Tega! Seorang ayah mencabuli 3 putrinya yang berusia 1, 3 dan 5 tahun

lead image

Salah seorang anaknya yang berusia 3 ternyata pernah menceritakan pada neneknya bahwa dirinya telah dilecehkan, mirisnya tidak ada yang percaya dengan apa yang ia katakan.

Dapatkah Anda membayangkan bahwa lelaki yang Anda nikahi, seorang pria yang diharapkan bisa menjaga Anda dan keluarga, justru menjadi orang yang melukai buah hati? Bahkan mencabuli anak sendiri yang bisa merenggut masa depan si kecil?

Baru-baru ini, seorang ibu berusia 32 tahun menemukan fakta yang sungguh menyakitkan. Suaminya, 32 tahun, diduga mencabuli anak kandungnya sendiri, anak perempuan mereka.

Sungguh menyedihkan, seorang suami yang dipercaya menjadi teman hidup dan menjaga buah hati justru melakukan tindakan pelecehan pada 3 anak perempuan yang masih berusia sangat belia. Ketiga anaknya berusia satu, tiga dan lima tahun.

Ketiga anak perempuan ini telah mengeluh bahwa ayah mereka berulang kali ‘menyerang’ dan memaksa untuk memasukkan jari-jarinya ke dalam area intim mereka.

Sang ibu baru menaenyadari fakta bahwa suaminya telah mencabuli anak mereka ketika korban yang  berusia tiga tahun memberi tahu neneknya.

Kepala Polisi Kajang OCPD Asst Comm Ahmad Dzaffir Mohd Yussof mengatakan, anak perempuan yang berusia tiga tahun telah mengatakan kepada ibunya bahwa ayah mereka telah memasukkan jarinya ke vagina dan anusnya.

Siapa sangka, di waktu yang bersamaan, anaknya yang lain, juga mengatakan hal serupa. Bahkan, anaknya yang berusia 5 tahun mengaku pernah melihat sang ayah pernah melakukan hal sama pada anak perempuannya yang masih berusia satu tahun.

Lewat penyelidikan akhirnya diketahui bahwa anaknya yang berusia 3 tahun telah memberi tahu neneknya tentang perlakuan ayahnya sejak setahun lalu, yaitu pada 2017. Tetapi sayangnya tidak ada yang percaya cerita bahwa ayah telah mencabuli anak ini.

Sebuah fakta menyedihkan  karena tidak ada yang percaya padanya.

ACP Ahmad Dzaffir mengatakan ketiga gadis itu dikirim ke Rumah Sakit Kajang untuk dilakukan pemeriksaan. “Dokter menemukan bahwa vagina para korban telah mengalami kerobekan, tetapi tidak ada tanda-tanda serangan pada area dubur,” katanya.

Akhirnya, polisi pun segera menangkap ayah dari 3 anak perempuan yang menjadi korban di tempat kerjanya pada 25 Oktober di Sungai Long, Malaysia.

“Dia sudah dipulangkan, dan sejak saat itu kami telah meneruskan surat-surat penyelidikan kepada Wakil Jaksa Penuntut Umum dengan saran untuk menuntut tersangka dengan UU Pelanggaran Seksual terhadap Anak-Anak,” katanya.

Jika terbukti bersalah telah mencabuli anak, dia dapat dijatuhi hukuman hingga 20 tahun penjara dan mendapat hukuman cambuk.

Diketahui, pasangan ini telah menikah selama sekitar delapan tahun dan memiliki empat anak, termasuk seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun.

Jumlah kasus mencabuli anak terbukti makin meningkat 

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/Screenshot 229.jpg Tega! Seorang ayah mencabuli 3 putrinya yang berusia 1, 3 dan 5 tahun

Bagaimana cara mengetahui apakah anak-anak Anda telah mendapatkan pelecehan secara seksual?

Anak-anak yang mendapatkan pelecehan mungkin tidak ingin membicarakan apa yang telah terjadi pada dirinya. Hal ini tidak terlepas karena mereka dapat merasakan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu hal memalukan bahkan menimbulkan trauma. 

Bisa juga, anak-anak mendapatkan tekanan atau ancaman dari para pelaku agar mereka tetap diam.

Jadi bagaimana Anda bisa mengetahui jika anak-anak Anda dilecehkan secara seksual? Berikut beberapa tanda pelecehan seksual pada anak-anak.

1. Perubahan perilaku secara signifikan yang tiba-tiba

Jika Anda melihat anak Anda menarik diri, cenderung menjadi pendiam, atau justru sebaliknya menjadi lebih agresif secara tiba-tiba, hal ini bisa menjadi sebuah tanda yang jelas.

Mereka mungkin juga mengalami kesulitan tidur atau mulai mengompol atau sering mimpi buruk.

2. Menghindari orang  atau mulai menarik diri

Anak yang mendapatkan pelecehan seksual tentu saja akan merasa khawatir dan tak ingin mengalami kejadian serupa. Maka, wajar saja jika anak kemudian menjadi takut bersosialisasi lebih suka menyendiri.

Anak mungkin mulai menunjukkan ketidaksukaan terhadap pelaku, atau tampak takut pada orang tertentu dan berusaha menghindari menghabiskan waktu bersama mereka. Jika hal ini terjadi, tentu menjadi salah satu alarm yang perlu diwaspadai.

3. Perilaku seksual yang tidak pantas

Anak-anak yang telah mendapatkan pelecehan seksual mungkin saja tiba-tiba mulai menggunakan bahasa seksual secara eksplisit atau menampilkan perilaku seksual yang tidak pantas di depan umum.

4. Memberikan petunjuk

Beberapa anak mungkin kehilangan petunjuk dan petunjuk bahwa pelecehan itu terjadi. Beberapa dari mereka bahkan mungkin benar-benar akan memberitahu kejadian yang menimpanya. Maka, penting untuk menyelidiki apa yang telah terjadi pada anak Anda.

Efek pelecehan seksual pada anak-anak

Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual tentu saja akan mengalami kekhawatiran hingga menimbulkan stres atau truma. Untuk itu tidak ada salahnya jika mencari bantuan pihak ke-3 untuk melakukan konseling. 

Peran orangtua tentu saja sangat dibutuhkan. Orangtua perlu mengontrol diri agar anak tidak semakin terpuruk.

Berikut beberapa cara menyikapi pelecehan seksual pada anak seperti yang dikutip dari laman Alodokter :

  • Ajak anak untuk berbicara
    Bila melihat anak dalam kondisi tertekan, ajak anak untuk berbicara. Biasanya anak akan bercerita untuk melihat reaksi orang tua terhadap kejadian yang mereka alami. Ketika anak sudah mulai bercerita, usahakan tetap tenang dan dengarkanlah dengan cermat. Jangan menyalahkan atau menyela perkataan anak, sebab hal ini dapat mencegah anak bercerita lebih lanjut.
  • Berikan waktu
    Tidak semua anak dapat menceritakan kejadian buruk ini dalam waktu yang cepat. Jika anak belum siap bercerita, berikanlah anak waktu agar ia dapat menenangkan diri dan tunggulah sampai anak siap untuk bercerita.
  • Berikan dukungan
    Dukungan dapat Anda berikan dengan memercayai seluruh perkataan anak dan yakinkan mereka bahwa apa yang terjadi bukan kesalahan mereka. Jelaskan bahwa menceritakan kejadian itu kepada Anda merupakan tindakan yang tepat.

 

Artikel disadur dari artikel Sarah Voon, theAsianparent Singapura

Baca juga:

Bayi 11 bulan dicabuli seorang kakek 68 tahun, apa hukumannya untuk pelaku?