memanggil Nindy untuk ikut bergabung bersama Lula dan Saka, putra dari teman kami. Saya melihat Nindy senang melihat kegiatan tersebut. Nindy pun diberi kesempatan untuk memukul bola di lapangan tempat Lula berlatih base ball.

Alhamdulillah kesempatan ini Nindy dapat meniru dengan baik untuk memukul bola base ball. Saya memberitahu asisten pelatih untuk tidak terlalu cepat meminta Nindy memukul bola. Benar saja, ketika lebih dari tiga kali memukul, fokusnya hilang dan melemparkan bat (tongkat) base ball.

Artikel terkait: Ciri Anak Autis Ternyata bisa Dideteksi Lewat Bermain Cilukba, Ini Penelitiannya

Saya pun segera membawa Nindy ke lokasi lain yang lebih tenang untuk mencegah tantrum. Di akhir latihan, orang tua diberi kesempatan untuk ikut bermain base ball yang didampingi oleh pelatih. Ini merupakan sarana membangun kedekatan antara anak dan orang tua.

Memiliki anak dengan gangguan autisme sangat membutuhkan perhatian khusus dari kami orang tuanya. Kegiatan base ball ini sebetulnya jauh dari hobi saya dan istri. Kegiatan offroad sudah lama saya tinggalkan, begitupun untuk sekedar nongkrong di café dan ke salon bagi istri. Ketika saya memiliki waktu luang, saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dengan berwisata. Tentunya wisata yang ramah bagi anak dengan gangguan autisme, salah satunya kegiatan wisata olahraga base ball seperti ini.

Kegiatan base ball dapat dikategorikan wisata alternatif bagi keluarga dengan anak autis. Pariwisata alternatif merupakan tujuan wisata bagi wisatawan (anak autis) yang tidak ingin berkunjung ke tempat ramai karena ingin menemukan suatu hal yang baru.

Pengalaman yang terjadi pada Nindy, yang kami lihat setelah mengikuti kegiatan ini ia terlihat senang serta dapat mengikuti instruksi dengan baik. Selain itu, ketika di rumah kadar emosi menjadi lebih stabil. Doa kami sebagai orang tua semoga tumbuh kembang Nindy semakin baik ke depannya. Itulah sedikit cerita kami mengenalkan base ball pada anak autis kami.

Ditulis oleh Mochammad Taufik Ramadhan Zain, UGC Contributor theAsianparent.com

Artikel UGC lainnya:

id.theasianparent.com/rekomendasi-buku-read-aloud

3 Alasan Ini yang Membuat Saya Tidak Membagikan Foto dan Video Anak di Media Sosial

6 Cara Mengoptimalkan Periode Emas Anak, Nutrisi sampai Pembatasan Screen Time

 

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Mochammad Taufik Ramadhan Zain

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Parenting
  • /
  • Cerita Pengalaman Mengenalkan Base Ball pada Anak Autis Kami
Bagikan:
  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti