Mari Kurangi Kebiasaan Buruk Kaum Ibu

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kebiasaan buruk bukan suatu kutukan, namun bisa diperbaiki jika kita memiliki niat untuk melakukannya.

Kebiasaan buruk kita bisa membuat seseorang di luar sana merasa diremehkan.

Kebiasaan buruk kita bisa membuat seseorang di luar sana merasa diremehkan.

Semua manusia punya kebiasaan buruk

Seorang ibu identik dengan sikap lemah lembut, penyayang dan pelindung. Namun ia juga manusia biasa yang tak luput dari kebiasaan buruk.

Tidak, Bu. Saya tidak bermaksud membicarakan kebiasaan buruk Anda sebagai sesosok individu, melainkan kebiasaan buruk yang, sayangnya, mayoritas ‘penderitanya’ adalah kaum perempuan, terutama kaum ibu.

Sikap motivatif atau selalu memberi dan melakukan transfer of values yang ditularkan para ibu kepada anak-anaknya, kadang sirna ketika para ibu berhadapan dengan sesama ibu lainnya dalam sebuah forum. Inilah kebiasaan buruk yang saya maksud. Kedengaran lebay?

Coba sekarang Anda bergabung dengan komunitas online bertema pengasuhan anak atau bayi atau sejenisnya. Anda tak perlu berkomentar apapun, cukup gerakkan tetikus Anda, amatilah bagaimana para ibu-ibu ini beradu berargumen dan kembalilah ke forum itu di hari-hari berikutnya dengan cara yang sama.

Atau, bergabunglah dengan organisasi wali murid di sekolah, jika anak Anda telah bersekolah. Hang out atau nongkrong-nongkrong lah bersama sesama wali murid sambil menunggu anak pulang sekolah. Dan mungkin Anda akan tahu kebiasaan buruk ibu-ibu apa yang saya maksud.





Pernikahan