TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Dinyatakan Positif Covid, Ibu Ini Akhirnya Melahirkan Sendiri di Kamar Mandi

Bacaan 4 menit
Dinyatakan Positif Covid, Ibu Ini Akhirnya Melahirkan Sendiri di Kamar Mandi

"Saya benar-benar kecewa," ujang sang ibu yang terpaksa melahirkan anaknya seorang diri.

Apa jadinya jika seorang ibu melahirkan di kamar mandi seorang diri tanpa bantuan siapapun?

Kejadian tersebut baru-baru ini dialami oleh perempuan bernama Fitria Rohmatika (26). Fitri yang tengah hamil tua terpaksa melahirkan sendiri di kamar mandi lantaran bidan yang menanganinya takut tertular COVID-19.

Hasil Rapid Test Reaktif, Seorang Ibu Melahirkan Sendiri di Kamar Mandi

ibu melahirkan sendiri di kamar mandi

Sumber: Freepik

Usut punya usut, perempuan warga Desa Sumbergondo, Kota Batu, Jawa Timur itu sempat menjalani tes cepat atau rapid test pada awal bulan Juni 2020. Saat itu, usia kehamilannya menginjak delapan bulan.

Ia pergi menemui bidan di kawasan Cangar, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur dan diminta untuk melakukan rapid test. Usai menjalani tes, ia pun dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Pandan atau Puskesmas Bumiaji.

Sesampainya di tempat, ia masih harus menunggu lebih dari tiga jam untuk mengetahui hasil tes cepat yang menyatakan dirinya reaktif. Dokter yang menanganinya mengatakan bahwa ia COVID plus, namun, ia tak paham dengan vonis tersebut.

Menurut keterangan Fitria, sang dokter juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil tes cepat yang ia lakukan. Fitria hanya diminta untuk pulang dan menunggu petugas medis datang ke rumahnya untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Di sana saya menunggu hasilnya sekitar tiga jam namun belum keluar. Saya sendirian karena teman-teman sudah pulang. Lalu saya dipanggil ke ruangan dan dinyatakan kena Covid plus itu,” jelas Fitria, Minggu (2/8/2020).

Sayangnya, setelah menunggu berhari-hari bahkan hingga berminggu-minggu, tak ada petugas medis yang datang ke rumahnya. Ia bahkan sempat stres akibat memikirkan vonis COVID plus sehingga berat badannya turun sebanyak tujuh kilogram.

“Katanya ada petugas medis yang akan menjemput namun tidak datang. Setelah kejadian tersebut, flu tidak hilang dan saya stres. Akibat stres, berat badan turun 7 kilogram karena tahu tulisan COVID plus itu,” terangnya.

Gara-gara vonis tersebut, ia kemudian mengisolasi diri di dalam rumah. Ia terpaksa harus pisah ranjang dengan suaminya dan menitipkan anaknya di tempat lain. Beruntung, pada pertengahan bulan Juni 2020, ia kembali melakukan rapid test dan kali ini hasilnya non reaktif.

Baca juga: Ditinggal 3 Menit, Anak Umur 2 Tahun Tewas di Kamar Mandi

Bidan Takut Menangani sehingga Ibu Melahirkan Sendiri di Kamar Mandi

ibu melahirkan sendiri di kamar mandi

Sumber: Freepik

Memasuki bulan Juli 2020, kehamilannya telah menginjak usia sembilan bulan. Bayi yang ada di dalam perutnya sudah ingin keluar melihat dunia.

Fitria pun bergegas menuju RS Gondang pada tanggal 7 Juli 2020 setelah mengetahui dirinya bukaan satu. Namun, di sinilah awal mula masalah terjadi. Bidan yang ia temui enggan memeriksa kehamilannya karena melihat keterangan Covid plus di catatan kesehatan. Alhasil, bidan tersebut menghubungi seorang rekan dan merujuk Fitri agar pindah ke RS lain.

Ia mengaku diminta membawa surat keterangan negatif Covid agar bisa mendapat surat rujukan ke RS yang dimaksud. Namun, surat tersebut tak kunjung ia terima bahkan hingga ia bukaan kelima.

“Saya pulang tapi disuruh balik lagi dengan membawa surat keterangan negatif. Tapi hasil negatif itu tidak dikasihkan ke saya sehingga ketika mau melahirkan, saya bingung,” tuturnya.

Lahir Dibantu Ibu dan Dukun Bayi

Bingung tak tahu harus kemana, ia kembali ke RS Gondang dalam keadaan bukaan lima. Namun, ia tidak mendapat pelayanan yang maksimal. Salah seorang bidan malah mengatakan dirinya belum mendapat bukaan lima, melainkan masih bukaan satu.

Menyadari posisinya yang sulit, ia memutuskan untuk pulang dan pergi ke RS lain. Namun, ketika suaminya sedang dalam perjalanan mengambil mobil, ia sudah lebih dulu melahirkan di kamar mandi ketika hendak berganti baju.

ibu melahirkan sendiri di kamar mandi

Sumber: Freepik

“Padahal saya sudah bukaan lima. Saat pulang, saya merintih dan bukaan keenam. Akhirnya kami berencana ke rumah sakit besar Islam, tapi ketika suami saya sedang dalam perjalanan ambil mobil, saya berada di kamar mandi untuk ganti baju. Lalu saya jongkok dan melahirkan,” katanya.

Beruntung, sang bayi lahir dalam keadaan selamat lantaran langsung ditangkap oleh ibu Fitria. Tetangganya kemudian memanggil dukun bayi untuk membantu proses pasca persalinan.

“Tetangga saya memanggil dukun bayi yang kemudian menangani saya. Itu tanggal 7 Juli 2020. Ya, saya kecewa sampai segitunya lahir di kamar mandi, untung saja bayi tidak terbentur karena langsung ditangkap ibu, kalau tidak ada orang entah bayi itu bisa selamat atau tidak,” terangnya.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Penjelasan Pemkot Batu

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batu, M Chori menegaskan, petugas medis yang menangani Fitria tak pernah menyatakan warga desa Sumbergondo itu positif COVID-19. Bidan yang menangani Fitria juga dinyatakan bebas COVID-19.

“Berdasarkan penjelasan dari petugas medis yang menangani, tidak ada yang menyatakan bahwa yang bersangkutan positif Covid-19. Demikian halnya dengan yang bertugas menolong persalinan adalah tenaga bidan dan yang bersangkutan juga sudah diperiksa oleh dokter spesialis obsgyn,” kata Chori.

Menurutnya, pasien melahirkan di rumah atas keinginan sendiri karena tak ingin terpapar virus corona.

“Yang bersangkutan lebih memilih melahirkan di rumah karena menurutnya lebih aman dari risiko terpapar Covid-19. Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan,” sanggahnya.

Baca juga:

Ibu Lahirkan Anak di Rumah Tanpa Bantuan Dokter karena Trauma, Bagaimana Kisahnya?

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Dinyatakan Positif Covid, Ibu Ini Akhirnya Melahirkan Sendiri di Kamar Mandi
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti