TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Najwa Shihab Sebut 4 Alasan Mengapa Menteri Kesehatan Terawan Jangan 'Menghilang'

Bacaan 4 menit
Najwa Shihab Sebut 4 Alasan Mengapa Menteri Kesehatan Terawan Jangan 'Menghilang'

Berulang kali undangannya tak dipenuhi, Najwa Shihab pun mewawancarai kursi kosong. Dia mewakili rakyat yang sedang mencari Menteri Kesehatan Terawan.

Di tengah carut marut pandemi di Indonesia yang semakin tinggi kasusnya, publik mencari Menteri Kesehatan Terawan.

Di Indonesia, pandemi COVID-19 gelombang pertama belum menunjukkan tanda kapan akan berakhir. Masyarakat pun resah karena harus berjibaku melawan musuh tak kasat mata sementara ekonomi tak kunjung membaik. Bahkan, para tenaga kesehatan pun telah banyak yang gugur di ‘medan perang’.

Sementara, Menteri Kesehatan Terawan sebagai pemangku kebijakan yang diharapkan dapat memberikan solusi justru lama tak muncul ke hadapan publik. Publik pun bertanya-tanya, kemana gerangan sang menteri?

Mencari Menteri Kesehatan Terawan yang ‘Menghilang’, Najwa Shihab Wawancarai Kursi Kosong

mencari menteri kesehatan Terawan

Foto: tangkapan layar YouTube/Najwa Shihab

Jagat maya diramaikan oleh tagar #MataNajwaMenantiTerawan. Melalui tagar tersebut, Najwa Shihab berharap dapat berbincang langsung dengan Pak Menteri. 

Selama pandemi, Najwa Shihab, telah menghadirkan sejumlah pejabat di berbagai level pengambilan kebijakan di acara yang dibawakannya, Mata Najwa. Namun, ia belum berkesempatan untuk berbincang dengan Menteri Kesehatan Terawan. Padahal menurut Najwa dalam postingan di Instagramnya (27/9/2020), Kementerian Kesehatan adalah institusi paling strategis dalam hal ini.

Lebih lanjut, Najwa menjelaskan betapa pun sejumlah satgas dan komite telah dibentuk untuk mengatasi pandemi dan dampak-dampaknya, Kementerian Kesehatan tetaplah pengampu utamanya. Kemenkes inilah yang pada dasarnya memiliki kewenangan, anggaran, perangkat birokrasi terkait sektor kesehatan.    

Itulah sebabnya dia ingin sekali menanyakan banyak hal terkait kebijakan penanganan pandemi kepada Menkes. Namun sayang, yang dicari tak kunjung muncul untuk memenuhi undangannya.

Akhirnya, Najwa pun nekat mewawancarai kursi kosong dan melakukan monolog seolah-olah sedang berhadapan dengan Pak Menkes. Wawancara Najwa dengan kursi kosong itu itu ditayangkan di kanal YouTube Najwa Shihab pada Senin, 28 September 2020.

Artikel terkait: Dampak Pandemi, 7 Ibu Hamil di Klaten Harus Melahirkan Tanpa Bantuan Medis

Pertanyaan untuk Pak Menkes

mencari menteri kesehatan Terawan

Foto: tangkapan layar YouTube?Najwa Shihab

Kepada kursi kosong di hadapannya, Najwa Shihab melontarkan pertanyaan yang sejatinya ditujukan pada Terawan.

“Mengapa menghilang, Pak? Anda minim sekali muncul di depan publik memberi penjelasan selama pandemi. Rasanya Menteri Kesehatan yang paling low profile di seluruh dunia selama wabah ini hanya Menteri Kesehatan Republik Indonesia,” todong Najwa dalam videonya. 

“Atau kehadiran Menteri Kesehatan di muka publik ada rasa tidak terlalu penting?” sambungnya lagi.

Najwa melanjutkan dengan beberapa pertanyaan. Di antaranya mempertanyakan apakah Menkes mengakui telah kecolongan karena  menganggap virus ini bukan ancaman besar pada awal pandemi. Ia juga bertanya mengapa di saat negara-negara lain berangsur-angsur pulih,  Indonesia justru tertinggal dalam penanganan pandemi.

Selain itu, Najwa juga menyinggung sikap Presiden Joko Widodo yang sempat menegur Terawan di hadapan publik hingga soal perlindungan tenaga kesehatan yang belum maksimal.

“Pak Terawan ada banyak menteri kesehatan yang mundur karena penanganan COVID-19. Misalnya Menteri Kesehatan New Zealand, Ceko, Polandia, Brazil, Chile, Pakistan, Israel, Kanada. Apakah penanganan kita lebih baik dari negara-negara yang Menkes-nya mundur?” cecar Najwa.

Alasan Mengapa Publik Mencari Menteri Kesehatan Terawan

Mencari Menteri Kesehatan Terawan

Menteri Kesehatan Terawan (Foto: Kompas)

Video wawancara Najwa dengan kursi kosong itu juga diunggah di akun Instagram @najwashihab. Pada keterangan  foto Najwa menuliskan alasannya mengapa kehadiran pejabat negara untuk menjelaskan kebijakan yang berimbas kepada publik sangat diperlukan.

Pertama, jika “politik” diterjemahkan sebagai adanya motif dalam tindakan, maka undangan untuk Pak Terawan memang politis. Namun tak selalu yang politik terkait dengan partai atau distribusi kekuasaan. Politik juga berkait dengan bagaimana kekuasaan berdampak kepada publik. Kami tentu punya posisi berbeda dengan partai karena fungsi media salah satunya mengawal agar proses politik berpihak kepada kepentingan publik.

Kedua, setiap pengambilan kebijakan diasumsikan adalah solusi atas problem kepublikan. Siapa pun bisa mengusulkan solusi, namun agar bisa berdampak ia mesti diambil sebagai kebijakan oleh pejabat yang berwenang, dan mereka pula yang punya kekuasaan mengeksekusinya. Menteri adalah eksekutif tertinggi setelah presiden, dialah yang menentukan solusi mana yang diambil sekaligus ia pula yang mengeksekusinya.

Artikel terkait: 7 Pahlawan medis ini meninggal karena Covid-19, perjuangannya membuat haru

Najwa Shihab Sebut 4 Alasan Mengapa Menteri Kesehatan Terawan Jangan Menghilang

Foto: Instagram/najwashihab

Ketiga, tak ada yang lebih otoritatif selain menteri untuk membahasakan kebijakan-kebijakan itu kepada publik, termasuk soal penanganan pandemi. Selama ini, penanganan pandemi terkesan terfragmentasi, tersebar ke berbagai institusi yang bersifat ad-hoc, sehingga informasinya terasa centang perenang. Kami menyediakan ruang untuk membahasakan kebijakan penanganan pandemi ini agar bisa disampaikan dengan padu. Bedanya, media memang bukan tempat sosialisasi yang bersifat satu arah, melainkan mendiskusikannya secara terbuka.

Keempat, warga negara wajib patuh kepada hukum, tapi warga negara juga punya hak untuk mengetahui apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh negara. Warga boleh mengajukan kritiik dalam berbagai bentuk, bisa dukungan, usulan, bahkan keberatan. Padu padan dukungan, usulan, atau keberatan itu tak ubahnya vitamin yang — kadang rasanya dominan pahit tapi kadang juga manis — niscaya menyehatkan jika disikapi sebagai proses bersama.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Baca juga:

Sempat tunda pernikahan demi tangani pasien COVID-19, dokter Michael meninggal

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Najwa Shihab Sebut 4 Alasan Mengapa Menteri Kesehatan Terawan Jangan 'Menghilang'
Bagikan:
  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti