TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Atlet Lisa Rumbewas Meninggal Dunia karena Epilepsi, Kenali Ciri Kejang Epilepsi pada Anak

Bacaan 3 menit
Atlet Lisa Rumbewas Meninggal Dunia karena Epilepsi, Kenali Ciri Kejang Epilepsi pada Anak

Epilepsi yang dialami Lisa Rumbewas memiliki banyak jenis. Salah satunya adalah Childhood Absence Epilepsy (CAE) yang sering terjadi pada anak-anak. Kenali ciri-cirinya!

Berita duka datang dari atlet angkat besi legendaris yang pernah mengharumkan nama Indonesia, Lisa Rumbewas. Lisa Rumbewas dikabarkan meninggal dunia Minggu (14/11/2024) dini hari setelah penyakit epilepsinya kambuh. 

Atlet Lisa Rumbewas Meninggal Dunia

Atlet Lisa Rumbewas Meninggal Dunia karena Epilepsi, Kenali Ciri Kejang Epilepsi pada Anak

Sumber: Instagram @kemenpora

Atlet angkat besi legendaris Lisa Rumbewas meninggal dunia 14 Januari 2024. Diketahui, atlet peraih 3 medali di tiga olimpiade yang berbeda itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Papua, setelah penyakit epilepsinya kambuh. 

Artikel terkait: 10 Artis yang Meninggal karena Serangan Jantung, Yayu Unru hingga Ashraf Sinclair

Kronologi Meninggalnya Lisa Rumbewas, Sempat Kehabisan Obat

Sang ibu dari Lisa Rumbewas, Ida Aldamina Korwa membagikan cerita kronologi meninggalnya atlet berusia 43 tahun itu. Diketahui, Lisa sempat dirawat di Rumah Sakit Provita jayapura sejak 6 Januari 2024, setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh, seperti diberitakan Liputan6.com. 

Saat itu, Lisa terjatuh dan keningnya sudah berdarah. Pihak keluarga menemukannya juga sudah tak sadarkan diri. Ternyata, epilepsi yang diderita Lisa kambuh karena obatnya saat itu sudah habis. Ia pun langsung dibawa ke Rumah Sakit oleh pihak keluarga. 

Sempat tiga hari dirawat di Rumah Sakit Provita Jayapura, Lisa dirujuk ke RSUD Jayapura untuk menjalani perawatan. Di rumah sakit itulah ia menghembuskan napas terakhirnya. 

Selama di rumah sakit, sang ibu mengatakan bahwa Lisa sempat terkena infeksi paru-paru dan kadar albuminnya juga sempat turun. 

Mengenal Penyakit Epilepsi yang Diidap Lisa Rumbewas, Bisa Terjadi pada Anak

Atlet Lisa Rumbewas Meninggal Dunia karena Epilepsi, Kenali Ciri Kejang Epilepsi pada Anak

Gangguan Epilepsi yang dialami Lisa Rumbewas memiliki banyak jenis. Salah satunya adalah Childhood Absence Epilepsy (CAE) yang sering terjadi pada anak-anak. Angka kejadiannya pun cukup tinggi. Melansir dari laman National Library of Medicine, angka kejadian dari CAE ini terbilang tinggi, yakni mencapai 10 – 17 persen dari keseluruhan jenis lainnya. CAE bisa terjadi pada 2 hingga 8 dari 100.000 anak di bawah 15 tahun per tahunnya. Kondisi ini juga umumnya lebih sering menyerang anak perempuan dibandingkan laki-laki, dan banyak menyerang anak-anak di rentang usia 3-8 tahun. 

Artikel terkait: Jenis Epilepsi Ini Sering Terjadi Pada Anak, Kenali Gejalanya Agar Terdeteksi Sejak Dini!

Gejala 

Kondisi kejang tersebut bisa berulang. Dari mulai sepuluh hingga puluhan kali, atau bahkan hingga ada yang mengalami ratusan kali dalam sehari. Saat kejang, anak terbilang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ia tidak mampu merespon orang atau pun aktivitas yang terjadi di sekitarnya.

Faktanya, kejang epilepsi ini sendiri memang cenderung terlambat disadari. Hal ini karena gejalanya hanya berupa melamun atau bengong selama beberapa detik saja. Karena itu, gejala CAE juga sering disalahpahami sebagai kondisi attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Namun setelah kejang berakhir, anak akan beraktivitas normal dan tidak sadar dengan kondisi yang sebelumnya terjadi. Si kecil juga mengedipkan mata berkali-kali. Beberapa anak juga mengalami kondisi automatism, di mana ia kerap menggigit bibir atau pun menggosok tangannya secara tiba-tiba.

Penyakit CAE ini juga umumnya bisa menghilang pada masa remaja. Namun, beberapa individu bisa juga mengalami jenis epilepsi ini hingga dewasa.

Karena itu, kondisi epilepsi harus diberikan obat secara teratur sesuai resep dokter. Hindari juga pemicu kejang, seperti stres, kurang tidur, dan pola makan yang tidak sehat. Karena itu, ajarkan pola hidup yang sehat pada anak sejak dini, cukupi gizi seimbangnya, hingga rajin berolahraga. Anda juga bisa lakukan konseling genetik dan tes kesehatan secara berkala untuk menghindari kondisi ini.

Itulah kabar duka cita dari Lisa Rumbewas yang meninggal dunia. Semoga diterima di sisi-Nya. 

 

A Practical Guide to Treatment of Childhood Absence Epilepsy

www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6394437/

 

 

Baca juga: 

Epilepsi pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Menyembuhkannya

West Syndrome Adalah Kejang Epilepsi pada Bayi, Kenali Penyebabnya

Waspadai 5 Penyakit Gangguan Kejang Pada Bayi yang Wajib Anda Ketahui

 
Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Atlet Lisa Rumbewas Meninggal Dunia karena Epilepsi, Kenali Ciri Kejang Epilepsi pada Anak
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti