Anak tak sengaja menelan lego, apa yang terjadi pada tubuh?

Anak tak sengaja menelan lego, apa yang terjadi pada tubuh?

Mainan lego anak tentu sangat populer. Namun, Anda perlu mengetahui apa saja pedoman keamanannya sebelum anak Anda memainkan Lego.

Mainan lego anak tentu sangat populer. Lego mungkin merupakan mainan terbaik saat ini  yang membantu perkembangan anak Anda.

Namun seperti jenis mainan lainnya, mainan lego ini tetap memiliki pedoman keamanan yang harus diikuti semua anak yang memainkannya. Aturan ini juga harus diketahui semua orangtua.

mainan lego anak

Kenali jenis mainan lego anak yang sesuai usianya

Lego biasanya terbagi atas beberapa jenis yang sesuai dengan berbagai usia. Lego yang direkomendasikan untuk anak usia balita disebut Lego Duplo, dengan ukuran lebih besar. Biasanya ditujukan untuk anak usia 2-5 tahun.

Ukurannya juga sengaja dibuat berbeda dari ukuran standar, yaitu jauh lebih besar untuk menghindari risiko tertelan. Selain itu, Lego Duplo juga sengaja dibuat untuk tidak bisa dimodifikasi agar balita lebih mudah memainkannya dan mengasah imajinasi.

Sementara itu, jenis Lego reguler yang biasa kita tahu biasanya memiliki ukuran elemen yang lebih kecil. Lego reguler ini biasanya memang diperuntukkan bagi anak berusia di atas 7 tahun hingga dewasa.

Karena ukurannya yang lebih kecil, Lego reguler ini kurang direkomendasikan bagi balita karena berisiko tertelan.

mainan lego anak

Apa yang akan terjadi ketika anak tak sengaja menelan Lego?

Dikutip laman theAsianparent Singapura, 6 dokter anak penasaran dan memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika Anda menelan kepala karakter Lego Minifigure.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Paediatrics dan Child Health ini, mereka semua mengeluarkan satu bagian kepala dari masing-masing Lego Minifigure. Lalu, mereka melacak berapa lama waktu yang dibutuhkan bagian kepala Lego yang tertelan tersebut untuk ‘menemukan jalan keluar’ melalui feses mereka.

Jawaban yang mereka temukan antara 1-3 hari, atau rata-rata 1,71 hari.

Poin paling penting dari penelitian ini adalah mereka tidak menemukan adanya komplikasi atau masalah dari kasus menelan bagian kepala mainan lego anak. Selain itu, tidak ada pengaruhnya juga dengan saluran pencernaan.

Namun, perlu diingat bahwa saluran pencernaan anak-anak belum sesempurna orang dewasa. Jadi, tidak ada salahnya Anda tetap perlu berhati-hati.

Artikel terkait: Pengaruh Ekspresi Wajah Mainan LEGO pada Anak

mainan lego anak

Memilih mainan yang sesuai untuk anak Anda

0-6 bulan: Bayi menyukai mainan yang bisa bergoyang dan menciptakan suara seperti mainan kerincingan. Bayi tertarik oleh gerakan dan akan senang bermain dengan mainan yang dapat mereka pegang, tarik, tendang, dan remas.

6-8 bulan: Bayi yang usianya lebih besar akan lebih suka bermain dengan mainan lama, tetapi dengan cara yang baru. Mereka belajar tentang sebab dan akibat, dan akan melakukan pengulangan untuk mempelajarinya, seperti memindahkan mainan mereka.

8-18 bulan: Anak-anak pada usia ini mulai memahami tentang memiliki hasil. Cobalah  mainan yang bisa didorong dan ditarik, blok bangunan besar, mainan yang bisa dilepas, dan penyortir bentuk.

18-24 bulan: Balita memiliki minat dalam belajar dan berpura-pura menjadi orang lain. Cobalah dengan mendandani boneka dan pakaian, masak-masakan, serta kendaraan mainan.

2-4 tahun: Mainan yang memupuk kreativitas sangat bagus pada usia ini, seperti bermain krayon, cat, teka-teki, blok bangunan (Lego) dan mainan konstruksi lainnya. Alat musik seperti drum juga bisa menyenangkan bagi anak-anak.

 

Semoga informasinya bermanfaat ya, Bun!

 

Dilansir dari artikel nicholasyong di theAsianparent Singapura
Baca juga:

https://id.theasianparent.com/memilih-mainan-yang-aman-untuk-anak/

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner