Membangun Imajinasi Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Imajinasi anak tidak tumbuh sama pada setiap anak. Perlu upaya untuk membangun imajinasi anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Biarkan anak berkreasi dengan imajinasinya.

Biarkan anak berkreasi dengan imajinasinya.

Dunia anak adalah dunia yang penuh kejutan. Dunia bermain yang kaya akan cetusan-cetusan imajinasi anak dalam bungkus ekspresi yang demikian jujur dan alami serta menakjubkan.

Imajinasi anak ini berkembang seiring dengan berkembangnya kemampuan berbicara. Dan menjadi sarana bagi anak untuk belajar memahami realitas keberadaan dirinya juga lingkungannya.

Imajinasi lahir dari proses mental yang manusiawi. Proses ini mendorong semua kekuatan yang bersifat emosi untuk terlibat dan berperan aktif dalam merangsang pemikiran dan gagasan kreatif, serta memberikan energi pada tindakan kreatif.

Kemampuan imajinatif anak merupakan bagian dari aktivitas otak kanan yang bermanfaat untuk kecerdasannya.

Di masa balita, imajinasi merupakan bagian dari tugas perkembangannya. Sementara pada anak usia sekolah, imajinasi anak berada pada tahap intensitas paling kuat. Sehingga anak memiliki daya menghafal paling kuat, memorisasi yang paling kuat dengan materi ingatan yang paling banyak.

Periode seperti inilah yang harus menjadi perhatian orangtua agar tidak terlewati begitu saja dan bisa membantu menumbuhkan imajinasi anak.





Batita Pra Sekolah Praremaja Usia Sekolah