TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Tahapan Replikasi Virus dalam 2 Siklus, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Bacaan 5 menit
Mengenal Tahapan Replikasi Virus dalam 2 Siklus, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Replikasi virus yang menakjubkan dalam kehidupan, penasaran?

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Bagi Parents yang dulunya mengambil program jurusan IPA saat SMA pasti pernah mendengar replikasi virus. Sebenarnya, apa itu? 

Yuk, baca penjelasannya di bawah ini untuk diajarkan pada si Kecil!

Artikel Terkait: Mengenal Apa Itu Virus Influenza Tipe A dan Gejala Penyakitnya

Daftar isi

  • Apa Itu Replikasi Virus?
  • Apa Saja Tahap Replikasi Virus?

Apa Itu Replikasi Virus?

Replikasi virus adalah proses pembentukan komponen virus dalam jumlah banyak. Proses ini biasanya hanya dapat dilakukan dalam sel inang mengingat virus adalah partikel aseluler alias bukan sel.

Tahap Replikasi Virus

Dengan kata lain, virus tidak memiliki struktur metabolisme seperti sel. Ia harus meminjam media lain, yakni sel inang agar komponen tubuhnya terbentuk sempurna. Komponen tubuh virus antara lain materi genetik dan selubung protein (kapsid).

Adapun sel inang adalah sel hidup yang menjadi wadah sementara virus. Sel inang bisa berupa sel tunggal seperti bakteri dan protozoa, maupun multiseluler (sel banyak) seperti jamur, tumbuhan, hewan, hingga manusia.

Secara umum, virus memiliki inang yang spesifik. Contoh bakteriofag yang hanya menginfeksi bakteri E. coli dan TMV yang hanya menginfeksi tembakau. Namun, ada juga virus yang inangnya bervariasi seperti flu burung yang menginfeksi burung dan manusia. Ada juga rabies yang menginfeksi mamalia seperti kucing, anjing, dan manusia.

Menariknya, virus yang sejatinya menginfeksi tumbuhan tidak akan menginfeksi hewan pun sebaliknya. 

Artikel terkait: Cara Membuat Pesawat Kertas yang Bisa Terbang Super Jauh

Apa Saja Tahap Replikasi Virus?

Mengenal Tahapan Replikasi Virus dalam 2 Siklus, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Perlu diketahui bahwa tahapan replikasi virus terbagi dua, antara lain:

  • Siklus Litik, adalah cara replikasi yang melibatkan proses penghancuran sel inang di akhir prosesnya. Nantinya, sel inang akan pecah lalu mati. Siklus litik yang umum dipelajari adalah siklus litik pada bakteriofag T4 yang terdiri dari lima tahapan spesifik.

  • Siklus Lisogenik. Merupakan mekanisme replikasi virus melalui penyisipan materi genetik virus pada genetik inang. Berbeda dengan siklus litik, siklus ini tidak melibatkan proses penghancuran/kematian sel inang.

Siklus Litik

Tahap Replikasi Virus

Sumber: Biologijk

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, ada lima tahap dalam siklus litik. Berikut ulasannya:

Tahap Adsorpsi

Pertama adalah tahap adsorpsi yang merupakan tahap menempelnya virus pada sel inang. Adsorpsi bisa terjadi karena virus memiliki serabut ekor yang akan menempel pada bagian reseptor spesifik sel inang. Reseptor merupakan molekul khusus pada membran sel inang yang dapat dikenali virus.

Tahap Penetrasi

Pada tahap penetrasi, selubung ekor berkontraksi sehingga jarum penusuk di bagian ujung membentuk lubang yang menembus dinding sel dan membran sel bakteri. Selanjutnya, bakteriofag akan menginjeksi materi genetik ke dalam sel bakteri.

Tahap Sintesis

Tahap sintesis atau eklifase merupakan tahapan pembentukan komponen virus yaitu materi genetik dan protein. Tahap ini diawali dengan pembentukan protein atau enzim yang akan menghancurkan DNA sel bakteri, serta enzim yang digunakan untuk menggandakan DNA virus.

Setelah DNA virus bertambah, akan terbentuk protein yang menyusun kapsid, rakitan ekor serta lisozim (enzim yang dibutuhkan di tahap lisis).

Tahap Perakitan

Setelah komponen terbentuk, tiba saatnya partikel virus baru yang berasal dari komponen tahap sebelumnya dirakit. Kapsid, materi genetik, dan bagian ekor akan dirakit menjadi partikel bakteriofag T4 utuh.

Tahap Lisis

Terakhir adalah lisis yaitu pecahnya sel inang. Bakteriofag akan menggunakan lisozim pada bagian ekor untuk merusak dinding sel bakteri menjadi lemah dan berlubang. Dinding sel bakteri yang lemah dan berlubang akan menyebabkan cairan dari luar sel bakteri masuk ke dalam sel. Akibatnya, sel bakteri menggembung, pecah dan mati.

Matinya sel bakteri atau lisis akan membuat bakteriofag baru keluar kemudian menginfeksi sel bakteri lain agar bisa kembali bereplikasi. Dalam satu kali siklus ini, dibutuhkan waktu sekitar 20 sampai 30 menit bagi bakteriofag menghasilkan 100-200 partikel virus baru yang siap menginfeksi sel inang baru.

Artikel terkait: Mengenal Aneka Jenis Tumbuhan dan Nama Latinnya, Si Kecil Sudah Tahu?

Siklus Lisogenik

Tahap Replikasi Virus

Sumber: Moztrip

Selain litik, ada juga siklus lisogenik yang mana DNA dan virus bergabung dengan DNA sel bakteri untuk membentuk profag. Sel bakteri yang mengandung profag ini akan membelah diri, bereproduksi yang secara tak langsung memperbanyak materi genetik virus.

Adapun proses awal yaitu adsorpsi dan penetrasi sama dengan siklus litik, perbedaannya terdapat dua tahapan tambahan tanpa hancurnya sel inang di akhir siklus.

Tahap Integrasi

Setelah penetrasi, terdapat tahap integrasi atau disebut tahap penggabungan. Sesuai namanya, nantinya DNA virus yang telah diinjeksi ke dalam sel bakteri akan berintegrasi alias bergabung di bagian tertentu untuk membentuk materi genetik sel baru. Dari sinilah terbentuk profag yang baru.

Selama dalam kondisi profag, materi genetik virus disetel dalam mode diam. Dengan begitu, sel inang tidak akan menyadari bahwa materi genetiknya telah disusupi virus.

Tahap Multiplikasi Sel Inang

Jika pada tahap lisis sel inang akan pecah dan akhirnya mati, tahap lisogenik pada akhirnya akan melalui tahap multiplikasi atau pembelahan sel. Sel bakteri akan memperbanyak materi genetik dengan cara membelah.

Hal ini menguntungkan virus, karena secara otomatis materi genetik virus juga ikut bertambah. Hasilnya, sel anak yang dihasilkan dari pembelahan mengandung profag atau ikut terinfeksi juga.

Namun, dalam kondisi tertentu ada momentum sel inang akan melemah karena berbagai faktor. Misalnya ketika sel bakteri terpapar sinar UV, virus fag Lambda akan terlepas dari materi genetik bakteri dan selanjutnya memasuki siklus litik yang menyebabkan lisis alias matinya sel bakteri.

Wah Parents ternyata sangat kompleks ya bagaimana replikasi virus itu bisa terjadi. Kira-kira, si kecil sudah mempelajari hal ini belum di sekolah?

***

Baca Juga:

Seri Belajar Bersama si Kecil: Metamorfosis dan Keunikan Siklus Hidup Katak

Perbedaan Metamorfosis Sempurna dengan Tidak Sempurna, Edukasi untuk Anak

Tentang Arah Mata Angin, Inilah Cara Membaca Titik Kompas dan Menentukan Arah!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Edukasi Sekolah Dasar
  • /
  • Mengenal Tahapan Replikasi Virus dalam 2 Siklus, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!
Bagikan:
  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti