Membesarkan Anak yang Baik Hati

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Anak baik hati tidak jatuh dari langit. Ia terbentuk berkat kesadaran Anda untuk membesarkan anak dengan penuh kasih sayang.

Membesarkan anak baik hati seharusnya menjadi tugas semua orangtua.

Membesarkan anak baik hati seharusnya menjadi tugas semua orangtua.

Anak-anak kita adalah refleksi diri kita, begitulah kata orang. Jika kita percaya akan hal itu, maka membesarkan anak dengan memberikan contoh yang baik sangat penting. Bagaimana agar anak-anak Anda dapat mengetahui bahwa belas kasihan dan kebaikan hati adalah hal yang dibutuhkan dunia sepanjang masa?

Membesarkan anak agar peka terhadap sekitar

Semua kebaikan dimulai di rumah. Siapa pun yang mengatakan hal itu, tahu apa yang sedang ia bicarakan. Bagaimana anak-anak Anda bersikap baik kepada orang lain jika mereka melihat Anda berlaku kejam pada asisten rumah tangga atau hewan peliharaan?

Banyak orang yang begitu bangga atas otoritas yang mereka pegang terhadap seorang asisten rumah tangga. Saya telah menyaksikan banyak asisten rumah tangga yang dipermalukan di depan umum, tidak boleh makan bersama keluarga di meja makan, dll. Mengapa harus memarahi Si Kecil sewaktu dia menggigit asisten rumah tangga bila Anda sendiri melakukan hal yang sama?

Yakinlah bahwa rumah Anda adalah tempat di mana semua kebaikan berasal. Biarkan asisten rumah tangga Anda makan di saat Anda makan. Biarkan dia memiliki cukup istirahat. Jika Anda benar-benar tidak ingin dia makan di luar dengan Anda, biarkan dia berjalan-jalan sementara keluarga Anda makan.

Anda tidak hanya memperlakukan asisten rumah tangga secara lebih baik, namun juga mengajarkan dan membesarkan anak dengan pelajaran tentang mengasihi.

Ketuk tularkan

Anak tidak akan pernah belajar tentang kebaikan selama ia dianggap masih terlalu muda untuk melakukan perbuatan baik. Jika anak Anda bisa berjalan, berbicara dan berpikir, sekaranglah saat yang terbaik baginya untuk belajar.

Jelaskan kepada anak Anda kebahagiaan yang dirasakan sebagai hasil perbuatan baik dan sikap tidak mementingkan diri yang terungkap pada diri seseorang. Tetapkan tujuan bagi mereka dengan memotivasi mereka untuk melakukan satu perbuatan baik setiap hari. Bisa dimulai dengan sesuatu yang sederhana seperti membelai anjing peliharaan atau berterima kasih kepada tukang pos saat mengirimkan surat ke rumah. 

Saat anak masuk PAUD atau TK, ajarkanlah mereka tentang ‘memberikan contoh’. Dukung ia untuk terlebih dahulu memberi salam pada ibu guru sebelum teman-teman yang lain melakukannya. Atau membantu ibu guru mengumpulkan kertas-kertas sisa pelajaran ketrampilan ketika semua temannya sudah pulang.

Ajarkanlah padanya bahwa kita berbuat baik karena itu adalah hal yang benar dan ia tak butuh pujian dari siapapun yang melihatnya. Anda tidak hanya mengajarkan anak Anda untuk melakukan perbuatan baik, tetapi Anda juga membesarkan anak untuk memiliki sikap rendah hati.

Membesarkan anak dengan kondisi dunia saat ini

Sekarang dunia sedang menghadapi krisis. Tidak, saya tidak mengacu pada krisis ekonomi yang meredakan semangat semua orang. Aku sedang berbicara tentang cara di mana hampir semua orang terjebak dengan kebahagiaan palsu yang disediakan oleh kenikmatan materi. Ketika kita berebut untuk membeli rumah yang ‘lebih besar’ atau mobil yang ‘lebih bagus’, pikirkan lebih dulu apa pendapat anak tentang tindakan semacam itu? Bahwa materialisme sama dengan kekuasaan?

Apa yang kurang dari dunia itu bukanlah mobil atau rumah ataupun uang. Kekurangannya ada pada kasih sayang manusia. Seperti kita menjejalkan keripik kentang ke dalam mulut dan menonton tanpa mengedipkan kelopak mata pada gambar-gambar televisi bagaimana anak-anak Suriah tergeletak di pinggir jalan dengan luka yang terbuka, berjalan melewati anak di Yunani yang memelas dan mengemis untuk satu sen, menatap anak kucing yang ekornya berdarah.

Anda memainkan remote control TV tanpa sepatah kata dan raut muka dingin. Dan di saat yang sama, tanpa Anda sadari, Anda telah menularkan kehampaan empati dan ketiadaan kasih sayang pada anak-anak Anda.

Di penghujung hari, itu bukanlah seberapa banyak yang telah Anda miliki tapi seberapa banyak Anda telah membantu dan itu adalah sesuatu yang harus ditanamkan pada saat kita membesarkan anak.

Setujukah Anda dengan penulis? Apakah orangtua egois menghasilkan anak-anak egois? Berbagilah bersama kami dengan menuliskan komentar Anda di kotak di bawah ini.

 

Baca juga:

10 Hal yang Sebaiknya Tak Diucapkan Orangtua Pada Anak

 





Better Parenting