Berbagai Manfaat Menyusui untuk Kesehatan Ibu

Berbagai Manfaat Menyusui untuk Kesehatan Ibu

Manfaat menyusui lebih dari 6 bulan bukan hanya baik untuk si bayi, tetapi juga mengurangi risiko ibu terkena kanker payudara, sakit jantung, diabetes, dll.

“Subhahanallah!” ucapan pujian itu terluncur dari mulut saya saat pertama kali menyusui Bongbong, 12 tahun lalu. Kecap bibir mungilnya yang menghisap susu terasa begitu nikmat, walau puting saya terasa perih karena baru pertama kali menyusui. Namun tetap saja indah karena banyak manfaat menyusui yang dapat dirasakan.

Manfaat menyusui

Berbagai manfaat menyusui bagi kesehatan

Rasa syukur itu terus berlanjut, ketika tahu bahwa manfaat menyusui bayi dengan ASI tak hanya dapat memberikan perlindungan imunitas bagi bayi, tapi juga menghindarkan ibu dari berbagai penyakit, mulai dari kanker payudara, hingga tekanan darah tinggi, diabetes bahkan penyakit jantung.

Ini bukanlah mitos melainkan hasil penelitian tentang manfaat menyusui yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat.

Hasil penelitian mereka mengungkapkan, seorang wanita yang menyusui lebih dari satu tahun, ketika masa menopause, risiko terkena penyakit jantung koroner, darah tinggi, dan diabetes berkurang hingga 15 %.

Meskipun ASI eksklusif dianjurkan untuk jangka waktu enam bulan, tetapi akan lebih baik jika diberikan sampai anak berusia dua tahun.

“Lebih lama seorang wanita memberikan ASI itu akan lebih baik untuk manfaat menyusui yang didapatnya, tidak hanya untuk kesehatan si anak tetapi juga untuk sang ibu,” kata Eleanor Bimla Schwarz, salah satu tim peneliti dari University of Pittsburgh.

Menjaga kesehatan jantung

Yang juga perlu Anda ketahui tentang manfaat menyusui adalah dengan menyusui, tubuh akan mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini bisa melindungi jantung dari serangan penyakit. Jadi, menyusui tidak hanya baik untuk kesehatan si kecil tetapi juga kesehatan sang ibu.

Jadi, jangan lagi ragu atau takut untuk menyusui bayi Anda. Pasalnya, banyak manfaat menyusui yang bisa didapatkan. Meski demikian, ada alasan kesehatan yang memang tidak memungkinkan untuk Anda menyusui. Jika kasusnya seperti itu, maka tidak ada salahnya untuk tidak memaksakan diri juga, ya, Bun.

Dengan perawatan payudara yang tepat, plus berolahraga untuk melatih otot dada, Anda tak perlu takut kehilangan keindahan payudara. Anda juga bisa melakukan tips nipple hardening dengan menstimulasi puting menggunakan sikat gigi halus, mulai bulan ke tujuh kehamilan, agar puting Anda tak mudah lecet saat menyusui.

bahaya Keracunan Makanan Tetap Menyusui Bayi

Makanan yang bisa membantu ibu memenuhi nutrisi untuk memproduksi ASI

Hasil penelitian mereka mengungkapkan, seorang wanita yang menyusui lebih dari satu tahun, ketika masa menopause, risiko terkena penyakit jantung koroner, darah tinggi, dan diabetes berkurang hingga 15 %. Meskipun ASI eksklusif dianjurkan untuk jangka waktu enam bulan, tetapi akan lebih baik jika diberikan sampai anak berusia dua tahun.

Untuk itu, ibu menyusui butuh makanan yang mengandung lemak sehat, vitamin, mineral, fitonutrien, dan antioksidan, sebagaimana dikutip Parents.com:

1. Alpukat

Alpukat adalah pembangkit tenaga untuk ibu menyusui. Keluhan umum ibu menyusui adalah mereka sering sangat lapar karena meningkatnya permintaan kalori dan ibu hanya memiliki sedikit waktu untuk menyiapkan makanan.

Alpukat mengandung hampir 80 persen lemak dan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Alpukat memenuhi asupan lemak sehat untuk jantung dan menjadi sumber vitamin B, vitamin K, folat, kalium, vitamin C, dan vitamin E.

2. Kacang-Kacangan

Nutrisi lainnya adalah kacang-kacangan yang mengandung banyak mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan seng, serta vitamin K dan vitamin B. Kacang-kacangan juga merupakan sumber asam lemak esensial dan protein yang sehat.

ini Buah Agar Produksi ASI Lancar daftar vitamin untuk ibu menyusui terbaik

3. Sayuran Hijau

Sayuran berdaun hijau mengandung fitoestrogen, yang telah terbukti memiliki efek positif pada produksi susu. Banyak ibu khawatir, mengonsumsi sayuran hijau seperti brokoli atau kubis akan membuat bayi rewel. Namun, mitos itu tidak benar.

Sebagai ibu menyusui, tubuh Anda harus membuat ASI selama 24 jam. Tidak ada saat dalam sehari tubuh ibu berhenti membuat susu untuk si kecil. Banyak ibu menyusui yang merasa lapar terus-menerus, dan rasa lapar ini berasal dari jumlah kalori yang digunakan tubuh untuk membuat susu. Mengisi tubuh Anda dengan makanan padat nutrisi sangat membantu ibu memproduksi ASI.

Semoga bermanfaat.

Like our Facebook, Follow our Twitter @AsianParentID, and join our Google+

Baca juga artikel menarik lainnya:

9 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami

Inisiasi Menyusui Dini, Pengetahuan Penting untuk Ibu Hamil

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.

Penulis

pangesti

app info
get app banner