TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

5 Alasan Halloween Tidak Baik Untuk Anak

Bacaan 3 menit
5 Alasan Halloween Tidak Baik Untuk Anak

Halloween? Mengapa perlu dirayakan walaupun hanya untuk bersenang-senang? Inilah pembahasan theAsianParent tentang dampak buruk Halloween bagi anak.

Di negara Barat, Halloween sudah menjadi tradisi yang dirayakan anak-anak hingga remaja. Hari Halloween dirayakan setiap tanggal 31 Oktober dengan tema seputar hantu dan segala sesuatu yang seram, seperti pembunuh bertopeng, Frankenstein, tengkorak berjalan, dan lain-lain. Sebenarnya apa sih Halloween itu? Dan mengapa harus dirayakan oleh anak-anak?

5 Alasan Halloween Tidak Baik Untuk Anak

Tentang Perayaan Halloween 

Selalu ada 2 hal yang menjadi ciri dari Halloween : labu besar yang diukir menjadi wajah seram, serta kostum menyeramkan. Awalnya Halloween dirayakan untuk bersyukur atas musim panen, sehingga labu menjadi salah satu simbolnya. Kemudian, tradisi ini terkontaminasi dengan perayaan ‘hantu’, karena perayaannya tepat 1 malam sebelum Hari Raya Arwah, yang dipercaya di beberapa negara.

Jadilah perayaan Halloween yang kita kenal sekarang ini, dengan labu oranye dan kostum-kostum menyeramkan. Di negara Barat, pada malam Halloween banyak anak-anak yang datang mengetuk pintu dan berkata “treat or trick”, yang artinya mengancam “berikan sesuatu atau dijahili…”. Biasanya, rumah yang didatangi memberikan permen, kue, atau uang kepada anak-anak tersebut.

Pada hari itu, anak-anak menggunakan kostum. Untuk sekolah yang tidak memiliki seragam, anak-anak menggunakan kostum Halloween ke sekolah. Sedangkan remaja, sering membuat pesta kostum sendiri di malam hari. Kostum anak-anak tidak selalu seram, seringkali lucu-lucu apalagi kostum bayi. Bagi saya, hanya kostum lucu inilah sisi positif Halloween.

Mengapa Halloween tidak baik untuk anak?

Inilah alasan mengapa Halloween tidak baik untuk anak :

1. Menakut-nakuti anak

Semua yang seram tentu tidak baik untuk psikologis anak. Bayangkan kostum pembunuh berdarah yang membawa kapak, tulang belulang berjalan, drakula, laba-laba besar, semuanya menjijikkan. Mengapa harus menakut-nakuti anak seperti itu? Bahkan juga sebaliknya, perayaan itu mengajarkan anak untuk menyenangi semua pernak pernik menyeramkan itu.

2. Tidak mendidik logika anak

Hantu dan tokoh seram fiktif, semuanya tidak masuk logika. Hal ini tidak mendidik cara berpikir anak. Pernahkan anak bertanya, “Ma, Pa, hantu itu apa sih?”

3. Mengajarkan ancaman

“Trick or Treat…,” begitu ucapan anak-anak yang mengetuk pintu rumah. Beruntunglah kita, di Indonesia tradisi ini tidak ditiru. Ucapan itu secara tidak sadar mengajarkan anak untuk memberi ancaman kepada orang lain, bila keinginannya tidak dipenuhi.

4. Tidak ada tujuan di balik sebuah perayaan

Bila jaman dulu acara tersebut adalah perayaan musim panen, atau merayakan hari arwah untuk mereka yang percaya, mengapa kita juga harus merayakannya? Tidak ada konteks yang sesuai untuk kita.

5. Pemborosan

Alasan ke-5 ini relatif. Bila kita membeli kostum anak yang lucu-lucu, tentu tidak dapat kita kategorikan sebagai pemborosan tak berguna. Tetapi bila anak kita meminta uang karena ingin ikut pesta kostum bertema seram, tentunya tidak bermanfaat.

Sikap kita sebagai orangtua

Bagaimana bila sekolah atau lingkungan pergaulan anak kita membuat perayaan seperti itu? Bila anak Anda dan teman-temannya membuat perayaan serupa, pastikan mereka sudah dibekali pengetahuan bahwa pesta Halloween tersebut hanyalah pesta kostum belaka. Tidak ada hantu dan hal mistik lainnya yang dirayakan.

Bila sekolah yang mengadakan perayaan tersebut, sebaiknya kita berbicara baik-baik dan menyadarkan pihak sekolah bahwa budaya Barat tersebut tidak baik dan tidak ada manfaatnya untuk anak-anak kita.

Mari kita nikmati sisi positif Halloween, yaitu kostum-kostum lucu untuk bayi dan anak-anak. Bila tidak ada Halloween di negara Barat, mungkin kostum unik seperti ini tidak ada yang menciptakan.

Yuk, klik di sini untuk melihat berbagai bayi lucu dengan kostumnya:

Cerita mitra kami
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap

9 Baju Bayi Lucu Yang Menggemaskan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Theva Nithy

  • Halaman Depan
  • /
  • Gaya Hidup
  • /
  • 5 Alasan Halloween Tidak Baik Untuk Anak
Bagikan:
  • 15 Film Korea tentang Perselingkuhan, Bikin Penonton Ikutan Naik Darah

    15 Film Korea tentang Perselingkuhan, Bikin Penonton Ikutan Naik Darah

  • 20 Arti Mimpi Ular Menurut Islam, Psikologi, hingga Primbon Jawa

    20 Arti Mimpi Ular Menurut Islam, Psikologi, hingga Primbon Jawa

  • 20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

    20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

  • 15 Film Korea tentang Perselingkuhan, Bikin Penonton Ikutan Naik Darah

    15 Film Korea tentang Perselingkuhan, Bikin Penonton Ikutan Naik Darah

  • 20 Arti Mimpi Ular Menurut Islam, Psikologi, hingga Primbon Jawa

    20 Arti Mimpi Ular Menurut Islam, Psikologi, hingga Primbon Jawa

  • 20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

    20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti